Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 97 ~ Berhentilah ~


__ADS_3

Setelah Adam selesai menemani Andini olahraga dia langsung memberikan istrinya segelas susu hamil,dan menghapus keringat Andini yang bercucuran di dahinya.Sementara pria itu bersiap-siap hendak berangkat kerja.


"bibi,aku titip Andini ya,hari ini mungkin aku akan lama pulang dari kantor, karna banyak sekali hari ini jadwalku,tolong Andini dijaga dengan baik." Ucap Adam,kepada kedua pelayan dirumahnya,walaupun keduanya terlihat sudah lumayan tua,tetapi mereka benar-benar pandai dalam bekerja bahkan sangat telaten.


"Aku bisa jaga diri mas,aku tidak pergi keluar rumah lagi." Ucap Andini,Adam langsung mencium kening istrinya dan meninggalkan mereka bertiga sementara Antoni langsung menutup pintu gerbang.


Setelah kepergian Adam,Andini hannya bersantai di sopa sambil menonton drama Korea,di temani kentang goreng kesukaannya.Tiba-tiba Antoni sudah membawa orang yang sangat dikenali Andini,wanita itu langsung berdiri untuk mempersilahkan tamunya duduk di sopa itu juga.Tidak lupa dia menyuruh Marni membawa sisa makanannya ke dapur.


Silahkan duduk tuan,nyonya apa yang membuat nyonya." Ucap Andini,dia berusaha untuk tegar dan terlihat tenang dia sudah berjanji kepada suaminya kalau dia tidak boleh ditindas oleh siapa pun.


"Bagus juga rumah yang diberikan anakku untukmu." Ucap Rania,dari kata-katanya dia terlihat sedikit menyindir Andini.


"Mama,jangan mencari keributan,aku hannya ingin berbicara baik-baik kepada Andini." Pria itu terlihat tenang walaupun sebenarnya dia juga tidak menyukai Andini sama sekali.


"Ada apa ini tuan?"


"Andini,aku langsung ke intinya saja,aku meminta kepada mu sebagai papa dari Adam,tolonglah kamu tinggalkan Adam,tidak ada tempatmu di rumah kami,kamu kan tau dari awal Adam sudah menikah,harusnya kamu berpikir sebelum menerima Adam sebagai suamimu.aku tau kamu seorang wanita baik-baik tidak akan mungkin kamu menghancurkan perasaan wanita lain,jadi aku meminta dengan sangat kepada mu,tolong lupakan Adam,aku akan memberikan uang kepadamu berapa pun yang kamu mau,yang penting tolong pergi jauh dari kota ini " Andini begitu kaget dengan ucapan pria itu,dia menelan saliva nya yang begitu keras bahkan dia seperti menelan duri yang tersangkut di tenggorokannya.


"Maafkan aku tuan,aku tidak bisa memenuhi permintaan mu,sekalipun Adam tidak memiliki apa pun,mungkin aku akan tetap mencintainya,apalagi di rahimku anak kami telah tumbuh.tidak masalah bagiku,aku istri kedua,tidak masalah kalian tidak menganggap ku ada,tetapi aku tidak akan pernah meninggalkan mas Adam." Andini begitu berani berbicara di hadapan pria itu,Wajah Rania benar-benar marah,dia tidak menyangka Andini seberani itu kepada mereka.

__ADS_1


Pria itu juga cukup kaget melihat keberanian Andini,yang mereka tau adalah Andini wanita yang begitu penakut,tetapi hari ini dia dengan berani melwan mereka.


"Tapi,kami tidak mau Rumah tangga anak kami hancur hannya karena ulah mu,semenjak kamu hadir dalam kehidupan anakku,kami semakin tidak bisa memberi nasihat kepadanya."


"Maafkan aku tuan, apa pun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkan mas Adam,jika memang dia yang sudah tidak menginginkanku,apa boleh buat."


