
Dokter,melakukan pemeriksaan,dan USG kepada Andini,dia melakukannya dengan sangat hati-hati karna melihat antusias dari Adam,dia tidak ingin calon papa itu marah kepadanya hannya karna kesalahan sedikit.
"Perhatikan pak Adam,layar monitornya disini jelas terlihat nona Andini sedang mengandung anak bapak,di rahim nya nona Andini sudah tumbuh seorang bayi kecil."Dokter menjelaskan dengan rinci,Adam terlihat sangat bahagia,dia tidak bosan-bosannya mengelus rambut Andini.
"Terima kasih sayang,aku tidak akan bosan mengucapkan terima kasih kepada mu,karna sudah menjadikan ku pria yang sanga sempurna." Ucap Adam lalu menciumi kening Andini,membuat Andini tersipu malu.
"Mas,udah kan malu dilihat ibu dokter." Dokter tersenyum pasangan muda itu.
"Dokter apa kita sudah bisa melihat jenis kelaminnya?" tanya Adam,membuat dokter tersenyum
"pak Adam,di usia kehamilannya yang masih menginjak tiga Minggu, kita belum bisa melihatnya.Yang perlu bapak perhatikan,jaga nona Andini baik-baik dan jangan buat stres, serta pola makan yang baik, dan di bantu vitamin.bapak juga harus sabar terkadang ibu hamil itu, banyak maunya dan emosinya suka berganti-ganti, akibat kenaikan hormon,bapak harus siap menjaganya.
Dokter menjelaskan dengan sangat rinci,Adam hannya menganggukkan kepalanya,dia sangat tidak sabar untuk menjadi ayah.
Adam menyetir dengan sangat hati-hati,dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Andini dan calon buah hatinya.
"Sayang,apa kamu menginginkan sesuatu?"tanya adam,Andini hannya mengangguk karna dia memang tidak menginginkan sesuatu,dia takut perutnya akan kembali mual jika dia makan sesuatu.
Kedua orang tua Adam sangat marah kepada Adam karna hari ini Adam tidak terlihat muncul di acara pertemuan klien mereka.berulang kali Rania menghubunginya,tetapi tidak tersambung sama sekali,bahkan asisten pribadinya sama sekali tidak tau keberadaan Adam.
"Dasar bodoh kamu jadi asisten,emang kerjaan mu apa saja, hingga kamu tidak tau Adam ada dimana hah?"Rania tampak marah-marah kepada Robi saat dia mengunjungi perusahaan Adam,tetapi Rania tidak menemukan adam di ruangannya,bahkan dokumen sudah bertumpuk di meja kerjanya.
__ADS_1
Robi hannya bisa diam,mendengarkan ocehannya nyonya Rania,baginya Rania adalah wanita yang baik jika kita bisa mengikuti semua keinginannya,dan juga harus pintar-pintar menjilat kepadanya.
"Maafkan saya nona,aku benar-benar tidak tau tuan Adam kemana hari ini,bahkan ponselnya sudah berulang kali ku hubungi tetapi ponsel itu berada di luar jangkauan."
"Apa kamu juga tau kalau Adam sudah menikah sirih?" Tanya Rania
"Deg....jantung Robi langsung berdetak hebat dia sangat takut, jika di libatkan kedalam masalah Adam,sementara dia tidak tau menahu tentang pernikahan Adam dengan Andini.
"Kamu diam berarti kamu tau,kayaknya kamu sudah bosan,untuk menjadi asisten Adam,kamu lupa siapa yang menjadikan mu asisten Adam?" Robi semakin gemetaran tamat sudah riwayat nya hari ini, di tangan nyonya Rania,karna yang menjadikannya asisten Adam adalah nyonya Rania.
"Maafkan aku nyonya,aku akan lebih memperhatikan pekerjaan ku lagi." Ucap Robi,dia menunduk karna merasa sangat bersalah,sudah mengecewakan nyonya Rania yang mengangkatnya jadi asisten adam.Rania Tampa peduli langsung keluar dari ruangan Adam,dia begitu kecewa kepada Adam karna sudah mengabaikan rapat penting hari ini bersama klien yang berasal dari Jepang.
