Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 119 ~ Semuanya semakin terlihat~


__ADS_3

Bara lalu menyeret pria itu agar mendekat ke arah tuan Smith,dia merasa cukup bangga karna kali ini dia bisa menunjukkan kehebatannya kepada keluarga kaya itu.


"Ambil air,aku akan menyiram wajahnya dia masih bisa tertidur pulas saat dia ingin bermain dengan ku." Ucap Tuan Smith.Alex langsung berjalan ke arah belakang lalu mengambil air satu ember kecil dan menyerahkannya kepada pria tua itu.


"Bangun....Nyaman ya tidur di rumah ini?" Ucap pria itu.Wira cukup kaget saat dirinya sudah basah,dia merasa heran melihat keadaan sekelilingnya.


"Hei....Kamu kenapa berada di tempat ini,apa yang kamu lakukan ?" Pria itu berpura-pura mengerjai Wira,dia merasa ingin mempermainkan pria itu dengan caranya sendiri.


"Maafkan aku tuan,aku tidak mengerti bagaimana bisa aku sampai disini padahal tadi aku dirumah sakit." Ucap Wira dia merasa ketakutan,tetapi dia benar-benar lupa kenapa dia bisa sampai ke mansion mewah itu.


"Siapa yang menyuruhmu untuk datang ke rumah sakit itu hah,aku yang membawamu ke mansion ini,jangan sok bodoh kamu disini,apa tujuan mu datang ke rumah sakit."


Pria itu cukup kaget saat tuan Smith mengancamnya,dia baru ingat jika saat dia hendak memasuki kamar Andini tiba-tiba pria membekapnya dari belakang dan membiusnya hingga dia tidak sadarkan diri.


"Ma...Maa...maaf tuan,aku disana hannya ingin menjenguk keluargaku yang lagi sakit tidak ada yang menyuruhku!!"


"Plak...jangan berbohong, berapa kamu di gaji Amanda untuk mengambil anak Andini yang baru lahir, kamu pikir aku tidak tau kamu itu pria suruhan Amanda,kamu adalah pria yang selalu bekerja sama dengan wanita itu,aku bisa membuatmu masuk penjara hingga membusuk disana jika kamu masih berani bekerja sama dengan wanita itu,kamu tau aku orang kaya apa pun bisa ku lakukan membuat mu mati sesuatu yang cukup mudah untukku."


Wira itu benar-benar takut dengan ancaman pria itu,dia tidak menyangka walaupun pria itu sudah cukup tua tetapi sikap kejamnya masih terlihat di wajahnya.

__ADS_1


"Maafkan aku tuan,nyonya Amanda menyuruhku untuk mengambil bayi itu,dia ingin anak itu mati,karna dia tidak ingin di ceraikan oleh suaminya " Ucap Wira dengan gemetaran.


"Hahaha.....Kamu pikir aku orang bodoh,teledor Adam bisa kelihatan teledor karna mungkin dia begitu banyak pikiran pekerjaannya hingga dia tidak memikirkan sampai ke arah sana tetapi aku masih bisa memikirkan hal jahat yang sudah di rencanakan wanita busuk itu." Ucap pria itu,dia menggertak giginya hingga diwajahnya terlihat kemarahan ya g begitu besar.


Pria itu terlihat benar-benar takut bayarannya belum di bayar oleh Amanda tetapi dia sudah tertangkap keluarga kaya itu.


"Alex antara kan pria ini ke markas besar jadikan dia sebagai tahanan di markas itu hingga dia menyesali semua perbuatannya,agar dia sadar dia berurusan dengan siapa." Ucap pria itu,Wira semakin ketakutan saat Alex menyeret dia ke sebuah ruangan dan menguncinya di ruangan yang cukup gelap di mansion itu.


"Kamu tunggu sampai sore di tempat ini,nanti kamu akan di antar ke markas tuan Adam yang ada di tengah hutan." Ucap Alex lalu dia mengunci pria itu,lalu meninggalkan tempat itu.


