
Setelah beberapa bulan menjalani perawatan intensif dirumah sakit akhirnya hari ini pria tua,yang sangat dihormati di keluarga Smith akhirnya meninggalkan rumah sakit.
Walaupun tubuhnya sudah mengalami kelumpuhan dan dia belum bisa berbicara,hari ini Adam Smith sebagai cucu yang sangat berpengaruh di keluarga besar Smith membawakan kakek kesayangannya kembali pulang ke mansion.
Suasana penuh haru menyambut pria itu di mansion,mereka telah mengundang beberapa anak panti asuhan untuk menerima amal bukan ini.Mereka hanya mengungkapkan rasa syukur dengan mengundang orang-orang tidak mampu dan anak-anak panti asuhan untuk merayakan syukuran di mansion itu.
Susana tampak bahagia di mansion itu,sementara tuan Smith hannya bisa tersenyum melihat kebahagiaan orang-orang yang ada di mansion itu.
"Kakek apa kamu membutuhkan sesuatu atau kakek ingin makan dulu?" Tanya Andini,dia mendekati pria itu disela-sela kesibukannya.
Pria itu hannya tersenyum dan menggelengkan kepada yang artinya dia belum mau makan.Andini meraih tangan pria yang sudah mengerut itu,lalu dia jongkok di depan pria itu lalu meraih tangan kakeknya.
__ADS_1
"Kakek,kamu harus sehat terus ya...Aku akan menjagamu dan merawat mu."Ucap Andini Tampa terasa Andini meneteskan air mata haru di hadapan pria itu.
Rania dan datang mendekati Andini mereka sangat terharu dengan perlakuan Andini kepada mertuanya.
"Sayang kamu berbicara apa kepada kakek,hingga kamu harus meneteskan air mata di pangkuan papa."Tanya Rania,hari ini dia benar-benar bahagia karna akhirnya dia semakin sadar kalau Andini bukanlah wanita biasa dia seorang wanita yang luar biasa.
"Kamu memang wanita luar biasa sayang,setelah semua penderitaan yang kamu alami selama ini akhirnya Tuhan membuka pintu kebahagiaan kepadamu." Ucap Rania sembari memeluk menantu yang sempat tidak dia terima di keluarga mereka.
"Sayang...Untuk apa kamu merasa bersalah kepada wanita itu,bukankah itu semua pilihan hidupnya,kamu lihat bagaimana dia kejamnya menjadi seorang wanita,dia tega meninggalkan bayi yang baru lahir dirumah sakit,dan mama merasa bersyukur akhirnya mata mama terbuka melihat semua kejahatannya." Ucap Rania dia tampak memberikan dukungan kepada membantu keduanya itu.
Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba Adam datang bergabung dengan mereka.
__ADS_1
"Kalian sedang membicarakan apa sepertinya sangat serius?" Tanya Adam,dia datang membawa makanan yang akan diberikan kepada kakeknya.
"Setidaknya kami tidak membicarakan mu anak nakal." Ucap Rania,dia membantu Adam untuk menyuapi pria tua itu,sudah lama keluarga itu tidak pernah berkumpul bersama.Dan akhir-akhir ini kehangatan keluarga itu kembali terjalin semenjak mereka menerima kehadiran Andini di tengah-tengah mereka.
Dari kejauhan Amanda menatap nanar keluarga itu dia memakai masker dan kaca mata hitam agar tidak ada yang mengenali dirinya.
Ternyata Riski telah melepaskan Amanda dari markas mereka dengan perjanjian dia tidak akan menganggu keluarga itu lagi.Dan Riski juga membuat perjanjian jika dia berani menyentuk sedikit pun keluarga itu maka Amanda harus menerima konsekuensi yang sangat fatal,karna dia tidak mau menanggung resiko jika Adam marah kepadanya.Amanda menyangupi semua perjanjian itu.
Terbukti dia sudah keluar dari markas dua Minggu yang lalu tapi dia hannya mencari kesibukan dengan bekerja di sebuah toko buku.Dia tidak berani untuk bertemu dengan keluarganya dan dia juga masih ingin menenangkan diri dari semua kegilaan yang dia lakukan selama ini.
Tampa sadar Amanda meneteskan air matanya.Dia begitu menyesali semua kebodohannya yang mengakibatkan suaminya mencari wanita lain dan menikahinya.Dia terlalu serakah dengan semua harta dunia ini,dan akhirnya dia hannya mendapatkan penderitaan.
__ADS_1
***bersambung****