
Setelah bernegosiasi ahirnya Andini diijinkan adam keluar dari mansion itu walau pun harus di jaga oleh pelayan suruhan Adam Andini sama sekali tidak peduli yang penting dia bisa pergi keluar.
Sebelum pergi Adam memberikan Andini kartu warna hitam Andini tidak mengerti kegunaan dari kartu itu ahirnya dia menolak pemberian Adam.
"Andini,kamu pegang kartu ini nanti kamu bisa membeli apa pun yang kamu mau di mall itu kamu mau beli baju,sepatu,tas atau apa pun itu pakailah kartu ini untuk membayarnya," ucap Adam lalu menarik tangan Andini dan memberinya.
"tuan aku tidak mengerti menggunakan kartu ini jadi tolong tuan simpan saja," ucap Andini lalu mengembalikan nya kepada Adam, dan Andini pun langsung pergi menghampiri pelayan yang menjadi pengawalnya hari ini.
"kak,kita berangkat naik apa?"tanya Andini membuat pelayan itu merasa takut karna Andini memanggilnya Kaka
"tolong jangan panggil aku Kaka nona ,panggil aku Dea jika nona merasa canggung memanggilku bibi,"ucap pelayan itu dan Andini hannya mengangguk karna dia sangat bingung dengan semua peraturan yang dibuat oleh Adam di mansion itu.
Saat mereka hendak pergi Adam lalu turun dan memanggil dea ke arahnya,
"pelayan,kamu kesini sebentar,"ucap Adam lalu Dea berlari mendekati Adam,
"ada apa tuan?" tanya dea
"Ini kalian pakai saat nanti sedang belanja atau makan apa pun dan jaga Andini sebaik mungkin dan kabari aku jika terjadi sesuatu di sana,"ucap adam lalu memberikan black card kepada dea.dea adalah pelayan yang masih sangat muda dan dia juga punya latar belakang pendidikan yang bagus hal itulah yang membuat Adam mempercayakan Andini kepadanya,Dea melamar pelayan di rumah Adam karna gajinya yang lumayan tinggi dia sudah bekerja selama enam bulan di mansion itu.
Setelah Adam memberi ijin kepada mereka ahirnya mereka pergi diantar oleh supir pribadi Adam.Andini terlihat sangat bahagia karna baru kali ini dia bisa keluar dengan bebas Tampa ada yang harus dia jaga.Lalu mereka memasuki pusat perbelanjaan kalangan orang-orang kaya,kebahagiaan Andini sangat terlihat saat dia keluar masuk toko.Dea yang mengikuti Andini dari belakang hannya bisa tersenyum melihat tingkah Andini yang ke kanak-kanakan.Setelah puas berjalan-jalan ahirnya Andini memasuki sebuah brand make up yang sangat terkenal,
"Dea,aku pengen beli peralatan make up nya,tapi aku tidak punya uang."ucap Andini disaat dia sedang melihat-lihat dia sangat tertarik dengan brand mahal itu,pada saat dia berbicara seperti itu ternyata SPG dari prodak make up itu mendengar ucapan Andini,
__ADS_1
"kak,kalau tidak punya uang jangan sekali-kali masuk ke gedung ini,tidak tau ya orang yang masuk ke sini adalah kalangan atas semua,belagu banget orang miskin sok mau belanja brand terkenal ini keluar sana menganggu pemandangan saja,"ucap SPG itu membuat Dea tersinggung.
"hati-hati ucapan anda, segera minta maaf kepada nona kami atau saya akan meminta bos mu memecat mu saat ini juga." ucap Dea dengan nada sinis membuat sanga SPG itu kaget,
"Nona,apa dia wanita hebat?"tanya SPG itu dan memperhatikan penampilan Andini dari atas sampai kebawah
"Iya dia adalah nona kami istri dari tuan kami,makanya jangan pernah memandang orang rendah tidak semua orang kaya suka dengan gaya norak,"ucap dea membuat SPG itu menunduk malu.
"Maafkan saya nona,karna sudah berbicara lancang kepada anda."ucap SPG itu sambil menunduk lalu Dea langsung menarik tangan Andini dan melihat-lihat kembali produk make up yang disukai Andini.