Bara langsung berangkat menuju rumah sakit,disana dia melihat Adam yang sedang berjalan menuju ruangan Andini,pria itu sedang menenteng beberapa peralatan bayi yang dia beli bersama mertuanya di sebuah mall.


"Ternyata Amanda menyuruh orang lain untuk mencuri bayi itu,dia benar-benar bodoh harusnya dia menyuruh orang yang lebih pintar sedikit.Lihatlah kakek tua itu akan semakin tidak suka kepadanya.Bagaiman jika Amanda ketauan lagi dengan si tua Bangka itu,aku benar-benar kesal dengan pria itu,bisa-bisanya dia lebih mempercayai wanita kampung itu dari pada Amanda."


Sementara itu Amanda terus mondar mandir di dalam kamarnya dia begitu ketakutan jika Wira membongkar rahasianya.


"Apa yang mama lakukan ke kamarku ini?" Tanya Amanda,dia begitu kaget saat mendengar kamarnya di ketuk seseorang dia pikir itu pria yang menangkap Wira tadi.


"Kamu memang cukup bodoh Amanda!!!! lihat lah kamu menyuruh pria bodoh itu mencuri anaknya Andini,pria itu sudah gagal dan sekarang dia sudah di buang ke markas besar,habislah sudah riyawat pria itu,pasti dia dijadikan makanan harimau yang ada di markas itu." Ucap Rania membuat Amanda semakin ketakutan.

__ADS_1


Amanda semakin ketakutan,baru kali ini dia begitu kecewa kepada pria itu,biasanya pria itu selalu memberinya kabar baik,kali ini dia benar-benar kecewa Karna tugas penting kali ini gagal di kerjakan nya.


Rania benar-benar mengabaikan semua ucapan mertuanya, dia tetap berhubungan dengan wanita itu,dia terus menerus memberikan Amanda uang untuk biayanya selama kabur dari mansion.


"Amanda,lebih baik kamu pulang saja,mama akan terus mendukungmu kepada Adam,tidak ada tempat untuk wanita itu di keluarga kita,saat kamu memilih pergi dari hidup Adam,belum tentu kamu mendapat pria se mapan suami mu itu." Ucap Rania.


"Lebih baik mama pulang,bukan kah mama tau jika Adam benar-benar tidak menginginkan aku lagi,ma....Anakmu begitu kejam ma...dia yang selingkuh tapi dia menuduhku memiliki anak haram jelas-jelas dia tau kalau aku tidak pernah berhubungan dengan pria mana pun.


Rania mengabaikan ucapan menantunya itu,setelah selesai mengungkapkan isi hatinya wanita paruh baya itu langsung pulang,dia tidak ingin suaminya semakin curiga kepadanya.


Rania merasa hidupnya tidak berwarna lagi,apalagi semenjak mertuanya marah kepadanya,suaminya juga sepertinya menghindari Rania.Akhir-akhir ini suaminya berusaha menjauhinya dia hannya mengirimkan pesan kepadanya.


"[Jika kamu masih keras kepala,aku juga bisa mencerai kan kamu.Papa begitu marah kepada ku karna sikapmu yang begitu keras kepala.Mentang-mentang Amanda memiliki ikatan keluarga denganmu,apapun sikapnya kamu terus saja membelanya.] Rania semakin frustasi saat membaca isi pesan suaminya,pria itu sudah pergi selama tiga hari dari mansion.Dan Rania tidak tau suaminya pergi kemana.


"Kalau begini terus bisa-bisa aku juga di buang dari keluarga ini." Rania menghubungi suaminya tetapi nomor ponsel suaminya juga tidak aktif sudah lebih dari satu Minggu.


Setelah merasa sangat frustasi dengan menurunkan gengsinya dia menghubungi Adam dan menanyakan keberadaan suaminya kepada adam anaknya.


****Bersambung**"

__ADS_1


__ADS_2