
Seminggu sudah Tuan Smith di rawat di rumah sakit,dan pria itu di jaga khusus oleh perawat yang sudah berpengalaman. Adam tidak tau apa alasannya pria itu sangat melarang keluarganya yang menjaganya di rumah sakit,bahkan pria itu menolak Alex juga untuk menjaganya.
Adam sebenarnya tidak tega membiarkan kakek nya di rumah sakit hannya di jaga oleh orang lain,tapi dia tidak bisa berbuat sesuatu saat pria tua itu menolaknya dengan keras.Tapi menunjukan rasa baktinya Adam setiap sore mengunjunginya ke rumah sakit.
"Sayang...hari ini kita ke apertemen untuk menemui ibumu dan Nadia,apa kamu tidak ingin memberikan Nadia nasehat,sebenarnya aku tidak percaya lagi kepada wanita itu,dia begitu keras,aku takut jika aku melepaskannya,maka dia berbuat sesuatu lagi pada mu."
"Sebenarnya mas,aku sudah sangat benci kedua orang tuaku dan juga Nadia,tapi bagaimana pun sikap mereka kepadaku selama ini,aku tidak bisa memutus hubungan begitu saja dengan kedua orang tuaku yang sudah membesarkan ku." Ucap Andini,dia teringat masa lalunya yang sangat pahit,saat ibunya menguncinya di kamar yang gelap dan mengambil semua gajinya,lalu memberikannya makanan sisa,saat ayahnya dulu dengan tega ingin memperkosanya,tapi beruntung saat itu ayahnya gagal mendapatkan dia karna Andini lari pada saat itu.
"Kamu kenapa melamun sayang." Tanya Adam.
"Tidak papa mas,hannya teringat saja masa lalu saja,bagaimana dulu sakitnya hidupku,di buat oleh keluargaku,terima kasih sayang karna sudah menjadikan aku wanita yang paling bahagia." Ucap Andini lalu memeluk dengan manja suaminya itu.
"Aku yang harus berterima kasih sayang,karna kamu sudah menjadikanku pria yang sempurna,kamu sudah mengandung anakku,sekali lagi terima kasih." Ucap Adam dan mencium kening Andini.
"Nona,ini susunya silahkan diminum." Ucap Sarah dan memberikan Andini segelas susu.
"Terima kasih bibi,aku pengen banget bi makam cumi seperti di rumah bibi hari itu,apa bibi bisa memasak untukku?"
"Bisa nak,aku akan memasak untukmu,tapi bibi harus ke pasar dulu dengan bibi Marni,mau belanja kebutuhan dapur,karna semuanya sudah pada habis." Ucap Sarah.
"Bibi,belanja kebutuhan dapur itu ke mall,jangan ke pasar disana tidak sehat,aku akan menyuruh supir mengantar kalian." Ucap Adam lalu memberikan kartu untuk Sarah.
__ADS_1
Adam membawa Andini untuk menemui keluarganya di apertemen lamanya,dia masih menahan mereka di sana,karna semenjak pulang dari pulau Adam belum pernah pergi menemui keluarga itu.
Fatimah sedang membersihkan,semua ruangan di bantu oleh Rahmat suaminya,mereka tidak ada kegiatan di apertemen itu,dan untuk keluar mereka belum diperbolehkan karna Adam tidak pernah lagi mengunjungi apertemen itu.
"Tua...n..a..a..andini....kamu sudah pulang,kapan kamu kembali ke kota ini?" Fatimah begitu kaget saat melihat Andini berada di apertemen itu.
"Kenapa,kamu takut,kamu merasa malu bertemu dengannya." tanya Adam,lalu Fatimah mendekati Andini dan ingin memeluknya,tetapi Andini menolaknya,dia belum bisa melupakan semua rasa sakit hatinya dulu kepada orang tuanya,dia merasa aneh karna tiba-tiba orang tuanya ingin memeluknya.
