
Adam menerima keputusan Andini dengan lapang dia tidak mau memaksa kehendaknya kepada istrinya jika memang wanita itu tidak ingin tinggal di mansion besar miliknya.
Adam langsung memberi kabar kepada kakeknya jika mereka hari ini meninggalkan rumah sakit dan kembali ke rumah kediaman mereka.
Dengan begitu antusias pria itu,langsung mengajak semua penghuni mansion untuk berangkat ke rumah besar Adam dan Andini.
"Ayo semuanya kita berangkat ke rumah Adam,kita merayakan kepulangan cicit ku dari rumah sakit,kita mengadakan syukuran di rumah itu.Berhubung karna Andini masih masa pemulihan pernikahan mereka belum bisa di resmikan untuk waktu yang dekat." Ucap pria itu,seluruh penghuni mansion benar-benar bahagia karna baru kali ini mereka di ajak untuk merayakan pesta bersama keluarga kaya itu.
Beberapa mobil langsung berangkat menuju rumah Andini,disana masih terlihat sepi karna mereka ternyata belum sampai di rumah itu.
"Ayo persiapkan semuanya pesankan makanan dari restoran,dan beli daging sebanyak mungkin kalian nanti bisa bermain di belakang sambil memanggang dagingnya." ucap pria itu,semua orang langsung mengambil tugas masing-masing Dea sebagai kepala pelayan bertugas untuk mengawasi dan mengatur semua pelayan yang sedang bekerja.
Setelah semua persiapan benar-benar matang,akhirnya mobil pemilik rumah sampai di tempat itu mereka semua terlihat diam di ruangan itu,Adam sedikit curiga karna di parkiran sudah banyak mobil yang terparkir.Walaupun keadaan diluar sangat sepi Adam memapah dengan sangat hati-hati sebenarnya Adam ingin menggendong Andini tetapi wanita itu menolak karna dia malu di depan orang tuanya.Sementara Fatimah membawa bayi Andini dengan sangat hati-hati.
Saat Adam membuka pintu dia sedikit curiga karna ternyata pintu itu sudah terbuka Adam langsung mendorong pintu dan
Dor....Dor...Dor
__ADS_1
"Selamat datang di rumah nyonya muda,dan selamat atas kelahiran bayinya,semoga bayinya sehat terus dan menjadi anak ke banggaan keluarga besar Smith.." Ucap salah satu pelayan yang bertugas menyampaikan ucapan itu.
Andini benar-benar kaget,dengan penyambutan yang dibuat oleh mereka dia langsung menghampiri tuan besar Smith dan menyalaminya,dan ternyata pria itu berdiri lalu memeluk Andini dengan sangat bahagia.
"Selamat ya akhirnya kamu bisa menjadi istri dari cucuku,dan kamu juga sudah memberikan keturunan buat cucuku Adam,sekali lagi terima kasih." Andini tidak menyangka akan di berikan kejutan sebaik ini,dia benar- benar terharu mendapatkan semua kejutan ini.
"Berikan bayi itu kepadaku." Ucap pria itu,Fatimah lalu mendekati pria itu lalu memberikan bayi mungil itu kepada pria tua itu.
"Hari ini aku memberikan nama untuk bayi ini yaitu Adrian Nikolas Smith.Arti dari kata Adrian menurut bahasa Yunani adalah kaya,aku berharap cicit ku ini selamanya menjadi pria kaya di keturunan Smith." Ucap pria itu,dia menciumi bayi itu,lalu dia kembali duduk di sopa dan tetap memangku bayi itu.
"Baiklah mari kita semua makan hidangan yang sudah disiapkan dari tadi." lalu mereka semua menikmati hidangan yang sudah tersaji di meja makan yang cukup besar itu.Hari ini pria itu tidak membeda-bedakan kelas di antara mereka semua,karna ini pertama kalinya seorang pria kaya dan pemilik perusahaan menikmati makanan dimeja yang Sama dengan para pelayan dan penjaga rumah.
"Papa,dari mana papa tau kalau kami semua sedang di rumah ini?" Tanya Adam dia benar-benar merasa sungkan kepada orang tuanya,Andini lalu bangkit dan menyalami pria itu dan mempersilahkan pria itu duduk di kursi yang sudah disediakan.
"Pa,silahkan duduk maaf pa aku belum bisa melayani papa karna kami baru pulang dari rumah sakit." Ucap Andini,dia berusaha memecah keheningan di ruangan itu,saat calon mertuanya datang tiba-tiba saja semua orang yang berada di ruangan itu langsung terdiam.
Hartono langsung duduk dia terlihat sangat canggung saat ingin duduk di kursi itu,apalagi saat dia melihat papanya yang memandang ke arahnya,dia semakin salah tingkah.
__ADS_1
"Adam,papa minta maaf karna selama ini papa selalu menolak kehadiran Andini,tetapi akhir-akhir ini papa sadar kalau Andini mungkin pria yang terbaik untukmu,papa merestui hubungan kalian dan aku juga minta maaf karna belum bisa membawa ibumu menemui Andini." Ucap Hartono.
"Apa istrimu yang menyuruhmu kemari atau kamu sedang merencanakan sesuatu?" Tanya pria itu kepada Hartono,dia harus lebih hati-hati kepada orang lain sekalipun itu anak sendiri.
"Tidak pa...ini murni keinginanku untuk datang ke tempat ini,dan aku tau kalian semua di tempat ini dari Alex pa." Ucap Hartono dia benar-benar sangat sungkan di tempat itu tetapi dia berusaha terlihat santai agar para tidak timbul gosip di kalangan para pelayan itu.Dan Hartono sangat kaget melihat papanya yang tiba-tiba saja mau bersulang dengan para pelayan,hal seperti ini belum pernah terjadi seumur hidupnya.
"Kenapa kamu memandangi semua para pelayan itu,apa kamu merasa kaget tiba-tiba mereka semua bisa menikmati santapan di meja yang sama denganku?" Pria itu sepertinya tau apa yang ada dipikiran anaknya,Hartono hannya mengangguk pertanyaan yang dilontarkan oleh papanya.
Pria itu menarik napasnya dengan kasar lalu melepaskannya ke udara,dia memandangi satu persatu orang yang ada di ruangan itu.
"Karna hidup tidak selamanya tentang di atas,rupanya hidup ini terkadang kita harus melihat ke bawah agar kita tau bersyukur dengan apa yang kita miliki.Dan hari ini juga aku akan menugaskan Dea Alex dan Adam untuk melakukan amal di halaman rumah ini,bagikan amplop kepada orang-orang yang tidak mampu dan berikan juga sembako sebagai tambahannya,ini sebagai ungkapan rasa syukurku atas kelahiran keturunan Smith."
Setelah mereka selesai mendengar nasihat dan kata-kata yang dilontarkan pria yang sangat dihormati itu,mereka langsung membereskan semua ruangan.Lalu Rahmat dan beberapa security pergi mengundang ke rumah-rumah tetangga untuk menghadiri acara amal yang dibuat oleh mereka keesokan harinya.
Dea dan Marni dan Sarah langsung pergi ke super market membeli semua sembako yang sudah tulis oleh pria itu tidak tanggung-tanggung memberikan sumbangan pria itu menghasilkan uangnya hingga ratusan juta untuk amplop dan pembelian sembako.
Orang yang di undang mereka kebanyakan dari jalanan ada juga dari panti asuhan,dan para pengemis jalanan dan bahkan ada juga orang-orang yang sedang jualan mereka tidak berjualan demi me dapat sembako yang diberikan keluarga kaya itu.
__ADS_1
***Bersambung****