Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 47 ~ Pertemuan ~


__ADS_3

Se marah apa pun Andini kepada suaminya itu, kalau Adam sudah mencium keningnya rasanya semua rasa kesalnya di hatinya akan hilang begitu saja.Andini juga tidak ingin membuat suaminya itu tidak nyaman kepadanya.


"Sayang,aku bisa minta sesuatu tidak untukmu?" tanya Andini,disaat mereka sudah mulai baikan.Adam mengerutkan keningnya karna tidak biasanya istrinya berbicara seperti itu.


"Kamu mau minta apa sayang,aku akan memberikannya untuk mu,yang penting kamu tetap bahagia." ucap Adam sambil memeluk istrinya itu.


"Sayang,tolong berikan ayahku modal usaha sekali lagi, kalau tidak berikan saja dia usaha agar dia mengelolanya,aku merasa kasihan kepada mereka walaupun mereka bukan lah orang tua yang melahirkan mu setidaknya,aku sudah di besarkan mereka."Ucap Andini,Adam merasa sangat bangga kepada istrinya itu walaupun dulu dia di siksa bahkan dijual kepadanya tetapi sedikit pun Andini tidak menyimpan rasa benci kepada keluarganya itu.


"Baik lah sayang,aku akan menyuruh Robi untuk mengurus keluargamu itu,semoga mereka bisa merubah sipat nya yang kurang baik itu."ucap Adam


"Mas,nga usah kasih tau kalau yang membantu mereka adalah kita,aku tidak mau nanti mereka semakin membenciku,aku akan mempersiapkan makanan dulu." ucap Andini,lalu bangkit dari ranjang menuju dapur dan mulai memasak untuk suaminya.Adam mengikuti langkah istrinya,dia memandangi istrinya yang sedang memasak dia mengakui kalau masakan istrinya sangat pas di lidahnya,dia bersyukur saat istrinya dengan ikhlas melayaninya dalam segala hal.


Setelah selesai menyiapkan semuanya,mereka langsung menikmati makan malam nya,Adam makan dengan sangat lahap,Andini sangat bahagia disaat Adam menghargai kerja kerasnya.


*****

__ADS_1


Sudah Hampir dua Minggu Nadia bekerja,sebagai pemuas nafsu para lelaki hidung belang,dia terpaksa melakukan itu karna melihat kedua orang tuanya yang selalu ribut tiap hari karna sang ayah tidak bisa memberi nafkah kepada keluarganya.Pria yang di layani oleh Nadia juga hannya kelas bawah yang bertarif lima puluh ribu atau tujuh puluh ribu rupiah,dia tidak punya kenalan yang bisa membawanya ke tempat yang lebih bergengsi.Dia hannya mangkal di pinggir jalan dan mencari-cari langganan para supir dan para pria yang sedang butuh ke hangatan.


Pada Saat Nadia sedang duduk di pinggir jalan tiba-tiba Amanda melihatnya dari mobilnya,


"Bukankah wanita itu, yang menghajar pelakor kemarin?"ucap Amanda lalu dia menepikan mobilnya di pinggir jalan dan keluar dari mobil mewahnya.Para wanita yang mangkal disitu segera mendekati mobil Amanda karna mengira itu seorang pria tajir yang mencari mangsa.


"Hei kamu, ayo ikut denganku." ucap Amanda Nadia merasa ragu dengan wanita itu hingga dia tidak mau masuk ke mobil Amanda.


"Kenapa masih bodoh disitu,bukan kah kamu saudara dari Andini si wanita pelakor itu?" tanya Amanda, Nadia langsung mengikuti Amanda yang sudah berada di dalam mobilnya.


"Jaga kebersihan di mobil ini,biasa kalau orang miskin pasti belom pernah naik mobil seperti ini."ucap Amanda sambil menyemprotkan parfum mewahnya ke seluruh mobilnya,hingga Nadia merasa tersinggung dengan tingkah Amanda.


