Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 57 ~ Curiga ~


__ADS_3

Hampir tengah malam, semua berkas yang di bawa Alex ke mansion ahirnya selesai di periksa dan di tanda tangani oleh Adam.


"Hufff..Ahirnya selesai juga,saat aku pergi kerumah sakit nga sabar bertemu istri tercinta." Ucap Adam lalu di menyusun berkas itu kembali dan keluar dari ruang kerjanya.


"Tuan,apa anda ingin makan,atau ada sesuatu yang ingin anda makan aku akan menyiapkannya." Ucap salah satu pelayan di mansion itu.


"Tidak,aku ingin segera pulang istriku sudah menunggu ku." Ucap Adam lalu segera pergi meninggalkan mansion itu.Sementara Amanda hannya memandangi,Adam dari lantai atas.Dia merasa hidupnya terlalu menyedihkan punya suami tetapi rasa janda,bahkan disaat dia sangat menginginkan belaian seorang pria dia hannya bisa memanfaatkan asisten kakeknya.


Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Adam terus memikirkan tingkah istrinya tadi siang,


"Aku yakin Amanda pasti merahasiakan sesuatu di mansion itu,tidak mungkin yang tadi siang sengaja di lakukan untuk sementara kami tidak pernah sedekat itu selama ini."ucap Adam dia masih menebak-nebak siapa kira-kira pria yang pantas untuk Amanda di mansion itu.Tidak terasa ahirnya Adam sampai di rumah sakit jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam dia yakin istrinya sudah tidur.


Di saat Adam membuka pintu ruangan rumah sakit itu,Adam melihat Andini masih bermain ponsel,


"Belum tidur sayang,kamu sudah makan?"tanya Adam,semua rasa lelah Adam rasanya hilang begitu saja saat melihat wajah polos istrinya itu


"aku Uda makan sayang,kenapa lama pulang mas,apa pekerjaan mu sangat banyak?" tanya Andini,dia merasa kasihan melihat wajah lelah suaminya itu rasanya Andini tidak tega harus membiarkan suaminya itu selalu tidur di rumah sakit,


"Ya sayang,tidak masuk kerja beberapa hari ini membuat dokumen yang harus ku tanda tangani menumpuk." Ucap Adam lalu mencium kening Andini.Dia merasa sangat bahagia saat suaminya selalu memberinya kebahagiaan.

__ADS_1


"Mas,besok kita udah bisa pulang ya,aku sudah sangat bosan di rumah sakit ini." Ucap Andini manja, dia ingin Adam menuruti keinginannya karna dia tidak ingin Adam terus-menerus bolak balik ke perusahaan dan ke rumah sakit,apa lagi dia harus tidur di rumah sakit ini.Walaupun mereka di ruangan VVIP tetapi rasa kurang nyaman itu tetap ada,di rumah sendiri tetap lebih nyaman.


"Sayang,kamu kan belum sembuh," ucap Adam dia selalu merasa khwatir dengan kesehatan istrinya itu.


"Pokoknya aku nga mau, besok aku harus pulang." Ucap Andini dia merasa suaminya sangat berlebihan mengkhawatirkannya,sementara dia sudah merasa semua baik-baik saja.


"Iya sayang aku akan membawa mu pulang besok " Ucap Adam,tiba-tiba saja Adam mengingat Amanda yang tadi siang memeluknya secara tiba-tiba.


"Kenapa mas,apa ada yang salah?" tanya Andini karna melihat wajah suaminya tiba-tiba saja berubah.


"Nga papa sayang,sekarang kamu tidur agar besok pagi,aku bisa membawamu pulang "Ucap Adam.Andini mulai memejamkan matanya dia tidak ingin bertanya lebih lanjut kepada suaminya itu karna dia merasa takut.Sementara Dea langsung pulang saat Adam sudah berada di ruangan itu.Dia tidak ingin melihat kemesraan sepasang suami istri itu.


