Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 15 ~ Hadiah ~


__ADS_3

Rahmat dan istrinya terus memohon-mohon bahkan istrinya sampai sujud di hadapan Adam agar dia memberikan uang untuk mereka.Adam yang sudah sangat muak dengan tingkah mereka ahirnya memberikan sejumlah uang kepada Rahmat dan istrinya,


"ini aku berikan sedikit uang kepada kalian,jangan pernah berani datang ke kantorku ini lagi atau aku akan patahkan kaki kalian berdua nanti ingat itu," ucap Adam membuat kedua suami istri itu bergidik ngeri mendengar ancaman Adam lalu mereka pergi meninggalkan kantor itu dengan wajah yang sangat bahagia.


"pa..tidak sia-sia anak sialan itu kita besarkan,coba kalau dulu kita membuangnya pasti kita tidak akan mendapat uang sebanyak ini," ucap istrinya sambil mencium-cium aroma yang yang ada ditangannya.


"sudah lah ma cepat sembunyikan uangnya atau nanti kita kemalingan," ucap Rahmat kepada mereka saat ingin menaiki kendaraan umum menuju rumahnya.Istrinya sudah tidak sabar ingin menikmati uang dari hasil menjual Andini anak mereka.


Setelah mereka sampai di rumahnya mereka melihat Nadia sedang tiduran sambil memegangi perutnya yang sudah kelaparan,


"Ma,kalian dari mana sih?aku sudah lapar banget perutku sudah sampai sakit ma?"ucap Nadia lalu sang ibu langsung mengambil uang lalu menyuruh suaminya Rahmat pergi membeli nasi.


"Nadia,kamu tau nga mama lagi banyak uang, gimana kalau kita hari ini pergi shoping?mendengar ucapan ibunya Andini yang dari tadi tiduran langsung duduk di ranjang dan langsung mendekati ibunya dan mengambil plastik kresek yang di pegang ibunya lalu membuka dan melihat isi dari plastik kresek itu.


"mama dapat uang dari mana? banyak banget ma kayaknya kita bisa hidup senang-senang mulai hari, ini apa mama tadi habis ngerampok?ucap Nadia Tampa henti membuat ibunya terkekeh,


"enak aja, mama tadi habis bertemu suami Andini dan mama meminta uang kepadanya lalu dia memberikan uang ini mulai hari ini kita bisa mendapat ATM berjalan."ucap ibunya membaut Andini sangat kaget karna ternyata Kaka nya sudah menikah dengan orang kaya lagi.


"apa...,ma Andini sudah menikah,dengan orang kaya kok mama tinggal diam saja kenapa mama tidak menikahkan aku saja dengan pria itu ma?ucap Nadia sambil berdiri dan memarahi ibunya

__ADS_1


"Kamu tenang dulu sayang,kamu tau pria itu sudah punya istri dan Andini paling juga dijadikan sebagai babu yakin deh sama ibu kayaknya suaminya itu pria yang sangat kasar." mendengar ucapan ibunya Nadia merasa lega dia tidak ingin membiarkan hidup Andini lebih bahagia.Riko yang dia harapkan saja tidak mau menerimanya Riko tetap mencari-cari Andini membuat Nadia semakin membenci Andini.


"Gitu ya mah kapan-kapan bawa Nadia kesana ma, Nadia pengen kenal dengan suami Andini kalau bisa Nadia pengen menjadi istrinya yang ketiga pun nga papa yang penting kaya raya ma," ucap Nadia penuh percaya diri.Lalu mereka menikmati makanan yang dibeli oleh ayahnya.


Adam kembali kerumah karna hari sudah mulai sore.Adam melihat mobil yang mengantar Andini sudah terparkir di garasi menandakan kalau Andini sudah berada di mansion nya dan dia juga melihat mobil istrinya sudah berada disitu,lalu dia masuk dan melihat Amanda sudah duduk santai di ruangan tamu.