Setelah mereka membeli barang yang disukai Andini mereka keluar dari toko itu Tampa memperdulikan SPG itu lagi berulang kali Andini menolak membeli barang itu karna bagi Andini itu terlalu mahal tetapi Dea memaksanya dan langsung membayar semua barang yang di belinya dengan black card pemberian Adam.
Sementara Adam dikantornya bingung dia ingin menghubungi Andini tetapi dia tidak tau nomor ponselnya,
"tok...tok...bisa saya langsung masuk pak,"ucap Adam dari luar
"Silahkan masuk Robi,"lalu Adam langsung masuk keruangan Adam
"Robi tolong belikan ponsel yang baru," ucap Adam
"untuk apa ponsel baru tuan bukankah tuan baru membeli ponsel bulan kemarin," jawab Robi.
"kamu hannya ku suruh membelinya,bertanya lebih bukan pekerjaan mu lagi,"ucap Adam dengan nada sinis membuat Robi takut lalu dia segera pergi meninggalkan ruangan Adam.
__ADS_1
Setelah Robi keluar dari ruangannya Adam,meletakkan kembali bolpoin yang dia pegang, lalu menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya, sejenak dia mengingat kembali permainannya dengan Andini walau pun Andini hannya pasrah tetapi Adam sangat menikmati tubuh Andini.
Tiba-tiba saja dia menginginkan kembali tubuh Andini, rasanya Adam tidak bisa menahan gairahnya saat dia mengingat tubuh mulus andini,baginya tubuh Andini sudah seperti candu yang tidak bisa dia tolak.
Saat Adam sedang asik melamun,tiba-tiba pengawal dari markasnya datang menemuinya kekantor bersama seorang wanita dan pria yang sangat Adam kenal yaitu Rahmat ayahnya Andini bersama istrinya.
Semenjak Andini tidak kembali kerumah,beberapa Minggu ibunya terus mencari keberadaan Andini karna mereka sudah tidak makan lagi dan utang mereka menumpuk di warung ahirnya Rahmat jujur kepada istrinya kalau dia sudah menjual Andini kepada pengusaha kaya raya,bukan nya marah atau melaporkan suaminya ke polisi malah sang istri meminta kepada Rahmat untuk mengantarnya menemui Adam untuk meminta uang tambahan dari Adam.
"Tuan maafkan saya karna sudah lancang datang ke kantor ini,mereka memaksaku untuk mempertemukan tuan dengan mereka," ucap pengawal itu kepada Adam.
"Silahkan kamu menunggu diluar."ucap Adam lalu pengawal itu pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Ada apa kalian ingin bertemu dengan ku?" Adam berbicara dengan nada yang sinis tampa Adam bertanya pun Adam sudah tau kalau mereka hannya ingin meminta uang kepadanya karna Adam sudah tau kalau manusia seperti mereka tidak akan puas dengan apa yang sudah mereka dapatkan.
"Tuan,apa betul suami saya sudah menjual Andini kepada tuan dan apa yang tuan lakukan kepada anak saya Andini apa tuan menjadikan Andini sebagai babu di istana tuan? tanya si istri kepada Adam dan Adam yang mendengar penuturannya sangat merasa,
"suami anda sudah menjaminkan andini kepada ku dia punya utang banyak kepadaku hingga dia menggadaikan Andini kepada ku.Apa kalian yakin kalau Andini anak kalian di dunia ini tidak akan ada orang tua yang menjadikannya jaminan utang dan menyiksa anaknya,kecuali anak itu bukan darah dagingnya."ucap Adam membuat Rahmat dan istrinya ketakutan.
"Jadi tujuan kalian datang menemui ku untuk apa lagi,Andini sekarang sudah menjadi istriku jadi kalau kalian masih berani macam-macam kepada Andini kalian berurusan denganku."ucap Adam dengan nada mengancam membuat Rahmat semakin gemetaran Rahmat dan istrinya mengira kalau Andini sudah memberitahu kekejaman mereka kepada Andini Selama ini.
"Tuan,kamu mau meminta uang sedikit untuk biaya makan kami karna semenjak Andini bersama mu kami tidak makan lagi," ucap sang istri dengan percaya diri membuat Adam semakin muak dengan mereka berdua.
👉bersambung👉
__ADS_1