
Amanda berusaha mendekatkan kupingnya ke pintu kamar sang kakek supaya dia dapat mendengar apa yang kakeknya katakan kepada Stepan,Amanda sangat kesal sudah sangat berusaha tapi tetap saja dia tidak mendapatkan informasi apa pun.
" sialan,aku sama sekali tidak mendengar pembicaraan mereka,"batin Amanda lalu segera menjauh dari pintu kamar itu karna dia tidak ingin kakek atau Stepan memergokinya di pintu kamar itu.
Tidak berapa lama Stepan keluar dari kamar sang kakek,lalu dia bergegas meninggalkan mansion,Amanda yang melihat Stepan pergi hannya diam sambil mencari ide untuk bisa mendekati asisten sang kakek,karna selama ini Amanda tidak pernah dekat dengan asisten Adam atau asisten dari kakeknya.
Beberapa detik kemudian Amanda pergi keluar mansion lalu pergi menemui seseorang,hari ini Amanda mulai hati-hati melakukan tindakan karna dia tidak ingin dibuang dari mansion Tampa sepeser uang pun.
"Wira,kamu ada kerjaan tolong selidiki keluarga dari asisten kakeknya Adam, aku ingin mencari titik kelemahannya karna aku ingin dia bisa mencari sesuatu informasi kepadanya," ucap Amanda saat dia sudah bertemu dengan seorang pria di sebuah cafe kecil.
"Beres itu bos,kalau uangnya lancar apa pun yang bos suruh semua bisa saya lakukan kalau bos mau kepalanya pun bisa saya bawa kehadapan bos," ucap pria itu.Dia adalah pria yang selalu membantu Amanda saat dia sedang butuh apa pun.Dia pria yang sudah lama mengabdi kepada Amanda.
"Kerjakan dulu baru minta gaji pekerjaan mu sekarang cukup gampang hannya mencari tau tentang kelurga pria itu saja,kamu mengerti?tanya Amanda lalu pria itu mengangguk,setelah Amanda memberinya uang rokok pria itu langsung bergegas pergi Karna Amanda tidak ingin ada orang yang mengenali mereka.
Sementara itu Riko sedang duduk di warung kopi dia yang sangat suntuk dan stres lalu dia mengisap rokoknya dalam-dalam lalu membuang asapnya ke udara,semenjak dia terlibat penganiayaan dengan Andini dia di pecat dari perusahaannya Tampa pesangon,naasnya lagi semua perusahaan yang dia jatuhkan lamaran langsung menolaknya Tampa melihat surat lamaran kerjanya terlebih dahulu. Dia merasa ada aneh kenapa semua perusahaan baik perusahaan kecil atau besar menolaknya.
Setelah dia membayar kopinya dia pergi meninggalkan warung itu dan pergi menemui Nadia,Riko berharap tau sesuatu kenapa dia tidak diterima dimana pun untuk bekerja.
__ADS_1
Tok...tok...tok Nadia," Riko mengetuk pintu rumah Nadia yang sedang tertutup rapat,lalu tidak berapa lama ahirnya Nadia membuka pintu juga,
"Ada apa Riko kamu kemari? tanya Nadia kepada Riko,lalu mempersilahkan Riko duduk di kursi yang sudah usang di teras rumah Nadia,
"Sehebat apa sih Nadia suaminya Andini?" tanya Riko membuat Nadia kaget karna tiba-tiba saja Riko menemuinya dan bertanya tentang suami dari kakaknya itu.
