Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 36 ~ Belajar mengendarai mobil ~


__ADS_3

Adam lalu mempertimbangkan permintaan Andini.Dia juga ingin Andini menjadi wanita yang mandiri.


"Baiklah sayang aku akan mendaftarkan mu nanti aku juga akan membeli mobil untuk mu." ucap Adam Andini sangat bahagia ahirnya dia bisa pergi kemana saja Tampa harus di antar oleh supir.


"Emang kamu pengen mobil apa sayang?"tanya Adam Andini bingung karna dia tidak mengerti masalah mobil."tanya Adam


"Ya mobil yang biasa aja mas, kayak yang di jalan-jalan itu apa itu namanya mas, Xenia iya mas?tanya Andini polos membuat Adam tertawa mendengar ucapan Andini.


"Hahahaha kamu minta Xenia sayang, hahaha apa kata orang istri pengusaha terkenal pakai mobil Xenia,ya sudah kamu belajar aja yang giat nanti biar cepat pintar, terus SIM mu cepat keluar nanti masalah mobil mas sendiri nanti yang pilih untuk mu." ucap Adam masih saja merasa lucu karna Andini meminta mobil yang baginya sangat murahan.Andini sangat malu di karna di tertawa i suaminya terus menerus.


Ahirnya mereka sampai di apertemen nya,karna malam sudah semakin larut dan Andini merasa tubuhnya sangat lelah ahirnya dia mandi dan beristirahat.Adam yang melihat Andini sudah sangat lelah dia tidak berani meminta jatah kepada istrinya itu,lalu dia membuka ponsel pintar nya dan membaca beberapa email dari Robi.


Nadia dan kedua orang tuanya sampai di rumahnya,Nadia yang sangat marah mengambil beberapa barang lalu melemparinya ke dinding hingga pecah berantakan,dia sangat iri karna ahirnya Andini bisa menikmati hidup yang mewah bersama pria kaya raya.


"Ini semua karna papa....andai saja papa tidak menjual Andini dia tetap bersama kita menjadi babu di rumah ini,lihat pa,dia sudah jadi nyonya sementara aku apa hidup ku melarat gara-gara kalian,aku benci kepada kalian aku menyesal punya keluarga seperti kalian....benci..iiii."Nadia menjerit dirumahnya sambil menagis ayah dan ibunya tidak bisa menenangkan Nadia kalau sudah marah seperti ini.


"Sabar sayang kita harus mencari ide untuk menghancurkan hidup Andini," ucap Fatimah sambil menenangkan anaknya itu dia tidak tega melihat Nadia yang hidup serba kekurangan sementara Andini hidup bergelimang harta.


"Terus saja ma mencari ide tapi sampai hari ini kita belum melakukan tindakan apa pun kepada Andini terkutuk itu,lihat ma pakaiannya yang mahal tasnya yang branded dan sepatunya,apa lagi kalung dan anting berliannya semua kelihatan mahal ma,aku sangat iri kepadanya ma." ucap Nadia air matanya bercucuran karna dia tidak bisa hidup seperti Andini.


"Nadia,kenapa kamu tidak memanfaatkan Riko untuk menghancurkan Andini?bukan kah Riko sangat mencintainya?" tanya Fatimah penuh antusias dia ingin sekali melihat Andini hancur apalagi mendengar kata-kata Andini yang di restoran membuat Fatimah semakin geram kepada Andini.

__ADS_1


"Ma,dulu Nadia juga sudah minta tapi dia masih menyusun rencana, tapi sampai hari ini, rencananya masih belum terlaksana apalagi nadia sudah tidak pernah melihatnya lagi. Dan berkunjung kesini pun Riko tidak pernah lagi." ucap Nadia dia sudah mulai tenang karna ibunya juga mendukung rencana busuknya itu sementara sang ayah pura-pura tidak mendengar obrolan dua wanita itu dia pura-pura menonton agar Fatimah tidak menyuruhnya macam-macam.