Pria itu terdiam mendengar ucapan Andini.Alex yang mengawasi mereka tersenyum melihat keberanian Andini,dia merasa salut melihat Andini yang berani mempertahankan cintanya kepada Adam.


Rania dan suaminya langsung meninggalkan rumah Andini,Meraka merasa hannya melakukan sesuatu yang sia-sia.


Hari ini,Nadia memasuki sebuah bar cukup mewah,penampilannya benar-benar berubah,dia berubah begitu cantik.


"Harusnya seperti ini lah caraku menikmati hidup,ayo Nadia segera cari pria kaya yang menjadi pendampingku,jangan kalah dengan wanita itu.Andini aku akan membawa pria yang lebih hebat dari suamimu itu.Walaupun sekarang kamu memang,bahkan papa,mama sudah mendukungmu,aku benar-benar tidak peduli,jika aku mendapat pria kaya,aku tidak akan mau mengakui kalian bertiga." suara hati Andini.Dia masih berdiri di depan bar itu sambil memandangi orang-orang yang berlalu lalang di depan bar itu.


"Malam...Om,apa aku bisa duduk di kursi ini?" Tanya Nadia berpura-pura,wanita itu begitu tertarik melihat pria itu dengan setelan jas bermerek dan kunci mobil yang terletak di meja itu,Nadia begitu yakin kalau pria itu orang kaya.


"Silahkan...kamu anak baru di tempat ini?" tanya pria itu.


"Iya mas,aku baru pertama masuk ke tempat ini,Nadia sengaja memancing pria itu dengan tatapan menggodanya.

__ADS_1


Lama mereka berbincang-bincang di tempat itu,mereka sengaja pergi ke tempat yang paling sudut agar suara mereka terdengar lebih jelas.Nadia sedikit kecewa karna ternyata pria itu sudah menikah dan memiliki seorang putri.Setelah mereka puas mengobrol,pria itu langsung mengajak Nadia masuk ke sebuah hotel disana mereka langsung menikmati malam yang panjang,Nadia begitu puas karna dia sudah begitu lama tidak di sentuh tangan pria.


"Mas,permainan mu benar-benar membuatku puas,apa mas juga puas dengan ku?"


"Lumayan,kamu wanita yang begitu nakal." Ucap pria itu,lalu mengecup bibir Nadia sekali lagi.


****


Setelah Adam menyelesaikan semua pertemuannya dengan klien hari ini,dia pergi menemui keluarga Amanda bersama asistennya Robi.Keluarga itu merasa begitu terhormat Karna Adam menemui mereka secara langsung.


"Ada apa nak Adam kamu tiba-tiba menemui kami di tempat ini,harusnya kamu buat janji terlebih dahulu,jadi kita bisa melakukan pertemuan di restoran atau ditempat yang lebih layak." Ucap pria itu.


"aku tidak ingin berpura-pura lagi pak...aku sudah menalak Amanda,sudah lama hubungan kami tidak sehat,jadi kemungkinan aku akan mencabut semua investasi ku dari perusaahan ini,aku sudah berapa kali meminta cerai kepadanya,tetapi dia begitu kekeh menolak perceraian ini."


"Apa maksud semua ini nak Adam,bercerai,apa yang membuat kalian bercerai,kamu tidak mengerti ya,kalau keluarga Smith sudah melakukan perjanjian kalau hubungan keluarga kita tidak bisa putus."


"Aku tidak punya janji apa pun,aku hannya memberitahu kepada kalian jika aku bukan lagi menantu keluarga ini,jadi kalian jemput anak kalian dari mansion ku." Adam langsung meninggalkan ruangan itu,sementara pria itu terlihat sangat marah.


"Dasar Amanda bodoh...apa mengambil hati seorang Adam saja dia tidak mampu,aku akan memberimu pelajaran jika keluarga ini akan kembali miskin seperti dulu."

__ADS_1


Pria itu lalu pergi ke parkiran dia ingin menemui amanda yang sudah membuatnya kecewa.


****Bersambung***


__ADS_2