"Suaminya itu seorang CEO di sebuah perusahaan raksasa di kota ini ya sudah jelas dia pasti hebat apa pun bisa dia lakukan selagi uangnya banyak," ucap Nadia
"Emang kenapa tiba-tiba kamu bertanya dengan suami Andini,bukan kah rencana kita yang kemarin belum kita jalankan aku masih perlu mencari waktu yang tepat untuk mendekati tuan Adam yang kaya dan tampan itu," ucap Nadia penuh semangat sementara Riko hannya diam dia merasa sekarang hidupnya terlalu berantakan pekerjaan hilang wanitanya juga hilang di ambil orang,
"Nga papa Nadia kamu cepat lah cari waktu yang tepat untuk membawa Andini kembali bersama ku sekarang ini aku belom bisa menjalankan rencana bersama mu karna ada beberapa hal yang sedang terjadi kepada ku," ucap Riko membuat nadia curiga kalau Riko sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"Nadia,aku pulang dulu ya soalnya aku masih ada urusan," ucap Riko lalu meniggalkan Nadia yang sedang kebingungan dengan tingkah nya itu.Setelah Riko pergi dari rumahnya ibunya Nadia juga datang entah dari mana menghampiri Nadia.
"Nadia,kamu ada uang nga bagi mama dong uang mama sudah habis uang yang diberikan oleh suami Andini sudah habis bagaimana ini?"ucap ibunya Nadia beberapa Minggu ini hidup mereka sangat mewah shoping dan makan-makan di restoran,sementara suaminya pergi tiap malam sehingga semua uang pemberian Adam habis Tampa sisa.
"Dari mana sih nadia punya uang ma ! bikin kesal aja mama bukan kah selama ini mama juga jarang ngasi uang sama Nadia!"ucap Nadia dia begitu kesal melihat ibunya yang begitu royal sama temannya kalau dia sedang banyak uang.
__ADS_1
"Sekarang kamu temui Adam dan minta uang darinya kalau dia tidak memberi kamu uang segera kamu seret Andini dari hadapannya,"ucap ibunya sementara Nadia memikirkan ide yang diberi oleh ibunya,
"Emang mama tau Andini sekarang tinggal dimana?"tanya Nadia,
"Kamu cari tau bodoh kamu ikuti Adam kemana pun dia pergi supaya kamu bisa mendapatkan wanita sialan itu mama nga terima kalau dia bisa menikmati hidup enak menyesal mama nga membunuhnya waktu kecil," ucap sang ibu membuat Nadia sedikit curiga dengan ucapan ibunya,Nadia memang tau kalau Andini bukanlah Kaka kandungnya tapi Nadia tidak pernah tau kenapa ibunya begitu benci kepada Andini.
" Apa maksud dari ucapan mu itu ma?" tanya Nadia hingga membuat ibunya tersadar,
"Udah kamu sekarang pergi dekati Adam kalau bisa jadikan dia sebagai suamimu supaya hidup kita tidak melarat Mulu kenapa sih kamu nga bisa dapat pria kaya kadang mama kesal sama kamu," ucap ibu nya dan segera pergi meninggalkannya di teras kata-kata ibunya cukup membuat Andini sakit hati.Lalu Nadia juga mengikuti ibunya masuk kedalam rumah dan pergi menuju kamarnya.
Adam yang sedang sibuk di kantornya tidak lupa menghubungi Andini di sela-sela kesibukannya bahkan di saat Adam sedang melakukan rapat,Adam sibuk berkirim pesan dengan Andini hingga dia tidak sadar kalau para direksi sedang menunggu komentar dari Adam,hingga robi ahirnya membubarkan para direksi karna melihat Adam yang tidak pokus pada rapat kali ini.
"Apa-apaan ini Rob, kenapa mereka semua bubar, sementara presentasenya belum selesai bahkan aku belum mengoreksi semua pekerjaan mereka bulan ini?" tanya Adam kepada Robi tapi Robi sedikit pun tidak gentar dengan ucapan sang tuan nya, Robi membubarkan mereka karna dia tidak ingin mereka menyaksikan tuannya yang kejam sedang jatuh cinta dengan seorang wanita yang membuat dia tidak konsentrasi disaat bekerja malah Adam sibuk saling berkirim pesan dengan wanitanya,
"Apa tuan ingin mereka melihat mu senyum-senyum sendiri sambil memandang ponsel mu itu?tanya Robi membuat Adam sadar ternyata dari tadi dia sama sekali tidak pokus bekerja.Lalu Adam keluar dari ruang rapat menuju ke ruangannya hari ini dia sudah berubah jadi orang yang tidak konsisten.
👉bersambung👉
__ADS_1