Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
Bab 103 ~ Dukungan mertua ~


__ADS_3

Rania dan suaminya mendarat di bandara tepat pada siang hari,mereka langsung di jemput oleh asisten Adam,karna mereka menghubungi ponsel Alex,tetapi terus berada di luar jangkauan hingga membuat wanita itu,terus mengumpat.


"Dasar pria pemalas kemana saja dia hingga ponselnya tidak aktif,apa dia tidur sepanjang hari?"


"Sudahlah ma,toh Robi sebentar lagi akan menjemput kita dari tempat ini "


"Kesal mama,mana di tempat ini sangat ramai,mama begitu benci kalau menunggu seperti ini."


"Mungkin,Alex lagi ada urusan,sekarang kita langsung ke perusahaan atau ke mansion dulu?"


"Ke mansion dulu,mama mau istrahat disana,sekalian mama ingin bertemu dengan Amanda,sudah kangen aku melihat nya dan juga calon cucu mama,apa hari ini aku membawa dia ke mall aja kali ya,kami bisa belanja perlengkapan baby." Ucap Rania,sementara suaminya sama sekali tidak peduli dengan ucapan wanita itu,dia terlihat asik bermain ponsel sambil menunggu jemputan mereka.


Setelah menunggu begitu lama akhirnya Robi mengantar mereka pulang ke mansion,Rania sepanjang jalan terus marah-marah,hingga Robi menyesal telah menerima tugas yang diberikan oleh atasannya Adam.


"Kemana Alex,apa pria begitu bodoh hingga ponselnya terus mati,apa jangan-jangan dia juga mati,makanya ponselnya terus tidak aktif,benar-benar menyebalkan memang hari ini,semoga Amanda bersedia menemaniku ke mall,kalau tidak kepala ku bisa pecah karna ulah asisten sialan itu." Ucap Rania,Robi merasa kupingnya sudah panas dari tadi mendengar ocehan wanita angkuh di belakangnya.


"Sudahlah ma,dari tadi ngoceh terus nga capek apa,mama lebih baik tidur terlebih dahulu,supaya emosi mama bisa reda." Ucap pria itu,dia juga sudah merasa kesal melihat istrinya yang tidak henti mengoceh.


Sesampainya di mansion wanita itu terlalu antusias membawa oleh-oleh yang dia bawa untuk menantu kesayangannya,dia langsung meninggalkan suaminya dan Robi di luar,lalu dia masuk ke dalam mansion dan memangil Amanda.


"Amanda...Amanda ayo sayang kesini mama pulang,semua pelayan langsung menemui wanita itu,mereka langsung saling menatap,mereka takut menceritakan tentang Amanda di tempat itu.

__ADS_1


"Hei...kau,panggilkan Amanda ke kamarnya,suruh dia menemui ku,di tempat ini,aku sudah capek kalau harus menemuinya sendiri ke kamarnya." Ucap Rania,pelayan itu,takut menceritakan tentang Amanda,mereka semua saling menatap,bahkan mereka tidak ada yang berani buka suara,karna mereka takut Rania akan murka jika tau tentang semua itu.


" Kalian Kok diam,apa kuping kalian tuli,apa tidak ada satupun dari antara kalian yang bisa memanggilnya."Rania menjerit,hingga membuat para pelayan itu semakin takut.


"Nyonya Amanda dibawa polisi tadi malam nyonya."


"Apa.....dibawa polisi,ini pasti ulah Adam,memang anak itu keterlaluan sekali,dia semakin meraja Lela karna tidak pernah diberi pelajaran."


"Ada apa sih ma,baru nyampe tetapi mama sudah menjerit-jerit?" Ucap pria itu,lalu dia duduk di samping istrinya.


"Amanda kembali di bawa ke kantor polisi,sekarang kita kesana pa,ayo kita bawa dia pulang,kasihan dia sedang hamil besar malah tidur di penjara,aku akan memberikan Adam pelajaran."


Lalu kedua pasangan itu langsung pergi menuju kantor polisi,dia berencana membawa Amanda kembali pulang,dia tidak tau masalah yang menimpa amanda,dan bahkan dia tidak bertanya terlebih dahulu kepada para pelayan itu.


"Maaf nyonya,menantu anda terlibat pembunuhan,dia membunuh seseorang sehingga tuan Adam kembali melaporkan dia ke kantor polisi "


"Ap....Apa....jangan mengada-ada aku bisa menuntut mu,jika kamu menuduh seseorang Tampa bukti.Cepat bawa menantuku ke tempat ini" Ucap Rania sedikit meninggikan suaranya,dia sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan Amanda.


Rania melihat Amanda di bawa oleh dua polisi wanita dia begitu geram melihat para polisi itu karna Amanda sudah dikenakan pakaian tahanan dan tangannya di borgol.


Rania lalu berlari menemui Amanda lalu memeluk wanita itu,Amanda langsung menangis kencang di pelukan mertuanya,

__ADS_1


"Mama....hiks...tolong bantu Amanda ma,ini tidak adil buatku,hiks...Adam sangat jahat pada ku,hiks ..hiks...hiks" Air mata Amanda mengalir sangat deras,untuk melengkapi sandiwaranya di hadapan mertuanya.


"Kalian menjauh sana,aku tidak akan kabur membawa dia,kamu tidak tau aku siapa,hah ngapain kalian harus menguping pembicaraan kami." Ucap Rania,kedua polisi itu saling menatap seakan memberi isyarat lalu mereka menjauhi kedua wanita itu.


"Apa yang terjadi sayang?siapa yang kamu bunuh,dan kenapa kamu bisa sampai membunuhnya?" Tanya Rania bertubi-tubi.


"Mah...pada saat malam sudah larut Alex berusaha memperkosaku,dia terus memaksaku,untuk melayani nafsunya lalu aku menolak dengan keras hingga tidak sengaja aku menusuk perutnya dengan gunting,dan pada saat itu Adam melihat kejadian itu,tetapi Adam malah menuduhku,kalau aku yang menggoda pria itu ma." Ucap Amanda,berusaha terus menyakinkan mertuanya itu.


"Kurang ajar, dasar dia pria sampah,ternyata dia diam-diam sudah merencanakan niat kotor,jangan-jangan dia sudah mempunyai niat jahat untuk keluarga kita."


"Kamu sabar sayang,aku akan mencari pengacara hebat untuk membelamu,sepertinya aku harus menemui Adam ke rumahnya,untuk meminta pertanggung jawabannya."


"Mah....tolong bantu Amanda ma,aku tidak ingin ditempat ini,aku tiap malam kedinginan dan teman-teman sekamarku sellau menyiksaku mah." Ucap amanda dia terus berusaha agar Rania semakin simpati kepadanya.Karna hannya kedua mertuanya lah yang bisa dia banggakan saat ini.


****


Sementara itu,keluarga besar Amanda sudah semakin panik,para kliennya tiba-tiba membatalkan semua kerja sama mereka,bahkan dari pihak bank sudah datang beberapa kali untuk menuntut pembayaran angsuran pinjaman mereka dari bank.


"Apa yang terjadi kepada para klien itu,hingga mereka semua membatalkan kerja sama ini,bagaimana menutup semua utang-utang perusahan ini nanti,apa ini semua ada hubungannya dengan Adam." Ucap papanya Amanda,dia sudah pusing selama dua hari ini,semua investor dan kliennya rata-rata membatalkan dan mencabut investasi mereka di perusahaan itu.


"Pa...Apa yang terjadi,jika begini terus kemungkinan perusahaan ini akan benar-benar tutup." Ucap Kaka nya Amanda.

__ADS_1


****bersambung***


__ADS_2