
Adam terus menerus memandangi wajah Andini,tidak bosan-bosan nya Adam,melihat wajah sederhana milik istri keduanya itu.Lalu tiba-tiba ponselnya berdering,dia mengabaikan ponsel itu karna sudah larut malam. dia tidak ingin di ganggu oleh orang-orang yang bisa membuat moodnya semakin buruk.
Hingga akhirnya Adam tertidur,hingga besok paginya dia memeriksa ponselnya,dan dia melihat ada panggilan tak terjawab dari nomor yang sama.
"Ini nomor siapa,kalau tidak salah kemarin juga dia menghubungiku,apa orang-orang sekarang ini tidak ada kegiatan lagi hingga harus mengerjai ku terus." Lalu Adam menyimpan ponselnya dan tidak memperdulikan nomor yang terus menghubunginya.
Adam lalu pergi ke meja makan pagi ini dia akan menghadiri rapat penting di perusahaan keluarganya yang dipimpin oleh kakeknya langsung.saat dia sampai dimeja makan dia melihat kopi dan roti sudah tertata rapi.
"Untuk siapa ini?" tanya Adam,karna dia merasa heran tiba-tiba mertuanya sudah menyiapkan semuanya.
"Silahkan dinikmati tuan! sarapan paginya."Adam menyipitkan matanya,dia merasa curiga dibalik perobahan mertuanya dengan tiba-tiba.
"Silahkan kalian nikmati,aku akan sarapan dikantor." Lalu Adam meninggalkan kedua suami istri itu,mereka sangat merasa sedih karna sudah di abaikan oleh Adam,padahal mereka berniat baik bahkan mereka ingin meminta maaf kepada Andini jika dia sudah kembali nanti.
"Sepertinya tuan Adam tidak mau memaafkan kita pa." Ucap Fatimah dengan nada lesu,kesedihan sangat terlihat di wajah wanita itu.
"Sudah lah ma...sudah sewajarnya dia sulit memaafkan kita,apa mama tidak ingat semua kejahatan yang kita perbuat terhadap Andini?" Rahmat memberikan sedikit nasehat kepada istrinya walau sebenarnya hatinya pun sangat terluka.
Adam lalu berangkat ke perusahaan milik kakeknya,disana semua sudah berkumpul dari staf penting,pemilik saham dan juga semua yang di undang menghadiri rapat itu,tidak terkecuali kedua orang tua dan istrinya Adam.
Alex juga hadir mendampingi tuan besar pemilik perusahaan itu,walaupun beberapa Minggu ini tuan besar menurunkan posisinya,tetapi hari ini dia masih diberi kesempatan untuk mendampingi nya di rapat penting ini.
__ADS_1
"Baik lah,semuanya yang sudah hadir di tempat ini,saya tidak ingin berlama-lama di tempat ini,hari ini saya mengumpulkan kalian semua di tempat ini hannya ingin mengumumkan mulai hari ini,saya sudah benar-benar pensiun dari jabatan saya,dan saya limpahkan semua tanggung jawab saya kepada anak saya." Tuan bram,tampak tersenyum,akhirnya hari yang di tunggunya akan datang juga pada hari ini.
"Dan satu lagi saya beritahu jika saham saya di perusahaan ini sebesar 70 persen akan saya berikan kepada cucu saya yaitu Adam Smith,dan yang dua puluh persen lagi akan saya berikan kepada cucu saya yang akan segera lahir ke dunia ini.Demikian pengumuman dari saya.Dan saya mengucapkan terima kasih atas kehadirannya.Semuanya bisa kembali ke tempat masing-masing.
Wajah Amanda terlihat sangat berseri-seri saat dia mendengar pengumuman yang di umumkan oleh tuan smith,dia tidak menyangka sama sekali pria tua itu akan memberikan saham dua puluh persennya untuk anaknya yang belum lahir.
"Nak....kamu benar-benar beruntung pria tua itu sudah memberikan saham nya kepada mu sementara kamu belum lahir." Suara hati Amanda,dia terus memberikan senyuman kepada semua orang yang melewatinya.
