Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 118 ~ Ketahuan ~


__ADS_3

Setelah kakek tua meninggalkan rumah sakit dia dengan cepat menyuruh Alex untuk menjaga sekitar area ruangan Andini,walaupun Amanda sudah menghilang beberapa Minggu ini pria itu takut jika wanita itu membuat kekacauan kedepannya.


"Tuan saya sudah menyuruh empat orang pria untuk berjaga di sekitaran ruangan nona Andini,dan aku menyuruh mereka agar terlihat biasa saja karna aku takut pihak rumah sakit merasa keberatan dengan keberadaan mereka."


"Bagus,kamu memang orang yang selalu bisa ku andalkan,aku tau Amanda suatu saat pasti akan nekat jika dia tau kalau Andini sudah mengantikan posisinya di keluarga ini." Ucap pria itu.Alex merasa sangat kasihan dengan anak biologisnya.Dia merasa begitu kasihan karna memiliki orang tua yang tidak bertanggung jawab.


Saat waktu sedang luang Alex selalu menyempatkan waktunya untuk mengurus bayi itu,bahkan dia tidak lupa membawa bayi itu ke dokter untuk beberapa vaksin.Dea dengan setia menemaninya setiap dia ingin membawa mikaila untuk vaksin.


"Dea,malam ini kamu punya waktu tidak untuk menemaniku membeli beberapa perlengkapan mikaila?" Dea mengangguk setuju,sejujurnya dia sudah lama penasaran dengan sikap Alex kepada bayi itu,tapi Dea sellau menyimpan pertanyaannya di dalam hatinya,dia takut jika pria itu menganggapnya terlalu lancang.


"Baik lah pak Alex,aku punya waktu kok." Jawab Dea.Setelah malam harinya Dea dan Alex pergi ke sebuah mall setelah mereka meminta ijin kepada tuan Smith.Alex cukup terpukau melihat penampilan Dea malam ini.Biasanya Dea yang memakai pakaian pelayan hari ini Dea memakai pakaian yang cukup cantik membuat Alex sedikit tertarik dengan wanita itu.


"Pak,ayo kita jalan,nanti keburu malam." Ucap Dea membuyarkan lamunan Alex.


"A...aaa ya..Kamu cukup cantik malam ini Dea." Ucap Alex,membuat Dea tersenyum malu-malu.Entah kenapa akhir-akhir ini Alex merasa sedikit hatinya bergetar jika sedang berdekatan dengan wanita itu.


Mereka berdua belanja berbagai kebutuhan bayi,dari susu,sabun,dan beberapa vitamin untuk mikaila,Dea dengan cukup sabar menemani Alex,walaupun dia benar-benar penasaran dia tidak mau memulai untuk bertanya dia ingin pria itu menceritakan semuanya.

__ADS_1


****


Seorang pria terlihat mengendap-endap mendekati ruangan Amanda,pria itu sepertinya ingin melakukan sesuatu dia terlihat sangat hati-hati untuk berjalan ke arah ruangan itu.Sarah yang baru keluar dari kamar mandi menabrak pria itu hingga Sarah terjatuh kelantai.Pria itu tidak sadar jika dia sudah diikuti oleh pria yang menjaga ruangan Andini.


"Maaf tuan,aku tidak sengaja." Ucap Sarah,pria itu terlihat begitu marah karna dia hampir saja ketauan oleh dokter yang sedang kebetulan lewat.


"Dasar orang tua bodoh...Mata itu dipakai dasar sialan." Pria itu terus memaki Sarah sambil berjalan menjauhi ruangan itu,sementara orang yang bertugas menjaga Andini terus memantau pria itu.


Saat keadaan sudah mulai lengah pria itu kembali mendekati ruangan Andini kali ini dia bekerja lebih hati-hati,dia tidak ingin kali ini gagal lagi.Dia berani melakukan itu karna dia melihat Adam sedang pergi meninggalkan rumah sakit.


