
Andini tidak bisa menahan emosi melihat sikap calon mertuanya yang selalu kasar dengannya,dia sedikit tersinggung karna wanita itu selalu memandang rendah dengannya.
"Tante,biarkan aku yang merawat Mikaila,dan sebentar lagi aku juga akan punya anak merawat mereka berdua adalah kebahagiaan buatku,toh juga nyonya amanda tidak menginginkan anak itu,apa salahnya jika aku yang merawat dia."
Tiba-tiba Rania ingin melayangkan tamparan ke wajah Andini,tetapi Sarah langsung menangkap tangan itu karna pada saat itu,sarang sangat dekat dengan Rania.
"Jangan sekali-kali bermain kasar kepada anakku,benar yang dia katakan,bukankah lebih baik jika Andini yang merawat bayi itu,nanti saat Andini melahirkan dia bisa sekalian memberikan asi kepada dua bayi?"
Rania langsung menarik tangannya dia begitu emosi melihat kedua wanita Yang ada di depannya ini.
"Dasar kamu kampungan miskin,aku tau kamu mempertahankan bayi ini,agar saham mertuaku jatuh kedalam tanganmu,dan kamu berharap semua harta mertuaku jatuh kedalam tanganmu dan bayi haram mu itu."
"Tante....Hati-hati berbicara jika Tante menghinaku,aku masih bisa diam tetapi jangan pernah mengusik anakku,dan asal Tante tau aku tidak butuh semua harta keluargamu,hidup miskin aku sudah biasa,sekalipun Adam tidak memiliki apa pun,aku tetap mencintainya,bahkan jika hari ini kalian menghapusnya dari keluarga kalian Tampa harta sepeser pun aku tetap menerimanya sebagai suami,jangan pernah mengira semua wanita itu sama." Ucap Andini penuh arah,dia sudah tidak tahan melihat sikap mertuanya yang semakin tidak menghargainya sama sekali.
"Berhenti berteriak di depanku,kamu hannya wanita murahan yang berpura-pura polos,sampai kapan pun aku tidak menganggap mu sebagai menantu,sekarang ijinkan aku membawa bayi ini,karna dia adalah milik menantuku." Ucap Rania lalu dia mengambil Mikaila dan meninggalkan Andini dan Sarah di ruangan itu.
Andini langsung merasa tubuhnya lemas dia merasa kasihan dengan bayi yang tidak berdosa itu,dia sudah tau jika bayi itu di bawa ke mansion yang menjaganya sudah pasti para pelayan,dan mereka belum tentu bisa mencintai mikaila dengan setulus hatinya.
__ADS_1
"Sudah nona,jangan pikirkan itu,ingat kesehatanmu,bukan kah sebentar lagi kamu juga akan melahirkan,biarkan dia melakukan sesuka hatinya yang terpenting kamu bisa menjaga kesehatanmu " Ucap Sarah,wanita itu menghibur Andini,lalu dia keluar menuju dapur dan membuatkan susu untuk Andini.
"Nona,silahkan minum susu dulu,jangan terlalu dipikirkan,dia suatu saat akan sadar dengan apa yang sudah diperbuatnya." Ucap Sarah penuh sayang.
"Terima kasih bibi Sarah,karna sudah setia terus di sampingku,semoga Tante Rania secepatnya sadar,aku tidak pernah mengganggu,rumah tangga anaknya,memang inilah takdir hidupku,harus menjadi yang kedua,dan aku juga tidak masalah kalau mas adam tidak menceraikan nyonya Amanda,yang aku tuntut hannya jadikan aku istri sah juga agar anakku nantinya tidak malu " ucap Andini.
Sesampainya di mansion Rania langsung memanggil beberapa pelayan,dan memberikan bayi itu kepada mereka,dia ingin pergi belanja perlengkapan sang bayi,karna tidak mungkin dia membawa bayi sekecil itu ke mall.
"Bibi,kalian jaga dia dengan baik,jangan sampai dia kenapa-napa karna aku akan pergi membeli semua perlengkapannya." Ucap Rania,saat dia hendak berjalan keluar tiba-tiba mertuanya sudah memanggilnya kembali.
"Ada apa dengan bayi itu,kenapa kamu membawanya ke rumah ini,apa Amanda belum juga kembali,apa dia akan terus bertahan di tempat persembunyiannya,dasar wanita itu,menyesal aku menikahkan dia kepada cucuku Adam.Seketika Rania merasa emosi mendengar ucapan pria itu,lalu dia mendekati mertuanya.
"Diam kamu.....,jika kamu ingin menyusul dia silahkan,kamu juga sama sekali tidak mengerti apa-apa terlalu bodoh,dasar..makanya jangan cuma menghabiskan uang saja yang kamu tau
" Pria itu membentak kasar Rania hingga emosi Rania yang ada di kepalanya tiba-tiba hilang dan di gantikan dengan ketakutan.
Pria itu lalu meninggalkan Rania,dan kembali ke kamarnya,dia belum menerima hasil tes DNA yang dia tugaskan kepada salah satu dokter rumah sakit itu.
__ADS_1
"Tampa di tes pun aku sudah tau kalau bayi itu bukan milik cucuku,tetapi kenapa harus repot-repot seperti ini,dasar wanita itu keras kepala,entah kebodohan apa yang kulakukan hingga bisa menjodohkan cucuku dengan wanita jahat seperti itu,bisa-bisanya dia meninggalkan bayinya begitu saja di rumah sakit." Ucap pria itu,semakin hari dia merasa menantunya semakin menunjukkan sikap jeleknya.
"Jika kita memiliki harta,terlalu sulit mencari orang-orang yang tulus disekitar kita,kemana lagi si pria bodoh Alex ini,dia juga sama saja bodohnya kok bisa pria sepintar itu dalam pekerjaan tetapi bisa di jebak wanita rubah seperti Amanda ck...ck...ck,sepertinya sekarang ini harus lebih hati-hati kepada orang sekitar." Ucap pria itu,dia berbicara sendiri dilamarnya.
*****
Adam merasa pusing dengan semua yang terjadi kepadanya akhir-akhir ini,Amada yang kabur,ibunya yang keras kepala membawa bayi Tampa ijinnya,semua itu membuat dia semakin tidak konsentrasi dalam mengerjakan semua pekerjaan nya hingga akhirnya beberapa proyeknya terkendala karna dia belum sempat mengurusi semuanya.
Tok....Tok...
"Masuk...Ada apa lagi,jangan datang kesini kalau hannya membawa masalah bisa-bisa kepalaku pusing karna semua urusan ini." Ucap Adam saat melihat Riko datang ke ruangannya.
"Tidak tuan,aku hannya memberikan berkas ini kepada tuan,tolong di tanda tangani,dan satu lagi tuan,sepertinya Nadia sedang berada di suatu desa yang sangat tertutup,saya sudah melacak nomornya,saya tidak tau apa yang dilakukan wanita itu,di tempat seperti itu,dan yang saya lihat di internet desa itu adalah tempat yang sangat angker."
"Apa kamu sudah pergi kesana?"
"Belum tuan,pekerjaanku masih sangat banyak,mungkin weekend ini aku bisa kesana,tapi aku tidak tau siapa yang bisa menemani aku ke tempat itu."
__ADS_1
"Baiklah secepatnya selesaikan semua tugas kantor,dan Sabtu besok kamu kesana bersama beberapa anak buah ku." Ucap Adam,lalu dia kembali melanjutkan semua pekerjaannya yang membuatnya sangat pusing.
***bersambung***