"Amanda,jangan terlalu bahagia jika nanti anak yang ada di kandungan mu tidak sesuai DNA nya dengan adam jangankan saham,bahkan kamu akan saya akan memasukkan mu ke penjara."Ucap pria tua,itu hingga membuat wajah Amanda merah padam.
"Baik kakek,terima kasih." Amanda menunduk kepada pria itu,dia merasa khawatir dengan ucapan pria itu.
"Baguslah,setidaknya kamu harus memikirkan semua ucapan kakek.Jangan terlalu bahagia karna aku yakin seratus persen dia bukan darah daging ku." Ucap Adam lalu meninggalkan Amanda.Dia cukup puas melihat wajah Amanda yang penuh ke khawatiran.
Alex kembali ke mansion membawa tuan Smith,dia merasa pikirannya sangat pusing dia memikirkan bagaimana akhir dari semua masalah ya ke depannya.bagaimana dia harus bertanggung jawab kepada keluarga Smith jika semua rahasianya dengan Amanda akan terbongkar.
"Ada apa dengan wajahmu itu Alex,apa kamu punya masalah?"
"Tidak tuan,aku hannya merasa kurang sehat saja."
"Istirahatlah,pergi ke kamarmu,biarkan aku di ruangan ini." Ucap pria itu,lalu Alex pergi meninggalkan pria itu dan masuk ke kamarnya lalu menguncinya dari dalam,dia sangat takut jika wanita iblis itu menemuinya.
__ADS_1
*****
Selesai makan malam Andini,terlihat menonton televisi,dia menonton sebuah sinetron,saat dia melihat pemeran prianya yang sekilas sangat mirip dengan suaminya.
"Mas Adam aku sangat merindukan mu." Suara hati Andini."Tidak terasa tiga bulan lagi dia akan melahirkan sejujurnya dia sangat takut jika dia melahirkan di desa ini,selain peralatannya yang belum canggih, para bidannya juga terlihat sangat sombong.Mungkin karna Andini,tidak pernah terlihat bersama suaminya hingga beberapa orang di desa itu sedikit mencibirnya,untungnya paman dan bibi Sarah selalu bisa mengatasi para tukang gosip itu.
Andini lalu masuk ke kamarnya dan mengambil ponselnya dia ingin sekali mendengar suara suaminya malam ini,dia benar-benar rindu kepada suaminya itu.
Andini menghubungi suaminya beberapa kali tapi tetap saja tidak di angkat.hingga dia merasa sangat kecewa.
"Mas...kenapa sih kamu sulit mengangkat telepon ku,apa kamu sudah melupakan aku mas..setetes bening menetes dari mata Andini,sudah dua malam ini dia berusaha menghubungi Adam tapi,pria itu terus mengabaikannya.
"Apa kamu sudah kembali baikan dengan nyonya Amanda mas,hingga kamu mengabaikan ku terus menerus " Ucap Andini,lalu tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ternyata Adam menghubunginya.
"Deg...." Jantung Andini serasa mau meloncat sudah lama dia tidak mendengar suaminya lalu dia menekan tombol hijau
📞"Halo dengan siapa ini",seorang wanita yang bertanya ,hingga membuat Andini benar-benar kecewa.Lalu dia memutuskan sambungan teleponnya.dan dia langsung menagis di kamar itu.
"Tuan,ini ponsel anda,orang itu tidak mau berbicara tetapi sepertinya dia menagis tuan saya sedikit mendengar suara serak." Ucap sekretaris Adam,dia sengaja menyuruh wanita itu untuk menghubungi nomor yang selalu mengganggunya.
"Menagis...????"
__ADS_1
"Iya..tuan apa mungkin itu nona Andini? mungkin dia merasa merindukan tuan dan ingin mendengar suara tuan." Ucap sekretaris itu Adam sedikit terusik dengan ucapan wanita itu.
****Bersambung****