"Andini,maafkan mama,papa,dulu kami begitu jahat kepadamu,mama benar-benar menyesal,dan hari ini mama benar-benar tulus ingin meminta maaf kepada mu maafkan mama." Ucap Fatimah dia meneteskan air matanya,dia tidak bisa menyalahkan Andini yang masih belum bisa menerimanya,karna dia sangat menyadari semua kesalahannya dulu.
Andini mengabaikan kedua orang tuanya dia memasuki kamar yang dulu dia tempati dan dia begitu kaget saat melihat Nadia berada disana di jaga beberapa laki-laki yang sedang bermain kartu.
"Apa yang kalian lakukan dikamar ini?"
"Ternyata kamu masih hidup,bagus juga kamu,padahal aku sangat berharap kamu mati bersama anakmu itu."
"Plakkk....bertobatlah kamu,sampai kapan kamu seperti ini,lihat lah dirimu itu,kamu benar-benar manusia iblis." Ucap Andini,dia begitu marah saat mendengar ucapan Nadia,Andini berharap wanita itu akan meminta maaf dan mau bertobat,ternyata dugaannya salah saudaranya itu tetap menganggapnya musuh.
"Jangan menasehati ku,karna kamu tidak lebih baik dariku,kamu saja mengambil suami orang,tapi kamu bangga dengan itu,bahkan kamu munafik,sok suci kamu di hadapan suami mu itu."
Andini tidak tahan mendengar semua ucapan Nadia,dia langsung keluar dari kamar itu,karna dia tidak ingin tensinya naik hannya karna wanita seperti Nadia.
__ADS_1
"Mas,kita pulang biarkan wanita itu di hukum di apertemen ini,Samapi dia benar-benar bertobat." Ucap Andini,lalu dia segera keluar dari tempat itu bersama suaminya.
*****
Alex terus mengikuti Amanda kemana pun wanita itu pergi,bahkan saat Amanda pergi ke sebuah restoran yang begitu tertutup Alex mengikutinya.Pada saat itu Amanda menemui seorang pria,dan memberikan amplop,kepada pria itu,Alex merasa curiga dengan tingkah Amanda,dia tidak ingin Amanda melakukan sesuatu kepada Andini.
Sebenarnya Alex,ingin sekali membongkar semua kebusukan Amanda, tetapi pria itu ingin menunggu sampai Amanda melahirkan,karna pria itu tidak ingin Amanda melahirkan di penjara,biar bagaimana pun,anak Yang ada di kandungannya adalah darah dagingnya.
Amanda lalu keluar dari restoran meninggalkan pria itu di sana,setelah Amanda pergi menaiki mobilnya Alex langsung pergi bergabung bersama pria itu.
"Katakan kepada ku,pekerjaan apa yang disuruh wanita itu kepada mu,aku bisa menjebloskan mu ke penjara,jika kamu membantunya aku sudah memiliki bukti video kalian di ponsel ini.Pria itu sangat kaget,dia juga merasa takut kepada Alex.
"Siapa pria ini,sepertinya dia bukan pria sembarangan." Suara hati pria itu lalu,dia mencoba untuk menghubungi Amanda diam-diam,dan Alex lalu mengambil ponsel pria itu dan hampir memecahkan ponsel itu.
"Apa kamu ingin bermain-main denganku." Pria itu langsung takut,
"Wanita itu menyuruh untuk membunuh wanita yang ada di Poto ini tuan,aku minta maaf,aku akan pergi dan tidak akan mengganggu wanita itu." Dengan gemetaran pria itu pergi meninggalkan restoran.
"Sial....aku kehilangan banyak uang karna pria itu.aku harus menghubungi nyonya Amanda aku tidak ingin mendapat hinaan karna aku batal untuk menjalankan perintahnya.
Amanda sangat marah saat pria yang dia suruh, membatalkan semua perintahnya.Dia sangat marah karna pria itu memberitahunya kalau Alex sudah mengancamnya,hingga dia tidak mau melakukan perintah Amanda.
__ADS_1
"Dasar pria tak berguna itu,berani-beraninya dia mengurusi urusanku,apa dia pikir dia sudah hebat,bajingan aku akan memberikan kamu pelajaran." Ucap Amanda,dengan wajah yang sudah merah padam.
***bersambung****