Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 111 ~ Permohonan orang tua Andini~


__ADS_3

Setelah kepergian kedua calon mertuanya,Andini lalu menemui kedua pelayannya,dia lalu melihat keadaan baby itu.


"Bibi,apa baby tidak rewel?" Tanya Andini sambil melihat baby yang sedang tidur dengan pulas.Pertama kali melihat sang baby,Andini begitu suka dengan bayi itu,wajah yang putih dan dia sangat mirip dengan ibunya Amanda.


"Baby bantu aku untuk mengambil semua perlengkapan baby dari lemari,biarkan dia yang memakai semua yang sudah kita kalau ada waktu kita kembali belanja ke mall." Ucap Andini dia mengeluarkan semua perlengkapan yang sudah dia persiapkan untuk calon baby nya.


"Loh kok dikeluarkan sayang kenapa?"


"Biarkan mas,nanti kita beli lagi untuk calon baby kita,kalau yang sudah kita beli ini,biarkan dia yang memakainya,kemungkinan nyonya Amanda belum mempersiapkan semua kebutuhan calon anaknya." Ucap Andini,lalu dia kembali ke kamar pelayan dan membawa semua barang-barang yang dia keluarkan nya.


Andini menyuruh Adam belanja ke super market belanja kebutuhan baby baru mereka,Adam benar-benar menolak karna dia tidak tau menahu tentang belanjaan baby.


"Ayolah mas,kapan lagi sih belajar belanja sekarang mas harus pergi ke supermarket,beli semua perlengkapan baby,susu, sabun dan minyak telon untuk baby,cepat." Ucap Andini,dengan wajah yang masam Adam akhirnya pergi dari rumah menuju supermarket,sedangkan Andini mengabaikan suaminya yang terlihat tidak senang.


*****


Kedua orang tua Nadia terus menerus menghubungi nomor Nadia tapi nomor itu tetap tidak di angkat,hingga membuat kedua orang tua Nadia semakin khwatir.


"Papa,apa nga lebih baik kita minta tolong kepada menantu kita Adam,biar lah kita memohon kepadanya mama nga mau terjadi sesuatu kepada Nadia." Ucap Fatimah,dia yang paling khawatir karna sudah dua Minggu Nadia tidak pernah mengangkat ponselnya.


"Iya tapi kita tidak tau mereka tinggal dimana,kalau nga kita ke kantornya saja langsung ." Ucap ayah Nadia,setelah mereka bersiap-siap kedua pasangan itu keluar dari apertemen dan berjalan mencari kendaraan menuju kantornya Adam.


Sesampainya mereka di gedung perusahaan milik Adam,mereka langsung di hadang oleh security,

__ADS_1


"Mau mencari siapa pak?"


"Kami ingin bertemu dengan tuan Adam?"


"Apa kalian sudah membuat janji?"


Kedua pasangan itu langsung saling menatap.Mereka bingung harus menjawab apa karna kenyataannya mereka tidak membuat janji bahkan mereka tidak punya nomor pria itu.


"Kenapa diam,apa kalian sudah buat janji dengan tuan Adam,dengar pak,Bu tidak sembarang orang bisa bertemu dengan beliau." Ucap security menjelaskan,Fatimah langsung lemas saat mendengar ucapan security itu,dia benar-benar khawatir sesuatu yang buruk terjadi kepada Nadia putrinya.


"Maaf pak,tolong panggilkan tuan Adam,dia sudah mengenal kami,putriku istri dari tuan Adam"Seketika security itu tertawa sinis


"Apa bapak dan ibu sedang bermimpi,tuan Adam memiliki mertua seorang pengusaha juga jadi kenapa anda datang seperti gembel tapi malah mengaku-ngaku." Pada saat itu Adam dan Robi hendak keluar dari perusahaan,merek ingin pergi menghadiri pernikahan putri dari klien mereka.Adam langsung mendekati security dan dia sangat kaget dengan kejadian kedua pasangan itu.


"Maaf tuan,kata ibu ini dia ingin bertemu tuan,tapi aku tidak memberinya ijin karna mereka tidak punya janji bertemu dengan anda." Ucap security


Adam langsung menatap sinis kepada security


"Ikut saya ke cafe itu,saya sangat sibuk."