"Aku hannya ingin mengajak mu kerja sama,Adam adalah suamiku, tetapi saudara mu telah merebut suamiku hingga pernikahan kami sudah mulai renggang.Kamu taulah suamiku itu ganteng,kaya raya, pewaris tunggal,wanita mana yang tidak tertarik dengannya,pasti semua wanita mau menjadi istrinya sekalipun itu menjadi istri simpanan.Jika kamu bisa membuatnya jauh dari suamiku,maka aku akan memberikan kamu upah dua miliar."Ucap Amanda,Nadia sangat kaget saat mendengar nominal yang disebutkan Amanda dia tidak pernah membayangkan bisa memiliki uang sebanyak itu.


"Aku bersedia nona,apa nona menginginkan supaya Amanda mati? semua bisa kulakukan." ucap Nadia dengan semangat kapan lagi Nadia bisa memiliki uang dengan nominal sebesar itu.

__ADS_1


"Terserah kamu mau membunuh atau membuangnya jauh dari kota ini intinya dia harus berpisah dari suamiku Adam." ucap Amanda,


"Ini kartu nama ku,silahkan kamu pegang hubungi aku jika kamu sudah mempunyai kabar baiknya." ucap Amanda lalu menyuruh Nadia dari mobilnya,dan meninggalkan tempat itu.


Nadia sangat bahagia,karna ahirnya dia bisa mendapat uang dengan gampang Tampa harus kerja keras seperti sekarang ini.Lalu Nadia segera mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih sopan dan kembali kerumahnya.Dia akan mencari ide supaya bisa bertemu Andini secepatnya.Dan bisa membawa Andini keluar dari apertemen nya.


Alex baru saja keluar dari perusahaan Smith. Dia bekerja sampai larut malam karna beberapa hari terakhir ini Alex banyak menjalin kerja sama dengan perusahaan luar.Hal ini membuat tuannya semakin bangga dengannya.Pada saat dia mengendarai mobilnya diam-diam Amanda mengikutinya dari belakang,Amanda selalu saja menginginkan pelayanan Alex di atas ranjang Amanda belum bisa melupakan permainan Alex pada saat dia menjebak Alex dengan obat perangsang.


Pada hal kali ini Alex pulang ke apertemen miliknya, karna sudah lama Alex tidak memasuki apartemennya itu.Amanda terus mengikuti mobil Alex walaupun dia merasa aneh karna Alex tidak menuju rumah mertuanya.


Alex memasuki gedung apertemenya,sementara Amanda dengan sangat hati-hati terus saja mengikuti langkah Alex hingga Alex memasuki sebuah apertemen nya,Pada saat Alex masuk kedalam apertemen ya dia lupa menutup pintunya hingga Amanda bisa memasuki ruangan itu dengan bebas apa lagi Alex sudah masuk ke dalam kamar mandi.


" Ternyata Alex tinggal di apertemen mewah ini,bagus juga seleranya untung tadi dia lupa menutup pintunya hingga aku bisa memasuki ruangan ini dengan bebas."batin Amanda lalu dia bersembunyi di balik di bawah meja makan yang ada di belakang.Pada saat Alex keluar dari kamar mandi Amanda melihat dengan jelas tubuh atletis dari Alex membuat Amanda semakin keringat dingin rasanya dia sudah tidak tahan ingin bermain dengan Alex.


Alex menonton televisi yang ada di ruangan itu,dia menonton di temani secangkir kopi dan makanan ringan.Sementara Amanda sudah merasa lelah karna harus berjongkok terus di kolong meja makan tiba-tiba dia melihat Alex masuk ke kamarnya,Amanda dengan cepat langsung keluar dari kolong meja makan dan memasukkan obat ke dalam minuman Alex setelah itu dia masuk kedalam kamar mandi untuk melihat reaksi obat itu.

__ADS_1


Sudah hampir setengah jam Amanda, berada di kamar mandi. Tetapi dia belum mendengar sesuatu yang mencurigakan hingga dia merasa bosan.Karna sudah begitu lama pelan-pelan dia membuka kamar mandi dan mengintip ke arah Alex benar saja Alex masih betah menonton dan belum meminum kopinya.Amanda sangat merasa bosan menunggu Alex dia sudah keringat dingin dari tadi karna di otaknya terus saja membayangkan tubuh atletis dari Alex.


👉bersambung👉


__ADS_2