Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 113 ~ Keributan di mansion ~


__ADS_3

Suasana mansion semenjak ada baby mikaila terlihat begitu rame,dimana setiap saat para pelayan sibuk mengurus baby,walaupun sang baby sudah punya baby sitter sendiri,para pelayan di rumah itu di beri kebebasan untuk mengurus sang baby.


Berbeda halnya dengan tuan besar Smith entah kenapa sedikitpun dia tidak pernah tertarik untuk sekedar melihat bayi itu.Sudah hampir seminggu mikaila di mansion itu,tetapi dia sama sekali pria itu tidak pernah mau melihat.Bahkan dia akan terlihat sangat marah jika baby itu akan menangis rewel.


Seperti pagi ini,entah kenapa dari subuh sampai sudah hampir jam sembilan pagi bayi itu terus menagis,mereka sudah memberinya susu menggendongnya,membawanya berjemur tetapi dia terus menagis hingga pria itu marah kepada para pelayan dan pengasuh bayi itu.


"Apa menjaga satu bayi aja kalian tidak mampu,dari subuh sampai pagi ini dia terus menagis?"


"Maaf tuan,aku sudah mengurusnya dengan baik tapi aku tidak tau kenapa bayi ini terus menagis." Ucap baby sitter itu,dia hampir menyerah untuk mengurusi bayinya,tetapi Rania berusaha untuk menahannya agar tidak keluar.


"Urus dengan baik jika kamu menginginkan bayi itu,jangan hannya mengandalkan orang lain." ucap pria itu,lalu pergi meninggalkan mereka.


"Ahhh....semua ini hannya membuatku kesal saja,aku tidak tau Amanda kemana,wanita itu harusnya jika ingin menjadi nyonya harusnya berjuang lebih keras bukan malah meninggalkan semua kekacauan ini." Rania terus mengumpat,dia begitu stres menghadapi semua masalah yang dia ciptakan sendiri.


"Jika aku mengantarnya lagi ke pada wanita kampungan itu bisa-bisa dia besar kepala,dan Amanda kenapa orang di rumah ini sama sekali tidak ada yang peduli dengannya,dulu wanita kampungan itu hilang,Adam sampai mengabaikan semua pekerjaannya,ini Amanda yang pergi satu pun orang tidak ada yang peduli benar-benar menyebalkan." Ucap Rania,dia semakin pusing saat mendengar baby semakin kencang menagis.


Alex sudah tidak tahan mendengar tangisan mikaila akhirnya dia keluar dari ruang kerjanya lalu menuruni tangga dan meminta bayi itu dari baby sitter.Alex langsung mengendong baby dan membawanya ke atas balkon dia mengayun-ayunkan baby itu,dan bernyanyi-nyanyi kecil hingga sang baby terlihat tenang.

__ADS_1


"Ning...Ning...Ning mikaila pengen di gendong papah ya...maafkan aku sayang,mungkin papa terlalu pengecut mengakuinya kepada semua orang biarkan mereka mengetahui sendiri nantinya papah belum siap mengakui itu semua di hadapan nyonya besar.Cup...cup jangan menagis terus,papa sedih mendengar setiap tangisanmu." Ucap Alex,sang baby terlihat tenang di pangkuan Alex.Pria itu terus menyanyikan lagu khas suara anak kecil hingga bayi itu tertidur dengan sendirinya.


*****


Riko dan ada lima pria suruhan Adam pergi ke sebuah desa,dimana menurut dari petunjuk sinyal Nadia berada di lokasi itu,tetapi saat mereka sampai di sana Riko begitu kaget karna tempat itu hannya ada satu rumah yang sepertinya masih ada penghuninya,dari beberapa rumah lainnya sudah rusak parah kemungkinan karna tempat itu sudah tidak di huni.


"Dari sinyal yang saya temukan Nadia ada di lokasi ini,terus ngapain wanita sinting itu ke tempat beginian,apa dia sedang berusaha bersembunyi dari kejaran tuan Adam,bukan kah tuan adam sudah tidak mengurusinya?" Ucap Riko mereka hannya memantau lokasi itu dari dekat karna mereka begitu takut dengan suara lolongan anjing.


