Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 42~ Kapan aku hamil part 2 ~


__ADS_3

Amanda tidak bisa menahan rasa kesalnya kepada Adam yang membawa Andini ke bandara bersama mereka.Amanda langsung keluar dari bandara itu dengan wajah yang sangat emosi.


"Dasar brengsek,kalau tadi aku tau wanita itu akan ikut bersama mengantar kakek,aku tidak mau tengah malam harus ku tempuh dari rumah mertua kembali ke mansion." ucap Amanda dia marah-marah sendirian.Dia Sama sekali tidak peduli saat orang-orang melihatnya,dengan tatapan heran.


Amanda langsung memesan taksi online karna tidak mungkin baginya satu mobil bersama Adam dia tidak ingin melihat kemesraan pasangan itu.Setelah taksi pesanannya datang Amanda langsung keluar dari bandara itu Tampa memberitahu kepada Adam,karna dia juga tau Adam pasti tidak peduli dengan dirinya.


Adam membawa Andini keluar dari bandara itu menuju puncak,hari ini Adam berencana membawa Andini jalan-jalan karna jarang dia punya waktu untuk kekasih hatinya sekaligus istri kesayangannya itu.


"Sayang,hari ini kamu sangat cantik,pasti tadi pak sopir terus melihat ke arah mu dan melihat payudara mu yang sangat menantang itu,kenapa kamu pakai baju yang sangat pas-pasan aku tidak ingin semua pria membayangkan tubuh mu itu sayang." ucap Adam membuat Andini merasa malu,lalu dia mengambil kain yang ada di tasnya dan menutup ***********.


"Tidak usah di tutup sayang,aku kan suami mu aku bebas melihatnya." ucap Adam sambil menarik kain yang menutup dada bulat milik Andini.


"Mas,aku mau nanya kok kita sudah lama bersama tapi kok aku belum hamil juga ya?" tanya Andini hingga Adam kaget dengan pertanyaan Andini.


"Apa kamu sudah sangat menginginkan kehamilan sayang hingga kamu bertanya tentang itu." Tanya Adam sementara Andini hannya diam sambil menatap ke arah luar sambil memandangi pepohonan yang mereka lewati.


"Mas,semua wanita menginginkan kehamilan,sama seperti ku."Jawa Andini dengan nada yang sangat rendah hampir tidak terdengar.Lalu Adam menarik tangan Andini dan menggenggam pakai satu tangganya,

__ADS_1


"Sayang jika Tuhan belum menitipkannya di rahimmu, kamu harus sabar ya,kalau tidak kita ke dokter dulu untuk memeriksa kita berdua atau kita lakukan program hamil saja." ucap Adam,dia sangat bahagia saat Andini sangat menginginkan anak darinya.Andini hannya menggelengkan kepalanya


"Nga usah mas aku ikutin saran mu aja mas mungkin Tuhan belum mempercayakan kita saja,lebih baik aku sabar saja." ucap Andini,Adam melihat wajah Andini yang sangat berharap lalu dia menghentikan mobilnya di pinggir dan memeluk istrinya itu.


"Yakin lah sayang suatu saat Tuhan pasti menitipkan bayi kecil di rahimmu ini." ucap Adam sambil menyentuh perut Andini lalu dia mendaratkan ciuman ke bibir Andini dan mereka menikmati ciuman itu,lalu tiba-tiba Andini tersadar dan mendorong tubuh suaminya itu


"Mas,ini di jalan nanti orang pada liat." ucap Andini menyadarkan Adam yang hampir kehilangan kendali.Lalu Adam menjalankan mobilnya kembali dan menatap sekeliling untuk mencari hotel tempat mereka untuk istrahat.Setelah beberapa menit perjalanan ahirnya Adam menemukan penginapan yang sangat sederhana sebenarnya dia sangat ragu untuk masuk ke tempat itu tapi karna dia sudah tidak tahan ahirnya dia menyewa hotel itu juga.


"Mas,ngapain kita kesini?tanya Andini saat Adam memasuki area hotel itu,bagi Adam itu hannya sebuah rumah kecil.Tapi karna dia tidak bisa menahan nya lagi,apa lagi dia merasa celananya sudah semakin sempit saja karna sang adik tidak bisa berdiam di tempat.


Adam langsung menarik tangan Andini yang masih berdiri kebingungan di pintu dan langsung mengunci pintu kamar itu,Adam langsung ******* habis bibir Andini dan merebahkannya di ranjang yang sangat sempit,yang hannya muat menampung dua orang saja.


Adam menidurkan Andini di ranjang itu,lalu dia menindih tubuh Andini dan ******* habis bibir Andini,tidak puas bermain di bibir saja Adam langsung membuka pakaian Andini dan menikmati kedua bukit kembarnya lalu.setwlah itu Adam membuka celana yang di pakai oleh Amanda dia memasukkan tangannya ke bukit kecil Andini yang sudah sangat basah.setelah merasa puas Adam langsung memasukkan miliknya ke dalam milik Andini mereka melakukan banyak gaya Andini semakin terlihat pintar mengikuti permainan Adam hingga membuat Adam selalu puas dengan permainannya.


Mereka berulang kali mengulangi permainannya dengan berbagai gaya hingga Andini merasa sangat kelelahan dan tertidur saat Adam sudah mengakhiri permainan mereka.Tidak lupa Adam langsung mencium kening istrinya itu dengan rasa yang sangat bangga.


Setelah sore harinya Andini telah bangun dan melihat suaminya yang sedang duduk di kursi sambil menikmati kopi yang ada di meja itu.Sebenarnya tujuan mereka adalah ke puncak tapi belum sampai di puncak mereka sudah istrahat tetapi karna suasana disini juga sudah sangat nyaman bagi Adam ahirnya mereka tidak sampai ke puncak mereka akan menginap sampai besok pagi di hotel ini dan Kemabli esok sore saja ke apertemen nya.

__ADS_1


"Jadi kita tidur disini mas nga pulang ke kota sekarang?" tanya Andini


"Tidak sayang kita disini saja,ternyata menikmati hidup di kalangan bawah lumayan seru juga,aku suka dengan udara disini." ucap Adam karna melihat persawahan warga di kelilingi pohon kelapa yang ada di pinggiran ladang itu,semua tanaman berwarna hijau sangat menyenangkan pemandangan.Hal itu membuat Adam jadi betah untuk tinggal untuk satu malam ini di hotel tempat mereka menginap.


"Ya,mas terserah kamu saja,aku hannya ikut apa yang kamu inginkan." Ucap Andini.


"Iya sayang,kita akan berusaha terus membuat anak disini nanti malam kamu harus membuatku puas,kita main sampai pagi hari." ucap Adam membuat Andini tersipu malu.


"Kamu,terlalu mesum ya mas,apa mas pikir aku tidak capek?tanya Andini dengan malu-malu.lalu


"Sakit tapi enak kan sayang,kamu saja sudah ketagihan bermain Sama mas." ucap Adam semakin menggoda Andini hingga Andini tidak tahan lalu dia naik ke ranjang dan menutup seluruh tubuhnya pakai selimut yang ada di ranjang itu.


Kemudian Adam langsung mengikuti Andini ke ranjang itu dan masuk ke dalam selimut hingga Adam menggelitik tubuh Andini supaya Andini keluar dari selimut itu.


"Ayo...cepat jangan tutup tubuh mu ini kalau nga mas akan terus menggelitik tubuh mu ini." ucap Adam hingga Andini tidak tahan lagi dan membuka selimutnya dan melempar selimut itu ke lantai.


👉bersambung👉

__ADS_1


__ADS_2