Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 90 ~ Kamu jahat~


__ADS_3

Adam langsung kembali ke apartemennya dan langsung berlari ke kamarnya,dia ingin memastikan apa yang di katakan oleh sekretarisnya,tapi dia sedikit berpikir dia takut kecewa,jika ternyata pemilik nomor baru itu bukanlah Andini.


"Persetan,aku akan menghajar pemilik nomor itu jika dia hannya usil kepada ku " Ucap Adam,lalu dia menghubungi nomor itu hingga beberapa kali tapi nomornya terus di silent.


[ Jangan hubungi aku lagi,kamu jahat kamu pria brengsek.] Adam semakin ketakutan saat dia membaca pesan yang dikirim oleh nomor baru itu.


Adam tidak bisa berpikir normal lagi, dia tidak tau harus melakukan sesuatu karna pikirannya sangat buntu,lalu dia menghubungi asistennya dan juga Riko agar menemuinya di apartemennya.


Tidak lama kedua pria itu langsung datang,Adam lalu keluar dari kamarnya,dan menemui mereka berdua.


"Robi tolong lacak siapa pemilik nomor ini,dan dia tinggal di daerah mana,dia terus menghubungiku,aku takut jika itu Andini." Ucap Adam,pria itu benar-benar terlihat sangat berantakan rambut yang acak-acakan dan bajunya masih belum diganti padahal,ini sudah sangat larut.


"Tuan,jika itu memang nona Andini,kenapa dia tidak langsung menghubungi tuan dan menyuruh tuan menjemputnya,kenapa harus menganggu tuan."Ucap Robi dia sedikit takut jika ucapannya salah di mata Adam.


"Lakukan apa yang ku suruh sekarang juga!!! malam ini harus kita dapatkan pemilik nomor itu, dan dia tinggal di daerah mana." Ucap Adam,dan hal itu membuat Robi tidak berkutik lagi,dia langsung menghubungi temannya yang kebetulan bekerja di sebuah jaringan.


Dengan sedikit sogokan,Robi mendapat informasi tentang pemilik nomor itu dan tentu saja Adam merasa sangat kecewa,dia sangat berharap pemilik nama dari nomor itu adalah istrinya.


"Tuan,pemilik nomor itu tinggal di salah satu pulau,apa kita tidak pergi melihatnya kesana,agar kita bisa memastikannya dengan jelas,bisa saja Andini meminjam nomor orang untuk menghubungi tuan." Ucap Riko,hingga wajah Adam kembali bersemangat.


"Kamu memang pria yang hebat,jika benar Andini tinggal di pulau itu maka aku akan memberikan jabatan untukmu di perusahan ku." Ucap Adam dan Riko sangat bahagia mendengar janji dari Adam.Riko sangat berharap Andini berada di pulau itu,agar dia bisa kembali bekerja di perusahaan apa lagi perusahaan dari keluarga Smith dia sangat menginginkan itu.

__ADS_1


Keesokan paginya Adam,Riko,Robi dan beberapa pengawal pergi menuju pulau itu,Adam berdoa sepanjang perjalanan semoga dia menemukan Andini,jantungnya terus berdebar,dia takut kecewa,jika dia tidak menemukan Andini di pulau itu.


Akhirnya kapal yang mwmbawa Adam ke pulau itu langsung berlabuh di desa itu,Adam memandangi keindahan desa itu.


"Apa mungkin Andini berada di pulau ini? kenapa dia bisa sampai ke tempat ini,atau jangan-jangan kami akan pulang dengan kekecewaan dari desa ini." Suara hati Adam.


"Pak,permisi kami mau tanya apa bapak pernah melihat wanita yang ada di Poto ini berada di daerah ini?" Tanya Riko kepada seorang pelayan.


"Tidak pernah,silahkan tanya kepada yang lain." Ucap pria itu lalu meninggalkan mereka.Dan ternyata hari ini pria yang menampung Andini sedang tidak pergi kelaut.