"Ya udah kita cari ide masing-masing, jangan biarkan betina itu bisa menikmati hidup enak di dunia ini."ucap Fatimah di wajahnya jelas terlihat kebencian yang sangat dalam kepada Andini.


****


Tiga hari kemudian terlihat Amanda bertemu dengan pria suruhannya mereka bertemu di cafe seperti biasanya.


"Berita apa yang kamu berikan kepada ku ku harap itu bisa membuatku bahagia." ucap Amanda dengan sangat antusias.


"Bos,asisten si pria tua itu sedang butuh uang yang cukup banyak karna adik semata wayangnya sedang menderita kangker otak stadium tiga,mereka butuh uang sebanyak 1 miliar rupiah untuk biaya operasinya di luar negri"ucap pria bayaran itu,


"Banyak banget apa semahal itu biaya yang harus ku berikan padanya agar dia memberikan informasi kepada ku kenapa si kakek tua ini membenciku." ucap Amanda dia tidak rela uang sebanyak itu harus di berikan kepada asisten kakeknya hannya demi sebuah informasi.


"Kadang emang otakmu sungguh pintar semoga dengan aku jalankan ide mu kakek tua itu bisa kembali baik kepada ku dan Rumah tanggaku bisa kembali seperti dulu walaupun Adam tetap cuek kepadaku.Ucap Amanda membuat Wira merasa bangga karna bos nya itu bisa menerima sarannya.


"Gitu dong bos,berikan bayaran ku supaya aku pulang,nanti ada yang curiga kepadaku." ucap pria itu lalu Amanda membayar upahnya,setelah itu dia bergegas keluar dari cafe itu.


Amanda tinggal sendirian di cafe itu, Amanda rasanya enggan untuk meninggalkan kafe itu,tiba-tiba dia punya ide untuk pergi menemui mertuanya sekalian bertemu dengan asisten kakeknya itu.Disaat hendak beranjak dari tempat duduknya tiba-tiba dia mendengar pembicaraan dua pria,yang baru muncul di kafe itu


"Heh,kamu tau nga kemarin malam saya melihat pak Adam Pengusaha yang terkenal hebat itu mengandeng seorang wanita yang sangat muda,apa dia sugar baby-nya,keren emang pak Adam,dia bisa mendapatkan wanita secantik itu." ucap salah satu dari mereka,

__ADS_1


"Kalau banyak uang yakin lah,akan banyak wanita yang menyerahkan tubuhnya dengan gampang." ucap salah satunya lagi dan Amanda yang mendengar itu merasa mulai panas.


Lalu dengan kesal Amanda meninggalkan kafe itu menuju rumah mertuanya dia ingin mencari waktu yang pas untuk mendekati asisten yang sangat dingin itu.


Setelah tiga puluh menit mengendarai mobilnya Amanda ahirnya sampai di rumah mertuanya yang sangat mewah itu,bahkan Rumah kakeknya ini jauh lebih besar di bandingkan rumah yang di tempati Amanda sekarang.


Sesampainya di dalam istana dia di sambut oleh para penjaga Rumah dan para pelayan,seluruh pelayan dan para penjaga keamanan dan tukang kebun ada sebanyak tiga puluh orang yang di awasi oleh salah satu kepala pelayan yang sudah tua dan sudah lama mengabdi di keluarga kakeknya Adam.


"Selamat siang nyonya Amanda,?tanya kepala pelayan dengan sopan karna pelayan itu tau Amanda adalah menantu kesayangan sang empunya rumah.


"Iya,pak cep,papa mama ada," tanya Amanda dia ingin bertemu mertuanya terlebih dahulu sebelum menjalankan rencana nya.


"Tidak nyonya,tuan dan nyonya sudah dua Minggu berada di Jepang mengurusi perusahaan yang sedang ada masalah sedikit." ucap kepala pelayan itu,dia bisa berbicara dengan bebas karna dia berpikir Amanda juga adalah nyonya di keluarga itu.


👉bersambung👉


visual Adaml



nama:Adam Smith

__ADS_1


umur :34 tahun


pekerjaan:pria yang punya banyak bisnis.


__ADS_2