Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 50 ~Rencana Nadia ~


__ADS_3

Riko merasa tubuhnya sangat lelah karna seharian dia melakukan perjalanan jauh untuk mengantar para pelanggannya.Ahirnya dia mampir di sebuah cafe dan memesan kopi serta makanan ringan.Sudah dua bulan ini Riko menekuni profesinya sebagai supir taksi online.Walaupun dia sangat menyesali kebodohannya yang menganiaya Andini hingga hidupnya menjadi sangat tragis,di pecat dari pekerjaannya yang sudah mapan dan di tolak oleh beberapa perusahaan Tampa alasan yang jelas.


Riko,memainkan ponselnya sambil istirahat di cafe itu,dia selalu memantau sosmed Andini melalui akun palsu,rasa cintanya kepada Andini sama sekali belum berkurang,bahkan rasanya Riko semakin mencintainya karna melihat Andini yang semakin cantik.


Pada saat dia sedang asik bermain ponsel tiba-tiba Nadia menghampirinya,


"Rupanya kamu disini,kemana aja kamu,selama ini aku sangat merindukan mu." ucap Nadia berpura-pura." Dia ingin merayu Riko agar mau menuruti kemauannya.


"Ada apa kamu mencari ku,bukan kah di antara kita tidak ada hubungan apa-apa."Ucap Riko dia sudah mulai malas berurusan dengan keluarga Nadia.


"Ayo,ikut denganku aku ingin menunjukkan sesuatu pada mu." ucap Nadia lalu menarik tangan Riko dan membawanya ke sebuah kamar kontrakan yang sangat kumuh.Nadia sangat tau kelemahan Riko dia hannya ingin memancing Riko dengan tubuhnya,Tampa memberi tau imbalan yang akan di berikan amanda kepadanya.


"Tempat apa ini? terus untuk apa kamu membawaku ke tempat beginian?"Ucap Riko lalu Nadia langsung membuatkan Riko kopi dan mulai menghidupkan televisi yang ada di kontrakannya.


"Kamu tinggal disini sekarang?" tanya Riko Lalu dia melihat Nadia masuk ke kamarnya,tidak berapa lama Nadia membuka kamarnya,Riko merasa Nadia sedang memancingnya,terbukti dari cara Nadia memakai pakaian malam yang sangat transparan seketika itu adek kecilnya meminta keluar dari sarangnya.


"Nadia,kamu lagi berusaha menggoda ku ya,hingga kamu memakai baju yang begitu seksi,"tanya Riko Nadia langsung tersenyum puas,karna dengan gampang baginya akan menguasai Riko.

__ADS_1


"Apa kamu menyukai pakaian ku ini,"tanya Nadia karna melihat mata Riko terus saja tidak berhenti menatap ke arahnya.


Riko yang sudah tidak tahan langsung berdiri dan mendekati Nadia,lalu dia mengangkat tubuh Nadia dan menyandarkannya di dinding kontrakan itu dan langsung ******* bibir Nadia.Sementara Nadia juga sangat menikmatinya karna dia sudah beberapa Minggu ini tidak menerima pelanggan.


Riko langsung melepaskan pakaian Nadia dan melemparkannya lantai,lalu dengan sangat rakus Riko ******* habis kedua gunung kembar Nadia,Nadia sangat menikmati permainan Riko dengan tidak sabar Nadia langsung menekan kepala Riko supaya Riko semakin memainkan kedua gunungnya Nadia tidak ingin Riko melepaskan mulutnya walau hannya sebentar.


"Riko....lanjutkan aku sudah tidak tahan,ayo cepat teruskan."bibir Nadia terus mengeluarkan suara hingga Riko mencapai batas kenikmatannya.mereka sama-sama menikmati Ahir dari permainan mereka.Nadia merasakan kepuasan yang luar biasa,lalu dia merebahkan kepalanya di dada bidang Riko dia membelai-membelai dada bidang Riko,dia melakukan trik yang sangat jitu untuk memancing Riko.


