Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 37 ~ Mulai mendekati ~


__ADS_3

Amanda merasa sangat bahagia,mendengar ucapan dari kepala pelayan ternyata kedua mertuanya sedang berada di luar negri,dia bisa dengan bebas mendekati kepala pelayan itu


"ternyata Dewi portuna masih dipihakku."batin Amanda.Dia istrahat di ruang tamu dan beberapa pelayan ya g berada di rumah itu melayani Amanda dengan sangat sopan.


Sambil menunggu asisten kakeknya,Amanda bermain ponsel di sopa yang berada di ruang tamu itu.Hari sudah mulai sore Amanda mulai merasa bosan,lalu dia naik ke lantai dua dan masuk ke kamar dimana dulu mereka menghabiskan malam bersama Adam saat pertama kali menikah.


Amanda membersihkan diri di kamar itu dan memakai pakaiannya yang masih tersimpan rapi di lemari itu.Pada saat Amanda sedang merias diri dia mendengar suara kepala pelayan,Amada bisa mendengar suara dari luar karna dia sengaja membuka sedikit pintu kamar saat dia sudah selesai mandi.Lalu dia keluar dan melihat ternyata asisten sang kakek sudah berada di rumah.


"Selamat sore nyonya anda sedang sini?" tanya asisten dengan sopan.


"Sudah berapa lama papa mama di Jepang?"tanya Amanda pura-pura.


"Sudah dua Minggu nona." ucap asisten dengan sopan Amanda melihat kepala pelayan masih tetap berdiri di hadapan mereka,


"Pak ce tolong buatkan kami minuman karna aku sedang ada urusan dengan Alex." ucap Amanda,Alex yang bersifat dingin kelihatan memicingkan matanya karna dia merasa heran kenapa istri dari tuannya ingin berbicara kepadanya.Setelah kepala pelayan pergi Amada mengajak nya ke ruang perpustakaan yang ada di ruangan itu.Sang kakek adalah seorang pria yang sangat menyukai buku tidak heran di

__ADS_1


setiap mansion baik itu miliknya atau milik Adam selalu di sarankan punya perpustakaan agar dia bisa bebas membaca


"Ada apa nyonya mengajak ku ke ruangan ini?"tanya Alex dia merasa curiga kepada Amanda karna tiba-tiba saja dia datang dan memintanya untuk berbicara berdua.


"Alex,aku tau kamu punya rahasia tentang aku,kamu sedang menyelidiki ku sekarang ini."ucap Amanda membuat Alex sangat kaget tetapi dia pintar menyembunyikan keterkejutannya itu.


"Nyonya,aku tidak tau apa pun tentang anda.jlJadi jangan habiskan waktu mu hannya untuk menemui ku " ucap Alex dingin.Alex adalah pria yang sangat setia dia sudah bekerja sepuluh tahun di keluarga Smith. Dia selama ini begitu di percayai sang kakek.


"Alex,aku tau saat ini kamu sangat butuh uang untuk biaya berobat adikmu,aku bisa membantumu membawa adikmu ke luar negri untuk berobat aku akan membantumu dengan merawat adik mu tetapi bantu aku juga,tolong kelabui kakek tentang apa yang kamu ketahui tentang aku."ucap Amanda Alex yang mendengar kata-kata Amanda sangat kaget dia tidak menyangka kalau Amanda sangat licik hingga keluarganya pun di selidiki oleh Amanda.


"Nyonya mencari tau tentang keluarga ku?tidak ada yang perlu di tutupi lagi nyonya karna kakek sudah mengetahui perselingkuhan mu anak pemilik perusahaan PT Adaro, aku ti.."Amanda langsung memotong perkataan Alex karna dia sangat merasa marah karna ternyata perselingkuhannya sudah diketahui oleh kakek nya.


"Nyonya,biarkan aku yang menyelesaikan masalah keluargaku aku tidak akan mau menjadi penghianat di keluarga Smith karna keluarga ini sudah banyak menolongku dari dulu."ucap Alex membuat Andini merasa marah dia sangat kecewa saat Alex menolak keinginannya itu.


"Alex,sudah lah sampai kapan kamu menjadi anjing penjaga di keluarga Smith, sekeras apa pun kamu berjuang kamu tidak lebih dari anjing penjaga bagi mereka apa yang sudah kamu berikan tidak sesuai dengan apa yang sudah di berikan mereka kepada mu."ucap Amanda dia sudah mulai panik saat Alex menolak permintaanya.

__ADS_1


"Tidak nyonya,aku tidak bisa membatu mu apa lagi kamu selingkuh dengan anak saingan berat kakek kesalahan nyonya sangat lah fatal." ucap Alex membuat Amanda semakin merasa takut,dia tidak ingin di buang dari keluarga Smith apa lagi sampai diceraikan Tampa uang sepeser pun apa lagi Amanda sangat tau perusahaan keluarganya hannya bergantung kepada perusahaan Smith group.Disaat mereka sedang berbicara kepala pelayan datang ke ruangan itu dan membawa dua gelas kopi.


"Kopinya nyonya." ucap sang pelayan lalu pergi meninggalkan mereka,Amanda bingung bagaiman caranya agar Alex bisa luluh kepadanya.


"Nyonya,jika tidak ada lagi yang mau di bicarakan aku mau keluar karna masih ada berkas yang harus ku selesaikan."Ucap Alex lalu pergi meninggalkan Amanda di ruangan itu sendiri.


"sialan susah juga asisten itu di dekati aku harus cari jalan lain aku tidak mau di buang dari keluarga Smith setelah kakek mengetahui semuanya." batin Amanda.Lalu dia meninggalkan ruang perpustakaan itu dan kembali ke kamarnya.Disana dia mondar-mandir mencari ide untuk bisa meluluhkan hati Alex.Amanda sudah mulai ketakutan dan membayangkan Andini mengantikan posisinya di keluarga Smith.


Sementara itu di apertemen nya Adam dan Andini menikmati makana malam yang sangat nikmat hari ini Andini memasak untuk suaminya Adam.


"Sayang,ternyata masakan mu sangat enak,apa kamu dari dulu sudah biasa memasak?" tanya Adam sambil menikmati semua menu yang dimasak khusus oleh istrinya itu.Adam benar-benar bangga dan sangat menikmati menjadi kepala keluarga yang dilayani oleh istrinya.Ini sesuatu yang tidak pernah dia dapatkan dari istrinya Amanda,tidak tau Amanda tidak bisa masak atau memang tidak becus jadi istri.


"Tapi sayang kamu tidak boleh memasak kalau aku tidak disini,aku tidak mau tangan mu yang mulus ini nanti jadi kasar dan aku juga tidak mau melihat kuku mu ini rusak besok kamu pergi ke salon untuk merawat kulit dan kuku mu." ucap Adam,Andini selalu menuruti setiap kata-kata Adam hal itu juga membuat Adam merasa sangat di hargai sebagai suami.


"Dan mulai hari Senin kamu sudah bisa mengikuti latihan mengemudi,aku akan menyuruh Dea untuk menemanimu nanti,dan aku juga sengaja mencari supir wanita.Aku tidak mau ada pria lain yang dekat dengan mu." ucap Adam dan tentu saja Andini tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan malam, Andini membereskan semua meja makan dan Susi melanjutkan membersihkan semua piring kotor yang ada di belakang.Setelah itu Andini bermain ponsel di ruang tamu sambil menunggu suaminya yang sedang menyelesaikan tugas kantornya,tidak lupa Andini menyuguhkan satu gelas kopi kesukaan suaminya itu.


👉bersambung👉


__ADS_2