Adam melewati ruang tamu Tampa menyapa Amanda sama sekali,


"Adam,apa hubungan kita ini akan semakin dingin seperti ini,semenjak wanita itu kamu bawa ke rumah ini sipat mu padaku semakin dingin saja,"ucap Amanda Adam yang mendengarkan ucapan Amanda menghentikan langkahnya


"bukan kah dari dulu juga hubungan kita sangat dingin,bahkan aku tidak melarang mu menjalin hubungan dengan pria mana pun di luaran sana,"ucap Adam dengan nada menekan,saat itu Andini hendak turun kebawah, Tampa sengaja mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Adam,aku ingin kita memperbaiki hubungan ini jika kamu mau aku bisa melahirkan anak untuk mu ini demi keluarga kita Adam,bagaimana kalau orang tua kita Samapi tau tentang rumah tangga kita ini?aku mohon pada mu Adam," ucap Amanda sambil menundukkan kepala,Tampa memperdulikan ucapan Amanda Adam langsung naik keatas hingga Amanda kembali kesal dibuatnya.


"Dasar brengsek, semua ini karna ulah si pelakor itu aku akan melenyapkan mu dari mansion ini."Amada langsung masuk ke kamarnya dia sangat marah karna Adam selalu cuek kepadanya.


Adam langsung memasuki kamarnya Tampa mengetuk dahulu tetapi dia tidak menemukan Andini tetapi Adam mendengar suara air di kamar mandi menandakan Andini sedang mandi.Adam melihat beberapa paper bag di atas nakas lalu dia memeriksa isinya ternyata hannya ada beberapa alat makeup,


saat Andini keluar dari kamar mandi dia tidak menyadari kalau Adam sudah duduk ditepi ranjang dengan santainya Andini membuka lemari dia tidak sadar kalau Adam sudah dibelakangnya dan melihatnya dari tadi,lalu Tampa menunggu Adam langsung memeluk Andini dari belakang hingga membuat Andini terkejut setengah mati.

__ADS_1


"aaaa...Andini berteriak dan langsung menepis tangan Adam lalu dia berlari ke ranjang dan menutupi tubuhnya,dengan selimut yang ada di ranjang itu.


"apa yang kamu lakukan tuan di kamar ini?" ucap Andini sambil menutupi tubuhnya yang masih terlilit handuk,


"Ini kan kamar ku,aku bebas melakukan apa pun didalam kamarku ini,"ucap Adam Tampa beban membuat Andini semakin panik,


"kenapa tuan tidak mengetuk kamar dulu,"ucap Andini membuat Adam semakin gemas dengan tingkah Andini,


Lalu Adam naik ke atas ranjang dan menarik penutup tubuh Andini,"kamu sudah sah jadi istriku jadi aku bebas melakukan apa pun untuk mu," ucap Adam dan semakin menarik selimut yang menutupi tubuh Andini dan Andini semakin kuat mempertahankan selimut itu agar tetap menutupi tubuhnya.


Adam semakin keras menarik selimut yang menutupi tubuh Andini hingga dia tidak kuat lagi ahirnya selimut dan handuk yang menutupi tubuh Andini terlepas dari tangan Andini seketika hasrat Adam tidak bisa ditahannya dia yang melihat Andini hannya di balut bra dan pakaian kecil yang menutupi bawah pusar Andini,lalu Adam langsung memeluk memeluk Andini dan menciumi Andini Tampa ampun.


Saat Adam sangat menikmati permainnya tiba-tiba pintu yang tidak terkunci di buka oleh Amanda,Andini yang melihat Amanda sudah berdiri di depan pintu langsung melepaskan pelukan Adam dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut Adam yang sudah tidak kuat ahirnya marah


"apa yang kamu lakukan di kamar ku ini Amanda silahkan kamu keluar," Adam berteriak dengan keras hingga suara Adam sampai kelantai bawah, membuat para pelayan yang berada di bawah tersenyum sambil berbisik-bisik.


"Hahaha nyonya Amanda sih menganggu tuan Adam yang sedang berkembang biak dengan istri barunya."ucap salah satu pelayan yang ada di mansion itu hingga mengundang ketawa dari pelayan lainnya.


"Apa aku tidak bisa ikut tidur bersama kalian?" tanya Amanda dengan santai lalu dia naik ke ranjang Adam membuat Andini semakin malu dia yang masih polos merasa sangat malu lalu dia turun dari ranjang sambil menutup badannya pergi ke kamar mandi dan memakai semua bajunya melihat Andini masuk kamar mandi Adam sangat merasa emosi kepada Amanda.

__ADS_1


👉bersambung👉


__ADS_2