Mereka langsung pergi meninggalkan gedung itu,dan memasuki sebuah cafe yang ada di depan gedung sementara Robi mengikuti tuannya kemana pun berjalan.


"Ada apa kalian mencari ku,setauku kita tidak sedekat itu untuk selalu punya urusan."

__ADS_1


"Maafkan ke lancangan kami tuan,tapi kami tidak tau lagi harus bagaimana,sudah dua Minggu ini Nadia pergi meninggalkan apertemen,kami sudah berusaha menghubunginya terus tetapi ponselnya tidak di angkat,kami mohon tuan tolong cari Nadia,kami benar-benar khwatir terjadi sesuatu untuknya." Ucap Fatimah dia begitu gemetaran dan wajahnya terlihat sangat ketakutan.


"Bukan kah dia sudah besar untuk apa dia kita cari,lagian pergaulan bebas adalah adalah kehidupan dia,jadi tidak ada yang perlu di takuti dari wanita seperti Nadia,dulu saja Andini hilang beberapa bulan kalian sedikitpun tidak merasa khawatir,sekarang Nadia pergi baru dua Minggu kalian sudah se takut itu,kalian terlalu berlebihan." Ucap Adam,lalu dia berdiri dan bersiap-siap hendak pergi.


"Tuan,tidak biasanya Nadia,tidak mengangkat ponselnya,kami benar-benar takut sesuatu terjadi kepadanya,aku mohon tuan bantu kami,setelah ini aku berjanji,aku akan menjadi ibu yang baik buat Andini,bahkan aku bersedia menjadi pembantu di rumah kalian." Ucap Fatimah air matanya menetes dari wajahnya membuat Adam sedikit terharu.


"Sudah lah,kalian berhenti mengkhawatirkan wanita itu,dia wanita yang kuat tidak segampang itu terjadi sesuatu kepada wanita itu." Adam lalu pergi meninggalkan kedua pasangan itu lalu dia memasuki mobilnya,dan berangkat ke pesta pernikahan putri dari kliennya.


Pada saat sedang di mobil adam memikirkan ucapan wanita itu,dia sedikit merasa iba kepada wanita itu,biar bagaimana pun mereka adalah keluarga Andini juga,mana tau setelah dia membantu keluarga itu untuk ya kesekian kalinya mereka akan bisa lebih menghormati Andini istrinya.


"Rob,bantu mereka cari tau dimana wanita itu,suruh Riko untuk mengurusi wanita liar itu,sepertinya aku harus menyuruh Riko untuk menikahinya,semoga dengan ini keluarga itu bisa semakin tau diri,sebenarnya aku sudah lelah mengurusi keluarga ini,tapi mau gimana lagi,mereka itu tetap juga keluarga istriku." Ucap Adam.


"Baik tuan." Jawab Robi.


Sementara itu Andini dengan siaga terus merawat baby Mikaila.Tifak bosan-bosan nya dia menemani bayi itu,dia juga yang memberi nama untuk bayi itu.


"Nona,jangan terlalu capek,bukan kah satu bulan lagi nona juga akan melahirkan nona harus lebih menjaga kesehatan.Ucap Sarah dia adalah wanita yang paling perhatian kepada Andini,dia sudah menganggap wanita itu sebagai anaknya.


"Nga papa bibi,aku akan lebih banyak belajar dari sekarang,aku akan menikmati menjadi wanita yang sempurna." Ucap Andini,sambil memainkan wajah Mikaila.


Pada saat sedang asik bermain dengan sang bayi ,Rania kembali datang ke rumah itu bersama dengan supir,dia sengaja mendatangi rumah Andini saat dia tau kalau Adam sedang tidak berada dirumah itu.


"Kembalikan cucuku,kamu wanita kampungan,tidak berhak untuk merawat cucu kami ini,karna dia satu-satunya pewaris dari keluarga Smith." Ucap Rania lalu dia mendorong tubuh Andini yang sedang berdiri di dekat Mikaila.Beruntung Andini tidak jatuh karna dia langsung memegang pinggiran ranjang.

__ADS_1


****bersambung***


__ADS_2