"Kemungkinan dia sedang belajar ilmu hitam supaya dapat pria kaya dan macho kuat,secara nafsu wanita itu begitu tinggi tuan hahahha.Ucap salah satu pria yang pernah mencicipi tubuh wanita itu.


"Pernah tuan, bahkan kami berlima sudah menikmati tubuh wanita itu,cuma miliknya sudah tidak terlalu nikmat lagi hahaha.." Pria itu terus tertawa membayangkan Nadia yang pernah mereka nikmati rame-rame.


Riko tidak menangapi ucapan pria itu,dia bisa mempercayai ucapan mereka itu karna memang dia sangat kenal dengan Nadia,wanita yang memiliki nafsu besar.


Pada saat mereka sedang asik berbicara mere melihat seorang pria keluar dari tempat itu,dan dia diikuti oleh beberapa ekor doggy mereka dengan sangat hati-hati bersembunyi di balik pepohonan yang sangat besar itu.


Pria itu pergi meninggalkan rumahnya yang di tutupi semua seng,tempat itu terlihat sangat menyeramkan dimana pohon-pohon angker tumbuh di sekitar rumah itu.

__ADS_1


"Apa nga salah Nadia pergi ke tempat beginian lebih baik kami secepatnya mengeledah tempat ini,sebelum pria itu pulang." Suara hati Riko,lalu mereka bergegas saat melihat pria itu sudah pergi jauh dengan sepeda motor bututnya diikuti beberapa ekor doggy di belakangnya.


Pada saat mereka memasuki ruangan yang sangat menyeramkan itu,Riko begitu kaget karna dari luar tempat itu sangat terlihat kecil ternyata di dalam ada beberapa lorong yang sangat sepi.


Saat mereka memasuki sebuah gudang,disana terlihat ada baju seorang wanita yang terbuang,lalu Riko menghubungi nomor Nadia,dan benar saja ponsel Nadia terdengar berbunyi.


"Geledah semua tempat ini,Nadia pasti di kurung di tempat ini,ayo cepat sebelum pria busuk itu melihat kita di tempat ini,kita tidak tau dia manusia seperti apa,bisa-bisanya pria itu tinggal seorang diri di tempat ini." Ucap Riko,lalu para pria itu langsung bergegas mencari Nadia,dan membuka semua kamar-kamar Yang ada di rumah itu,dan semua hasilnya nihil,saat mereka hampir putus asa mereka melihat sebuah lorong yang terkunci,salah satu dari mereka langsung menendang dengan kuat pintu itu hingga melayang dan rusak parah.


Saat pintu sudah terbuka mereka melihat Nadia yang sudah sekarat seluruh tubuhnya penuh dengan pukulan keras bahkan wajahnya terlihat banyak goresan luka,kemungkinan dia mengalami kekerasan seksual dan penganiayaan yang begitu kejam


"Nadia.....Nadia,bangun ayo keluar dari tempat ini,Nadia langsung terbangun,dia hannya memakai baju yang sangat tipis dan bahkan dia tidak memakai bra.


"Riko.....tolong keluarkan aku,hiks...hiks..ayo cepat keluar pria tua itu seorang psikopat,jangan sampai kalian di temukan di tempat ini,dia bisa membunuh kalian dengan kejam." Ucap Nadia,dia kelihatan sangat gemetaran,dan dia begitu ketakutan,bahkan untuk berjalan pun dia sudah tidak mampu,karna dia setiap saat harus melayani nafsu pria bejat itu.


Mereka dengan buru-buru keluar dari tempat itu,seorang pria dengan tubuh yang sangat besar mengendong tubuh Nadia yang sudah tidak berdaya.Mereka berusaha dengan keras meninggalkan tempat itu,Riko begitu ketakutan,karna baru kali ini dia mengalami hal seperti ini.


****bersambung****

__ADS_1


__ADS_2