Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 115 ~ penyesalan Nadia ~


__ADS_3

Fatimah tidak berhenti menagis melihat keadaan putrinya yang cukup memprihatinkan,kali ini wanita itu benar-benar sadar kalau menantunya adalah pria yang sangat berpengaruh,dia bersyukur Andini mendapatkan suami sebaik pria itu.


"Tuan,aku benar-benar berterima kasih kepada mu,kali ini aku akan benar-benar berubah,apa pun yang tuan lakukan kepada kami aku siap menerima itu."Ucap wanita itu tak henti-hentinya dia memeluk putri itu,dia begitu ketakutan saat dia kehilangan kontak dengan putrinya itu.


"Aku tidak butuh apa pun dari kalian,dan aku tidak perlu melakukan apa pun untukku,yang aku harapkan kalian bisa merubah sikap buruk kalian,belajar lah lebih punya harga diri." Ucap Adam,dia bergegas ingin meninggalkan keluarga itu,hari ini dia ingin segera pulang kerumahnya karna dari semalam istrinya selalu mengeluh kalau pinggang nya sedang sakit,dia tidak tega meninggalkan istrinya dirumah.


"Kalian bisa tinggal di rumah sakit untuk menjaga Nadia,aku akan segera pergi dari tempat ini."


"Tuan,aku mohon bawa aku bersama mu,aku ingin meminta maaf kepada Kakaku Andini aku mohon aku terlalu banyak salah kepadanya hidupku hancur karna dari dulu aku selalu iri dengannya kali ini aku memang benar-benar ingin meminta maaf." Nadia langsung turun dari ranjangnya dan memohon kepada Adam.Adam melihat wajah dan mata wanita itu,dia ingin melihat apa benar wanita itu sungguh-sungguh dengan ucapannya.


"Memangnya kamu sudah bisa berjalan,bukankah tubuhmu masih sakit,lebih baik kamu istirahat disini dulu,setelah sembuh kamu bisa menemui kaka mu." Ucap Adam


"Tidak,pokonya aku harus secepatnya bertemu dengan kak Andini,hidupku akan terus berantakan jika aku belum bertemu dengannya." ucap Nadia,Adam akhirnya mengalah dia tidak tega melihat Andia yang terus memohon-mohon di hadapannya.


"Baiklah,aku akan ke administrasi dulu,untuk membayar semua tagihan mu,kalian biasa menungguku di depan." Ucap Adam lalu mereka bertiga menunggu Adam di parkiran,setelah pria itu selesai membayar semua tagihannya mereka akhirnya pergi menuju rumah Andini.


"Sayang....Sayang,lihat mas pulang sama siapa!!!" Adam berteriak-teriak memanggil Andini,akhirnya Andini keluar dari kamarnya,wanita itu terlihat sangat kesakitan.

__ADS_1


Tiba-tiba Nadia berlari ke arah Andini lalu bersujud di hadapan Andini sambil menagis memohon maaf kepada Andini.


"Kak,aku benar-benar minta maaf untuk semua kesalahanku kepadamu selama ini,aku terlalu banyak salah kepada mu kak,kali ini aku benar-benar sadar jika semua perbuatan ku tidak ada yang pantas di banggakan kak,maafkan aku." Ucap Nadia,Andini sedikit tersentuh dengan ucapan Nadia adiknya sebesar apa pun kesalahan kedua orang tua dan adiknya Andini tidak pernah sekalipun menyimpan dendam kepada keluarganya.


"Bangunlah,aku sudah memaafkan mu,aku juga meminta maaf jika aku punya salah kepada kalian,jika mama dan papa mau kalian bisa tinggal di rumah ini bersamaku dan juga mas Adam.Mas,kamu tidak keberatan jika keluargaku tinggal di rumah ini kan mas?" Walaupun Andini tau suaminya akan menyetujui permintaanya dia tetap menghargai suaminya itu dengan meminta ijin.


