
Dua Minggu setelah kejadian Amanda menjebak Alex,dia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.Sepanjang pagi ini dia merasa kepalanya sangat pusing.Karna Amanda tidak ingin melewatkan sarapan pagi bersama keluarga besarnya, dia tetap memaksakan diri untuk turun kebawah.Bahkan pagi ini wanita itu tidak berani untuk mandi pagi karna rasa pusing yang di deritanya.
Ahirnya semua keluarga tampak sudah duduk rapi menikmati sarapan paginya,tidak terkecuali dengan Adam,dia selalu rutin kembali mansion nya dan akan singgah ke rumah Andini jika dia hendak berangkat ke kantor,dan saat sore harinya dia akan disana sampai jam sembilan malam,pria itu sudah semakin lihai dalam mengatur jadwalnya,apalagi Andini yang tidak pernah membantah peraturan yang dia buat.
"Sayang,wajahmu terlihat pucat apa kamu sakit?
"Tidak tau mah,dari tadi kepala Amanda sangat pusing."
Semua mata menatap ke arah Amanda,tidak terkecuali Adam,tetapi dia tidak terlalu ambil pusing karna Amanda bukan lah prioritas baginya.
"Adam,kamu antar istrimu ke dokter,lihat itu wajahnya sangat pucat."
"Ma,pagi ini aku sangat sibuk,dan aku juga akan melakukan meeting dikantor!" Adam menolak keinginan ibunya.
"Biar mama yang mengantar mu Amanda!"Lalu mereka melanjutkan sarapan paginya,Amanda semakin merasa kepalanya sangat pusing,hingga dia tidak bisa lagi menahan tubuhnya lagi dia,hendak berdiri untuk kembali masuk kekamar tiba-tiba pandangannya buram dia hannya melihat wajah sinis suaminya,dengan tatapan yang tidak bisa di artikan oleh Amanda...
Brakkkk.....
Amanda hampir jatuh mengenai meja makan,beruntung Adam dengan refleks,langsung menangkap tubuh Amanda
"Amanda...apa yang terjadi kepadamu?" Rania langsung menjerit melihat menantunya yang tiba-tiba jatuh pingsan.
"Adam...segera bawa dia ke dalam mobil mama akan membawanya ke rumah sakit."Dengan terpaksa Adam membopong tubuh Amanda ke dalam mobil lalu membiarkan wanita itu di berada di sana sampai Rania masuk ke dalam mobil itu dan segera mereka pergi menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit,sopir langsung membuka mobil,dan beberapa perawat tampak sibuk mengangkat tubuh Amanda dan membawanya ke ruang IGD.
Setelah melakukan pemeriksaan dokter langsung memanggil Rania ke ruangannya.
"Maaf dengan siapa saya bicara?"
__ADS_1
"Saya Rania mertuanya,apa yang terjadi dengan menantu saya dokter?"
"Maaf,kalau boleh tau suaminya ada dimana?"
"Maaf hari ini anak saya sedang ada meeting dengan kliennya."
"Sayang sekali harusnya kabar baik seperti ini,harus di sampaikan kepada suaminya juga,tetapi nga masalah ibu juga bisa memberi tau kepada suaminya nanti.Selamat ya ibu menantu anda positif hamil."
"Apa dokter...? Hamil....Terima kasih dokter..terima kasih banyak."
Rania tampak sangat bahagia mendengar kehamilan Amanda.Lalu dia segera menemui Amanda yang masih berbaring lemah di ranjang rumah sakit.
"Sayang...terima kasih akhirnya kamu hamil juga." Rania langsung memeluk Amanda,sementara Amanda merasa sedikit bersalah kepada keluarga besarnya itu.Dia benar-benar tau kalau anak yang dia kandung bukan lah milik Adam tetapi milik Alex,yang akhir-akhir ini bisa membuat hatinya sedikit bergetar.
"Sayang,kok kamu nga kelihatan bahagia?
"Enggak kok ma,Amanda sangat bahagia,akhirnya keluarga Smith akan memiliki keturunan dan pewaris berikutnya." Rania semakin merasa bahagia lalu dia segera mengambil beberapa vitamin yang sudah di resep oleh dokter kandungan,setelah itu kedua wanita itu meninggalkan rumah sakit itu.