Sepanjang perjalanan nyonya Rania tidak berhenti terus menghubungi ponsel Adam tetapi hasilnya tetap nihil.Dia semakin marah,Sesampainya di mansion dia langsung pergi mencari Amanda ke kamarnya.
Antara Rania,dan Amanda memiliki ikatan keluarga walaupun sudah jauh,dulu kakeknya Adam menikahkan Rania dan Bram,dari jaman dulu mereka sudah terikat perjanjian,kalau keturunan mereka akan terus dijodohkan.Hal itu yang membuat Rania sangat menyetujui perjodohan Adam dan Amanda.
"Emang Adam nga dikantornya ma.?"tanya Amanda,dia melihat kemarahan di wajah mertuanya itu hingga dia tidak berani bertanya lebih banyak lagi.
"Amanda,kenapa kamu sangat tidak perhatian kepada Adam,mungkin itulah yang membuat dia tidak bisa mencintai mu sampai hari ini,bahkan dia lebih memilih wanita lain." Ucap Rania,dia terlihat sangat marah kepada Amanda yang tidak bisa mempertahankan menjaga pernikahan mereka.
"Ma...Wanita itu yang sudah menggoda Adam,mama tau Adam sudah membelikan dia rumah,mobil,dan dia juga sangat memanjakan wanita itu ma,aku sudah berusaha untuk bisa mendapatkan hatinya tapi Adam tidak pernah peduli kepadaku,mama tau, tiga tahun pernikahan aku dan Adam hannya beberapa kali tidur bersama itupun disaat dia sedang mabuk ma." Ucap Amanda,dia terlihat memendam amarahnya mengingat semua perlakuan Adam kepadanya yang selalu menganggap nya tidak pernah ada.
__ADS_1
"Sekarang kamu siap-siap,ayo kita temui wanita itu aku ingin dia meninggalkan Adam." Amanda langsung bersiap-siap setelah selesai Rania dan Amanda meninggalkan mansion itu.
"Sayang,kenapa hari ini kamu tidak berangkat bekerja." Tanya Andini karna masih melihat suaminya begitu santai di rumah itu.
"Aku tidak mungkin meninggalkan mu sendiri di rumah ini sayang,jika kamu butuh sesuatu siapa yang akan memberikannya."Ucap Adam,Andini terlihat menghela napas dia tidak terlalu suka jika terlalu dimanjakan oleh Adam.
"Sayang,aku ini cuma hamil,aku masih punya kaki,tangan yang bisa aku pakai saat aku butuh sesuatu. Kayak aku sakit keras aja tidak bisa melakukan apa pun tidak usah berlebihan sayang."Ucap Andini,lalu dia berdiri hendak ke belakang membuatkan susu untuknya.
Ting.....tong...Ting ..tong
"Siapa mas?" tanya Andini dia hendak bergegas membuka pintu tapi Adam langsung berdiri dan beranjak ke membuka pintu.Lalu dia membuka pintu dan melihat seorang wanita berdiri di luar pintu.
"Siapa...?"tanya Adam,karna melihat wanita yang sudah lumayan tua berdiri persis di depan pintunya.
"Maaf tuan menganggu apa tuan butuh tenaga pembantu di rumah ini.?Tanya wanita itu,Adam memperhatikan wanita itu dari atas ke bawah,
" dia lumayan polos dan wajahnya juga teduh ,semoga dia bisa tinggal disini bersama Andini. setidaknya aku tidak merasa khawatir meninggalkan Andini di rumah ini."
"Apa ibu punya KTP dan ibu berasal dari mana." tanya Adam mulai mengintrogasi wanita itu,dia harus hati-hati kepada orang lain karna dia tidak ingin kejadian dulu terulang kembali.
"Saya punya KTP tuan,saya berasal dari Surabaya,rencananya saya akan tinggal di kota ini karna rumah di kampung sudah jual untuk menambah biaya membangun rumah anakku,tetapi mereka malah mengusirku setelah uang itu mereka dapat." Ucap wanita itu,di wajahnya terlihat menetes air matanya.Hati Adam sedikit tersentuh mendengar ucapan wanita itu.
__ADS_1
👉bersambung👉