"Riko,apa kamu sudah bisa melupakan Andini?"tanya Nadia,Riko menghela napasnya dia merasa sangat kehilangan semangat saat Nadia menyebut nama mantan pacarnya itu.


"Sampai hari ini nama Andini masih terukir di hatiku dia adalah wanita yang sangat berarti bagiku.kenapa kamu menanyakan hal itu padaku?" tanya Riko merasa aneh.Dia merasa curiga kepada Nadia karna tiba-tiba dia mengajaknya mengejar kenikmatan dunia,dan tiba-tiba dia juga menanyakan tentang perasaanya kepada Nadia.


Sementara Andini sedang menyusun beberapa pakaian suaminya kedalam tas karna Adam akan pergi selama dua hari ke Singapura untuk melaksanakan perjalanan bisnis.


"Mas,apa Singapura itu jauh?tanya Andini dengan sangat polosnya,sebenarnya Adam mengajaknya untuk ikut bersama tetapi Andini menolaknya karna dia tidak ingin ada yang mengenali mereka Andini masih sangat menjaga hubungannya dengan suaminya itu karna dia masih berstatus istri siri.


"Sayang,kan aku Uda bilang kamu ikut aja,tapi kamu menolak,terus nanti aku tidur sama siapa di hotel,padahal aku pengen banget kamu bisa berangkat bersama ku."Ucap Adam sambil memeluk Andini dari belakang,lalu menciumi leher Andini hingga Andini merasa tubuhnya bergetar,

__ADS_1


"Jangan mas,aku lagi datang bulan nanti kamu nga tahan Lo." ucap Andini hingga Adam merasa kesal karna hari ini dia akan puasa untuk beberapa hari ke depan karna istrinya itu sedang kedatangan tamu nya.


"Huh...kenapa sih harus sekarang dia datang,aku kan lagi pengen sayang." ucap Adam dengan manja kepada Andini.


Sementara Susi yang dari tadi pura-pura, membersihkan seluruh ruangan itu sambil mendekatkan telinganya,ke arah kamar Andini dan suaminya dia berusaha mendengar apa yang dibicarakan kedua pasangan itu.Dari awal bekerja Susi sangat tidak menyukai Andini,tetapi karna gajinya yang tinggi Susi mempertahankan pekerjaannya,hingga kemarin puncak kemarahan Susi kepada Andini saat dia melihat Adam membelikan Andini mobil yang sangat mewah,dia semakin iri melihat kebahagiaan andini.


"Dasar pelakor tunggu saat nya kamu akan menyesali perbuatan mu ,bangga sekali kamu menikmati hidup enak dari merebut suami orang,aku akan membuat mu sadar kalau menjadi wanita murahan itu tidak menyenangkan."batin Susi dengan wajah tersenyum sinis,dia sudah merencanakan sesuatu yang buruk kepada Andini.Karna asik memikirkan rencana jahatnya dia tidak sadar Adam sudah berada di belakangnya.


"Apa yang kamu lakukan di depan pintu kamar kami."Ucap Adam,hingga Susi terkejut dari lamunannya.


"Ma..maaf tuan,aku sedang membersihkan ruangan ini tiba-tiba ibuku mengirim pesan kalau Kaka ku melahirkan di kampung."ucap Susi dengan suara tergagap,dia mencari kebohongan supaya Adam tidak mencurigainya.


"Terus,kalau Kaka mu melahirkan apa kamu ingin pulang ke kampung mu?"tanya Adam dia sedikit curiga dengan tingkah pelayan itu.


"Tidak tuan,ibuku hannya meminta uang kepada ku untuk membantu membayar uang administrasi rumah sakit Kaka ku." ucap Susi semakin mencari alasan.Dia tidak ingin Adam merasa curiga kepadanya.Lalu Adam mengambil dompetnya dan memberikan uang kepada Susi,


"Ini ada sedikit uang,berikan kepada orang tuamu untuk meringankan beban Kaka mu yang sedang kesusahan." ucap Adam dengan tulus.Sementara Susi sangat merasa bahagia selain dapat uang,rencana juga bisa dia lanjutkan dengan mulus.

__ADS_1


👉bersambung👉


__ADS_2