"Tidak sama sekali sayang,yang penting mereka bisa merubah sikap mereka." Ucap Adam,lalu kedua orang tua Andini dan Nadia saling berpelukan,kali ini Andini benar-benar sangat bahagia,akhirnya kedua orang tua dan adiknya bisa merubah sikap buruk mereka terhadapnya.


*****


Rania berjalan menelusuri ruangan hotel tempat dimana Amanda menginap selama ini,Amanda sudah tidak punya harapan apapun lagi,setelah beberapa lama tinggal di hotel itu,akhirnya Amanda merasa keuangannya sudah mulai menipis,itulah sebabnya dia meminta mertuanya untuk datang ke hotel itu.


Amanda,kenapa kamu sampai melarikan diri,apa kamu tidak merasa kasihan dengan anakmu?Kamu benar-benar membuat mama pusing,kamu tau pria tua itu terus memojokkan mama karna kamu pergi begitu saja." Rania terus berbicara Tampa henti kepada Amanda,dia merasa sedikit emosi melihat sikap menantunya yang tidak bertanggung jawab.


"Untuk apa ma aku bertahan disana,bukan kah kalian semua tidak mengharapkan aku,bahkan lihat lah semenjak aku melahirkan pria itu sama sekali tidak pernah bertanya tentang keadaanku."


"Tapi Amanda bukan berarti kamu harus pergi meninggalkan bayi itu begitu saja,apa kamu setega itu kepada darah daging mu?"

__ADS_1


"Aku tidak butuh semua itu ma,aku sudah berusaha mengambil hati Adam ma,tapi dia sama sekali tidak peduli kepadaku,bahkan dia dengan teganya mengatakan kalau anak kami bukan darah dagingnya ma,aku benar-benar sakit hati ma." Amanda berusaha memanas-manasi hati mertuanya Karna dia tau hannya mertuanya yang percaya kepadanya.


"Terus mama harus gimana,harusnya kamu sebagai wanita bertahanlah apalagi kamu sudah punya anak,bukan kah anak itu sudah punya saham di perusahaan dari kakek." Ucap Rania dengan polos,dia tidak tau kalau pria itu sudah mencari tau tentang bayi Amanda.


"Ma tolong bantu Amanda ma,berikan aku uang ma,aku membutuhkan uang,aku akan kembali ke rumah ma,jika keadaan sudah mulai membaik,ingat ma Amanda tidak akan mau bercerai dengan Adam,katakan kepada Adam,agar kami bisa rujuk kembali seperti dulu." Ucap Amanda,dia selalu bisa menyakinkan mertuanya,ini yang membuat Amanda merasa besar kepala karna mertuanya selalu menuruti ucapannya.


*****


Andini malam ini tidur benar-benar tidak merasa nyaman dari tadi siang dia merasa perutnya lumayan sakit,tetapi dia masih bisa menahannya dan dia tidak mengeluh apa-apa terhadap keluarganya dan juga suaminya.Hingga akhirnya malam ini dia merasa perutnya semakin sakit,dia melihat jam sudah menunjukan pukul dua dini hari,dia berusaha untuk tidak membangunkan suaminya,tetapi dia benar-benar sudah tidak tahan lagi.


"Mas.....Mas...Bangun mas,perutku sakit,tolong aku...Mas." Andini berusaha membangunkan Adam,tetapi pria itu sama sekali tidak mendengar suara Andini dia tertidur sangat pulas.Andini semakin kesakitan dia tidur meringkuk di lantai seperti bayi di dalam kandungan.


"Mas....Tolong aku...Mas...." Adam benar-benar tidur seperti orang mati akhirnya karna Andini sudah tidak kuat dia melihat air minum yang ada di meja dia menyiram Adam hingga pria itu benar-benar terkejut.


"Apa itu...Ada apa..Apa yang terjadi?" Adam merasa linglung,dia belum sadar seratus persen sementara Andini sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2