"Ada apa dengan ku hari ini,akhir-akhir ini terlalu banyak masalah yang membuatku pusing.Belum lagi masalah Amanda yang menjebak ku kemarin, aku bisa mati jika Amanda hamil anakku." Suara hati Alex,dia merasa hatinya semakin sulit semenjak Amanda menganggu kehidupannya.
Malam itu,keluarga Smith terlihat berkumpul di ruang tamu, Rania mengundang mereka untuk cepat kembali dari kantor karna ada kabar bahagia yang akan dia umumkan malam ini.Adam juga terlihat di ruangan itu,dengan wajah yang masam karna telah menganggu kebersamaanya dengan Andini.
"Papah....akhirnya penantian kita selama ini tidak sia-sia."Rania mengantungkan ucapannya dan melihat ekspresi Adam,
"Adam....akhirnya kamu akan jadi seorang ayah,istri mu Amanda sedang mengandung anak kamu."
Jedarr......Bagaikan petir di siang hari Adam mendengar ucapan mamanya,tidak mungkin baginya kalau Amanda hamil jelas-jelas kemarin dia ingat benihnya dia buang di kamar mandi.
"Tidak mungkin ma..itu bukan anakku." Adam langsung terjatuh ke lantai,semua keluarga menatap tidak percaya dengan ekspresi Adam."
__ADS_1
"Apa....!!maksud kamu Adam berbicara seperti itu apa kamu mau menjadi pria pengecut?"Ayahnya langsung berteriak melihat reaksi dari Adam.
"Pa....itu benar-benar bukan anakku,aku tidak mau mengakuinya."
"Plaaakkk..." Sang ayah langsung mendaratkan tamparan keras ke wajah Adam,sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh pria itu kepada Adam.
"Sudah...sudah untuk apa kamu menampar cucuku,sekarang aku bertanya kepada mu Amada apa benar anak itu milik Adam?"
"Deg..."
Amanda sangat kaget mendengar pertanyaan yang sangat menusuk dari pria tua itu,dia tidak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti itu."
"Pa...kenapa malah memojokkan Amanda,kalau bukan anak Adam,terus anak siapa lagi..udah..udah Minggu ini kita akan mengadakan syukuran di rumah ini, Amanda maafkan Adam yang tidak menyambut kehamilan mu hari ini mungkin dia terlalu kelelahan mama antar kamu ke kamar." Rania langsung membawa Amanda memasuki kamarnya.
"Kamu jaga kehamilan mu ya,mama akan memberikan Adam pelajaran,apa dia pikir wanita itu bisa mengantikan posisi mu."
Lalu Wanita itu menuruni anak tangga, kembali bergabung dengan keluarganya,dia cukup kecewa kepada Adam dan mertuanya karna kurang menyambut ke hadiran calon pewaris Smith dikemudian hari.
"Adam...kamu sudah membuat mama kecewa.Kamu lupa malam itu kamu sudah tidur bersama Amanda,jangan bilang kalau kamu tidak menyetubuhi Amanda,mama tidak akan percaya ucapan mu itu."
Rania tampak menekuk wajahnya dia sangat kecewa dengan reaksi kedua kakek,cucu itu.Rania sangat tau kalau pria tua itu,sangat mencintai cucunya tapi,tidak harus mendukung semua kelakuan dari Adam.
"Adam...antar kakek ke kamar,Kakek merasa tubuh kakek sangat lelah duduk disini." Adam langsung beranjak dari tempat duduknya dan membawa pria itu kembali ke kamarnya.Wajah Rania semakin merah padam menahan marah,karna mertuanya seakan mendukung semua sipat buruk Adam.
"Kakek,maafkan Adam karna sudah tidak berlaku sopan di hadapan kakek barusan." Adam mengutarakan isi hatinya,karna dia memang sangat yakin kalau bayi Amanda bukan lah miliknya.
"Harusnya kakek yang minta maaf untuk mu."
*****bersambung ***
__ADS_1
Terima kasih kakak tersayang karna sudah mendukung karya ini maaf kalau belum bisa sesuai selera Kaka semua love you.