Saat pria itu membuka kamar Andini,bara pria yang bertugas menjaga ruangan Andini langsung menangkap pria itu dan memberikan bius ke mulut pria itu,hingga pria itu tidak sadarkan diri.Bara tidak ingin terjadi keributan di rumah sakit itu,lalu dia menaruh bius di dalam sapu tangan dan menangkap pria itu,lalu membawanya ke dalam mobilnya.


Saat itu Amanda benar-benar khawatir di dalam mobilnya,Karna sudah tidak sabar akhirnya dia menghubungi nomor pria itu.Dia tidak tau jika Wira sudah di tangkap oleh suruhan kakek Adam.


📞[ Halo nyonya,pria yang anda suruh sudah tertangkap olehku,jadi berhenti menganggu hidup nyonya Andini jika anda ingin hidup anda aman." ] Amanda benar-benar kaget mendengar ucapan pria itu,dia sangat ketakutan,akhirnya dia meninggalkan rumah sakit dengan cepat,dia tidak ingin tertangkap oleh keluarga mantan suaminya.


"Sial....Benar-benar sial bisa-bisanya Wira tertangkap oleh mereka semoga pria itu tidak membongkar identitas ku,bisa kacau hidupku kali ini aduh.....Kenapa semua bisa separah ini,aku harus bagaimana aku tidak terima jika aku harus digantikan oleh wanita itu." Ucap Amanda dia terus memukul-mukul stang mobilnya,hingga dia sampai di hotel tempatnya menginap,dia tetap masih kelihatan emosi.

__ADS_1


"Alex....Kakek merasa penasaran denganmu,kamu sudah lumayan berumur tidak kah kamu berpikir untuk menikah? " Tanya pria tua itu,Alex cukup kaget mendengar pertanyaan pria itu.


"Aku pengen menikah tuan,tetapi saat ini aku belum memiliki kekasih,lagian aku ingin pokus dengan karirku." Ucap Alex,pria itu tersenyum ke arah asistennya yang begitu setia,dia begitu bangga dengan asistennya ini karna loyalitas nya dalam bekerja benar-benar membuatnya bangga.


"Hm....Jadi kamu belum punya kekasih,bukankah kamu sedang dekat dengan Dea kepala pelayan di mansion ini,wanita itu cukup baik,sepertinya kalian benar-benar cocok." Alex berulang kali kaget dengan semua ucapan pria itu,dia tidak menyangka kalau kedekatannya dengan Dea juga di perhatikan oleh pria itu.


"Alex....Apa pun yang kamu lakukan di mansion ini semuanya aku tau,bahkan kamu Diam-diam perhatian dengan bayi kecil itu juga aku tau.Alex jika kamu mencintai Dea dan dia menerima semua masa lalu mu,aku mendukung hubungan kalian.Aku sudah menganggap mu sebagai saudara."Ucap pria itu membuat Alex begitu terharu.


"Ceritakan semua tentang bayi itu kepada Dea,jika dia mau menerimamu dan masa laluku,segera nikahi dia agar putrimu itu segera memiliki status,dan kamu tidak usah memikirkan tentang Amanda biarkan aku yang menyelesaikan wanita itu " Ucap pria itu.


Pada saat mereka sedang berbicara serius, tiba-tiba bara pria yang ditugaskan Alex di rumah sakit,untuk menjaga Andini datang mencari Alex dan tuan Smith ke mansion, dan bara terlihat menyeret seorang pria yang tidak sadarkan diri ke ruangan itu.Sampai mereka tiba di mansion pria itu masih saja tertidur mungkin pengaruh bius yang cukup banyak di berikan oleh bara.


Tuan Smith dan Alex langsung menuruni anak tangga,mereka menemui bara yang sedang berdiri di lantai bawah.


"Apa yang kamu bawah ke tempat ini,apa kamu mendapat tikus ini dari rumah sakit?"


****Bersambung***"

__ADS_1


__ADS_2