Riko paling antusias mencari keberadaan Andini,tidak bosan-bosan dia bertanya kepada semua warga,yang dia temukan di laut itu tapi satupun tidak ada yang melihat Andini,dan Adam sudah mulai putus asa terlihat dari wajahnya yg sudah mulai masam.


"Kamu,sangat bersemangat mencarinya, apa kamu masih mencintainya,menyesal aku membawamu ke tempat ini."Ucap Adam.Tetapi Riko tidak peduli yang dia butuhkan adalah pekerjaanya.Dia sangat berharap Andini di temukan di pulau ini.


"Apa kamu tidak menginginkan Nadia,kamu bisa menjadikan dia istrimu."


"Tidak ada seorang pun pria yang menginginkan wanita murahan menjadi istrinya,se brengsek apa pun itu prianya pasti menginginkan wanita yang baik-baik juga." Ucap Riko,membuat dia merasa lega,hampir saja dia cemburu kepada pria itu karma dia yang paling bersemangat mencarinya.


"Bagiamana kalau kita mengelilingi desa ini,kita bisa menginap di rumah warga sini jika kita tidak menemukannya hari ini."


"Lakukan yang terbaik,aku berharap semua ini tidak sia-sia." Ucap Adam mereka mulai berjalan menuju ke arah pedesaan,saat itu Andini sedang di temani bibi Sarah untuk melakukan jalan sore,Andini mengeluh seluruh kakinya merasa kesemutan,dengan sabar bibi Sarah menuntun Andini.

__ADS_1


Andini terus berusaha melangkahkan kakinya,dia berjalan sore dengan daster merah maroon yang dibeli bibi Sarah untuknya.Andini terlihat sangat anggun memakai daster itu,dia terlihat sangat cantik walaupun perutnya sudah mulai membuncit.


Dari kejauhan Adam memperhatikan Andini,dia terus mempercepat langkahnya untuk melihat wanita yang sangat mirip dengan Andini.Dan benar saja semakin dekat Adam semakin yakin kalau itu Andini,lalu dia berlari untuk menjumpai wanita yang sangat mirip dengan istrinya itu.


"Andini....."


"Deg...." Andini merasa dia seperti bermimpi dia merasa mendengar suara yang sangat dia rindukan lalu dia membalikkan tubuhnya...


"Andini....." Adam langsung berlari memeluk tubuh Andini,dia menagis di pelukan Andini,dia tidak menyangka akan bertemu dengan istrinya hari ini.


"Andini....hiks...hiks...terima kasih sayang kamu masih hidup untukku...terima kasih karna kamu menjaga anak kita...terima kasih untuk semuanya..Hiks..hiks.." Adam tidak peduli dengan asistennya,Riko dan para pengawalnya dia terus menagis saking terharunya.Andini juga tidak kuasa menahan air matanya ternyata rasa rindunya kepada suaminya akan terobati hari ini juga.


"Siapa dia nak..." Tanya Sarah Adam lalu melepaskan pelukannya,lalu menyalami dan mencium tangan wanita itu.


"Terima kasih bibi sudah menjaga dan merawat istriku,aku tidak bisa membalas kebaikan bibi ini." Ucap Adam.


"Sudah kita lebih baik ke rumah kami saja,bibi akan memasak untuk kalian,mungkin kalian sudah sangat kelaparan."Lalu mereka berjalan ke menuju rumah Sarah.Adam tidak melepaskan sedikitpun Andini dari genggamannya,dia menuntun Andini dengan sangat hati-hati,dia semakin bahagia melihat perut Andini yang sudah besar.


"Tuan Adam....." Marni langsung berlari dan menyalaminya,dia begitu bahagia saat melihat kedatangan mereka ke pulau itu.


"Terima kasih bibi sudah menjaga Andini selama ini." Ucap Adam lalu mereka memasuki rumah yang sangat sederhana kemungkinan jika mereka tidur di rumah itu,mereka tidak akan muat.

__ADS_1


****bersambung****"


__ADS_2