
Hari ini,di apertemen Andini ,Dea kepala pelayan di mansion Adam terlihat membawa Andini ke sebuah pelatihan mengemudi mobil.Adam menugaskan Dea untuk menemani Andini selama latihan.Hal ini di lakukan Adam supaya Andini merasa nyaman dalam belajar dan tidak merasa tertekan.
"Nona,apa nona sudah siap?"Tanya Dea Andini hannya mengangguk dan tersenyum lalu mereka meninggalkan apertemen nya dan segera pergi ketempat pelatihan.
Selama latihan Dea sangat memperhatikan Andini,dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Andini karna tuannya sudah mempercayakan Andini kepadanya dari awal Adam membawanya ke mansion.Dea tau kalau Adam sangat mencintai istrinya itu.Amanda berlatih dengan sangat tekun dia tidak ingin mengecewakan suaminya yang sudah memberi kepercayaan kepadanya.
Setelah melakukan beberapa kali latihan,ahirnya mereka selesai untuk latihan pertama Andini sangat merasa bahagia karna ternyata belajar mengemudi tidak sesulit yang dia bayangkan.
"Dea,kita istrahat dulu di warung pinggir jalan ya." ucap Andini,dia sangat merindukan suasana dulu saat dia masih bersama teman-temannya.
"Nona,lebih baik kita istrahat di cafe itu saja karna kalau di warung pinggiran jalan,pasti tempatnya tidak higenis." ucap Dea,dia hannya ingin memberi yang terbaik kepada istri tuannya itu,apa lagi tadi tuannya sudah mengingatkannya agar memenuhi segala permintaan Andini.
"Nga papa Dea,aku sangat merindukan tempat ini,dulu aku bersama sahabat ku sering minum disini,saat kami baru pulang dari tempat kami bekerja."Ucap Andini,lalu Dea langsung menepikan mobilnya di sebuah warung yang tempatnya lumayan bersih dan strategis.
Lalu mereka duduk dan Andini langsung meminta dua botol minuman dingin karna cuaca yang begitu panas.
"Dea,kamu duduk bersama ku saja,kalau kita lagi bersama kamu jangan terlalu menjaga jarak anggap saja aku sebagai teman mu."ucap Andini,Dea merasa bahagia karna Andini sangat jauh berbeda dengan istri pertama tuannya yang begitu angkuh dan sombong.Walaupun Dea merasa sedikit canggung tetapi dia tetap juga duduk di samping Andini.
__ADS_1
Pada saat Andini dan Dea sedang asik bermain ponsel tiba-tiba Nadia datang mendekati Andini dan langsung menarik rambut Andini sekuat tenaganya,
"Ohhh....ternyata anak nga tau diri ini sedang duduk disini,enak kamu ya dasar anak durhaka nga tau diri,ini balasan mu kepada orang tua yang sudah melahirkan mu,kamu hidup dengan nyaman sementara keluarga mu untuk makan pun susah."Ucap Nadia,Andini sangat kaget dan berusaha melepaskan tangan Nadia dari rambutnya.
"aaahhh.....lepaskan tangan mu dari rambut ku,sakit.." ucap Andini menjerit Dea sangat kaget dengan serangan yang sangat tiba-tiba itu,Dea langsung menarik tangan Nadia yang masih menjambak rambut Andini.
"Lepaskan aku,kamu jangan ikut campur ini urusan keluarga kami." ucap Nadia lalu dia berusaha mendorong tubuh Dea hingga terjatuh dan Nadia langsung mendekati Andini lalu
"Plakk....plakk....kamu harus merasakan penderitaan kami selama ini,anak durhaka." ucap Nadia sementara Dea langsung berdiri dan kembali menarik Nadia,dan beberapa orang yang berada di lokasi mereka langsung menahan Nadia yang sudah seperti kesetanan.
"Ada apa ini mbak kok main hajar saja apa nga takut mbaknya di laporkan ke polisi dengan tuduhan penganiayaan." ucap salah seorang yang berada di lokasi itu.
