
Amanda sama sekali tidak mau menemui keluarganya,wanita itu sudah tau bahwa kehadiran keluarganya hannya akan menambah masalah untuknya.
"Bagaimana ini,apa Adam sudah memberitahu keluargaku,apa investasinya telah ditarik dari perusahaan keluargaku,ini semua karna wanita itu,andai saja dulu dia tidak hadir diantara kami hubungan kami mungkin masih baik-baik saja sampai hari ini." Tampa sadar Amanda meneteskan air mata,dia menyesal sudah menganiaya Andini di depan umum,hingga membuat Adam semakin murka kepadanya.
"Memang aku terlalu bodoh,bisa-bisanya aku tidak bisa menahan amarahku di depan umum..Aku harus bagaimana sekarang, Arrrggghhh hidup ku semakin berantakan saja."
Adam sangat bersyukur di rumah sakit ternyata Andini tidak terjadi sesuatu,dia hannya merasa syok,karna penyerangan Amanda yang sangat tiba-tiba.Sangat berbeda dengan Sarah,wanita itu mengalami cedera ringan di kepalanya akibat benturan keras yang terjadi karna menolong Andini.
"Sayang,mulai hari ini,jika Amanda berbuat sesuatu kepada mu,kamu harus melawannya,jika kamu hannya pasrah yakin lah wanita itu akan semakin bar-bar kepada mu.Aku tidak perduli lagi dengan apa kata klien,jika dia sudah menandatangi perceraian kami maka kita sudah bisa mengumumkan pernikahan kita nanti." Andini hannya bisa diam,dia cukup menyesali yang terjadi hari itu.Akibat dari kecerobohannya Sarah,wanita yang begitu baik kepadanya hampir saja celaka,untung saja dia hannya mengalami luka ringan.
"Apa yang perlu kamu takutkan kepada Amanda,lihatlah tubuh kalian saja,hampir sama besarnya,jadi wanita jangan terlalu lemah,bisa-bisa seratus pelakor lagi akan datang menggodaku,beruntung saja aku bukan pria yang suka gonta-ganti wanita.
"Maafkan aku mas,aku akan berusaha lebih berani lagi,aku menakutinya karna aku merasa,tidak berhak untuk melawannya bagaimana pun aku ini tetaplah yang kedua." Ucap Andini,wajahnya terlihat sangat lesu,apalagi dia tau Sarah sampai pingsan hannya karna berusaha menolongnya.
"Andini sayang,aku yang telah memilihmu,jauh sebelum kamu datang ke kehidupan rumah tangga kami,hubungan kami sudah tidak baik lagi.Selama ini aku bertahan karna aku masih memikirkan kakek,tetapi sekarang ini, aku lebih memikirkan masa depanku,aku sangat ingin memiliki keturunan,dan itu bukan dari rahim wanita seperti dia." Ucap Adam berusaha menenangkan Andini,dia melihat raut wajah Andini sudah mulai lelah,pria itu tidak ingin istrinya memikirkan sesuatu yang bisa membuatnya stres.
"Iya mas,aku akan berusaha menjadi wanita kuat,dan aku tidak mau di rendahkan orang lagi." Ucap Andini,wajahnya terlihat mulai senyum,lalu Adam memeluknya dia sangat bersyukur memiliki istri yang selalu menuruti kemauannya.
__ADS_1
"Sayang,ayo kita ke ruangan bibi Sarah jika dia sudah lumayan kita bawa pulang saja,agar dia bisa istrahat di rumah." Lalu kedua pasangan itu memasuki ruangan yang di tempati oleh Sarah.
Nadia sudah begitu bosan tinggal di apertemen itu,hari-hari yang di lalui wanita itu hannya tidur makan,tidur lagi.Dia merasa kehidupannya benar-benar membosankan.Sudah beberapa hari ini dia mencari kesempatan untuk kabur dari apertemen itu.Apalagi dia mengingat bahwa masih banyak uang hasil dari menyingkirkan Andini.Tetapi untuk keluar dari apertemen itu,dia merasa begitu sulit karna beberapa pria masih menjaga tempat itu.