"Sayang,hari ini aku senang banget ahirnya aku bisa kembali ke apertemen ku." Ucap Andini penuh semangat,Adam memandangi wajah istrinya dia begitu bahagia ahirnya Andini bisa pilih kembali seperti dulu.


"Sayang,aku sudah membeli rumah untuk mu,hari ini kita sudah bisa tinggal di rumah itu,apertemen itu kurang nyaman untuk mu.Aku tidak ingin hal seperti ini terulang kembali." Ucap Adam,dia memandangi wajah Andini,karna dia ingin melihat reaksi istrinya itu.


Tiba-tiba Andini berdiri dan mendekati Adam


"Sayang,dimana pun aku tinggal jika masih di samping mu aku akan terus bahagia,terima kasih sudah memberikan cinta yang tulus untukku."Ucap Andini sambil memeluk tubuh Adam,dia sangat terharu untuk perhatian Adam kepadanya.Walaupun dulu dia kekurangan kasih sayang dari orang tuanya rasanya Tuhan menganti nya dengan seorang pria yang memberinya kasih sayang yang lebih untuknya.Adam pun langsung memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat.

__ADS_1


"Ehemmm...Selamat lagi nyonya kami akan memeriksa luka nona sekali lagi jika memang sudah benar-benar sembuh maka nyonya bisa pulang hari ini." Ucap salah seorang dokter,Andini sangat malu karna para dokter itu sudah terlanjur melihatnya bermesraan dengan suaminya di ruangan itu.Setelah selesai memeriksa ahirnya Andini dinyatakan sembuh dan bisa pulang hari ini juga.


Setelah membayar semua administrasi rumah sakit ahirnya Adam membawa Andini pulang ke rumah baru yang dia belikan untuk istrinya itu.


"Sayang,kita mampir makan dulu ya."Ucap Adam lalu membawa Andini ke sebuah restoran,dan mereka memesan makanan.Pada saat mereka duduk dimeja,samar-samar Adam mendengar suara yang sangat familiar untuknya,karna begitu penasaran dengan suara itu ahirnya dia menoleh ke sampingnya dan melihat orang tua Andini sedang makan juga di restoran itu.


Adam begitu terkesima melihat ibu mertuanya Fatimah dan juga ayah mertuanya Rahmat.Dia merasa jengkel karna melihat gaya ibu mertuanya yang begitu norak.


"Sayang,apa kamu tidak melihat kedua orang tua mu dan adikmu, Nadia ternyata makan disini juga?Ucap Adam,Andini yang tidak menyadari itu langsung mencari-cari keberadaan ibunya dan benar saja dia melihat keluarganya juga duduk lumayan jauh dari tempat mereka.Andini merasa malu kepada Adam,karna melihat gaya keluarganya yang begitu norak.


Mas,aku ingin menasehati mereka,ayo kita bergabung ke tempat mereka." Ucap Andini,lalu dia beranjak dari tempat duduknya menghampiri keluarganya.


"Apa yang kalian lakukan disini ma,pa?" tanya Andini,saat dia sudah berada di meja orang tuanya lalu dia langsung duduk di kursi yang masih kosong,sementara Adam masih memperhatikan kedua mertuanya,dia ingin melihat apa mertuanya sudah bisa menghargai Andini.


Kedua orang tuanya dan Nadia sangat kaget melihat Andini yang muncul tiba-tiba di meja mereka


"Apa yang kamu lakukan disini? apa kamu ingin minta makan dari kami?pergi sana kami tidak butuh kepada mu lagi,Tampa kamu hidup kami jauh lebih baik." Ucap ibunya dengan wajah yang sangat tidak suka kepada Andini.


"Mama yakin,Tampa aku kalian bisa hidup,kalian bisa menikmati hidup enak seperti ini,harusnya kalian lebih pintar mengatur uang, supaya kalian bisa terus memutar modal, bukan malah enak-enak menikmati makananan di restoran."Ucap Andini dia merasa malu kepada Adam, karna keluarganya sudah terus menerus menyusahkan nya.

__ADS_1


👉bersambung👉


__ADS_2