"ohhh keluarga to mbak sih masak tega sama keluarga sendiri jangan durhaka kamu ingat sorga ada di telapak kaki ibu mu." ucap salah satu diantara mereka lagi Nadia merasa puas karna orang-orang yang berada di tempat itu mulai mencemooh Andini,sementara Dea kurang percaya apa yang di ucapkan Nadia karna selama ini Andini adalah tipe wanita yang sangat care kepada orang lain,bahkan baginya Andini sama sekali tidak menunjukkan sipat angkuh atau sombong sekalipun Andini punya suami pengusaha.
Beberapa orang yang mencemooh Andini dan mereka satu persatu meninggalkan mereka dan kembali melanjutkan kegiatan mereka,
"Nadia,apa kamu yakin aku ini anak kandung ibu,setelah apa yang kalian perbuat selama ini padaku,sekarang kamu baru mengakui bahwa aku ini Kaka mu." ucap Andini sementara Nadia menunjukkan wajah wajah bengisnya di hadapan Andini dan Dea.
__ADS_1
"Apa maksud ucapan mu itu Andini,apa karna kamu sudah hidup enak kamu tidak menganggap kami sebagai keluarga lagi! dasar anak durhaka bahkan kamu tau untuk melanjut kan hidup aku harus menjual tubuhku supaya kamu bisa dapat uang dan bisa membeli beras." ucap Nadia,sebenarnya Andini sangat kaget dengan penuturan Nadia tapi dia masih sangat sakit hati kepada keluarganya yang sudah menganiayanya dulu.
"Durhaka?kamu bilang apa ayah dan mama pernah merasa durhaka pada ku setelah mereka menghajar ku,mengunciku di gudang bahkan ayah hampir memerkosa ku dulu,tidak puas sampai disitu mereka juga menjual ku kepada mas Adam,apa itu namanya orang tua." ucap Andini tidak kalah keras.Dea yang mendengar ucapan Andini baru menyadari kisah nona nya yang sebenarnya.
Sementara Nadia juga merasa kaget saat mendengar ucapan Andini yang membongkar kebusukan ayahnya.Tetapi baginya Andini hannya mencari alasan tidak mungkin bagi Nadia ayahnya berani melakukan hal kotor seperti itu kepada Andini.
Sementara dari kejauhan Amanda sudah melihat pertengkaran antara Nadia dengan Andini, dia merasa sangat puas melihat Nadia menghajar Andini,dan tidak lupa Amanda mengambil beberapa Poto Nadia.
"Dasar pelakor,ternyata kamu punya musuh banyak juga,sepertinya keluarga mu bisa ku manfaatkan." ucap Amanda lalu dia bergegas meninggalkan lokasi itu karna Amanda tidak ingin Dea melihatnya di daerah itu.
"Nadia,kamu jangan pernah menganggu ketenangan kalian lagi bahkan mas Adam sudah memberi modal kepada kalian tapi kalian masih merasa belum puas.Kalian hannya orang yang tidak pernah bersyukur dengan apa yang kalian dapatkan."Ucap Andini dan dia bergegas ingin meninggalkan Nadia.
"Andini,kamu harus bisa membiayai hidup kami lagi,kamu tidak bisa melupakan kami.Walaupun dulu kami jahat kepada mu itu kami lakukan supaya kamu bisa menjadi manusia yang hebat."Ucap Nadia Tampa rasa bersalah sama sekali kepada Andini.
Andini menatap Nadia dengan sangat sinis,dia tidak menyangka kalau Nadia akan se kejam itu seandainya Nadia meminta maaf kepadanya mungkin hati Andini akan tersentuh.
"Jika kamu ingin uang,silahkan kamu bekerja,seperti yang kulakukan dulu aku banting tulang demi menghidupi orang-orang yang tidak punya perasaan seperti kalian." Ucap Andini lalu langsung masuk kedalam mobil,dan mereka meninggalkan Nadia yang masih mematung di warung itu.
__ADS_1
👉bersambung👉