"Bagaimana caraku keluar dari tempat ini,aku tidak ingin hidupku terus di siksa di tempat ini.Andini sudah kembali,jangan sampai wanita licik itu meminta kembali uangnya,jadi aku harus bisa keluar dari tempat ini,dan aku bisa hidup berfoya-foya diluar sana.Nadia sudah di kasih bebas oleh para penjaga di dalam apertemen tetapi tidak untuk keluar.Makanya dia kesulitan mencari cara agar bisa kabur.
Pada saat itu malam sudah mulai larut Nadia masih terjaga dia berharap malam ini,dia memiliki kesempatan untuk kabur,pada saat itu dia merasa suasana benar-benar sepi,dia keluar dari kamar dan melihat para penjaga di tempat itu sudah mulai tertidur.
Nadia mendekati pintu dan tiba-tiba seseorang ingin memasuki ruangan itu Nadia cepat-cepat bersembunyi agar tidak di lihat oleh pria itu.Ternyata dia juga penjaga yang baru pulang entah dari mana.Pada saat pria itu masuk ke ruang tamu dengan langkah berjinjit Nadia keluar membuka pintu dan dia benar-benar beruntung pintunya belum di tutup.
Nadia langsung berlari dengan cepat saat dia sudah keluar dari pintu itu,dia sangat bersyukur karna kartu ATM dan ponselnya sudah di selipkan ke dalam ***********.
"Ternyata menjadi orang banyak uang itu sangat nikmat,aku akan menghabiskan uang yang di berikan wanita itu,sebelum dia menemukan aku,dan aku harus bisa mendapat pria kaya,agar kehidupanku lebih baik.
****
Amanda....kemari nak..bagaimana keadaan mu,apa Adam sudah pernah mengunjungimu ke mansion ini sejak dia menjatuhkan talak kepadaku." Tanya Rania.
__ADS_1
"Talak...Kenapa sampai Adam menalak Amanda,pria itu semakin hari,semakin tidak bisa di beri muka,lihatlah sikapnya semakin tidak bisa dikendalikan." Pria itu sangat marah saat Adam menalak wanita yang ada di depannya.
Amanda hannya diam melihat reaksi kedua mertuanya,sebenarnya Amanda cukup merasa bersyukur karna kedua mertuanya selalu memberi dukungan kepadanya.
"Mah...kita harus menemui Adam,bagaimana bisa pria itu bisa menjatuhkan talak kepada Amanda apalagi posisinya dia lagi hamil cucu kita,dia benar-benar pria brengsek entah siapa yang sudah mendidiknya menjadi manusia tidak berguna.
"Alex...kemari lah,bagaimana keadaan tuan besar apa keadaanya semakin membaik?"
"Maafkan saya tuan,beberapa hari ini kelihatannya tuan besar sudah lumayan sembuh tapi,hari ini aku belum menemuinya.."
"Baiklah,aku akan kesana jika waktuku sudah ada,sekarang tolong antar saya menemui wanita simpanan Adam,kamu taukan rumahnya."
Alex sedikit,kaget mendengar permintaan pria itu,tapi dia tidak mungkin menolaknya.Alex merasa gelisah dia tidak ingin suami istri ini melakukan sesuatu yang tidak baik kepada Andini.
"Baiklah tuan,mari." Alek lalu membawa kedua pasangan itu menemui Andini,dia berharap tidak terjadi sesuatu kepada Andini.
Andini sedang melakukan olah raga ringan di rumahnya,dia sudah memulai berbagai olah raga,agar dia bisa melahirkan dengan normal.Adam yang sedang mendampingin Andini merasa bahagia.
__ADS_1
"Akhirnya sebentar lagi aku benar-benar menjadi seorang ayah,semoga anak dan istriku nanti bisa melahirkan dengan normal seperti permintaanya."Adam berbicara di dalam hatinya.
**bersambung***