
Setelah bersiap-siap ahirnya Adam keluar dari apertemen nya sementara Andini masih tidur dengan sangat pulas mungkin karna tadi malam Adam terus menikmati percintaan dengan istri nya itu,Adam lalu mencium kening Andini lalu keluar dari kamarnya,
"Susi,jangan pernah keluar sembarangan dari apertemen ini jika kamu masih ingin bekerja disini,"ucap Adam lalu meminum kopi yang sudah disiapkan oleh Susi.Setelah itu dia turun,sesampainya di bawah dia sudah melihat asistennya sedang menunggunya.
"Apa,jadwal ku hari ini l?"tanya Adam di saat dia sudah duduk dikursi mobilnya itu.
"Tuan hari ini ada pertemuan dengan perusahaan Adara group,habis itu tuan meninjau proyek yang ada di kota B yang sedang bermasalah,"ucap Robi sambil menyetir mobilnya
"Kenapa proyek itu bisa mangkrak bukan kah masyarakat di sana Sudah setuju bahwa lokasi itu akan di bangun sebuah hotel," tanya Adam
"Aku tidak tau tuan pastinya,tetapi yang saya tau pembangunannya sedang di hentikan.' Ucap Robi,sambil menghentikan mobilnya tepat di depan gedung perusahaannya itu.
Adam langsung menaiki lift khusus direktur dan asistennya sapaan dari para bawahannya pun di abaikan oleh Adam karna dia begitu kesal karna dia harus melakukan perjalanan jauh karna dia tidak ingin jauh dari istri keduanya itu.
Sesampainya di ruangannya dia sangat kaget saat menemukan Amanda sudah duduk santai di sopa yang ada di ruangan direktur itu.
"Apa yang kamu lakukan di ruangan ku pagi ini?"tanya Adam dia harus lebih hati-hati kepada istri pertamanya itu karna dia berhubungan dengan musuh perusahaanya.
"Apa lagi yang bisa kulakukan kecuali menunggu mu,kamu emang brengsek sudah bermain di belakang ku."ucap Amanda dengan sinis
"Aku tidak bermain di belakang mu sekarang katakan tujuan mu kemari untuk apa?"Tanya Adam sekali lagi karna dia ingin segera pergi melakukan pertemuan dengan kekasih simpanan istrinya,Adam juga tidak mengerti kenapa pemilik PT Adara ingin sekali bertemu dengannya.
"Aku ingin kamu memberikan aku uang sebanyak 3 miliar,karna aku sudah kehabisan uang,anggap saja ini kompensasi karna aku memiliki suami pengusaha tetapi, hannya dijadikan pajangan saja."ucap Amanda
__ADS_1
"Baik lah aku akan transper uangnya ke rekening mu silahkan keluar dari ruangan ini,sekali lagi jika kamu ingin bertemu denganku harap buat janji terlebih dahulu," ucap Adam,lalu Amanda langsung keluar dari ruangan itu Tampa memperdulikan ucapan Adam baginya yang terpenting uangnya sudah dia dapatkan.
Setelah Amanda keluar dari ruangan itu tiba-tiba Adam dikejutkan oleh security yang datang keruangan nya bersama dua wanita,yang sangat menjijikan bagi Adam,
"Tuan,maafkan aku terpaksa mereka berdua aku antar ke ruangan tuan karna mereka memaksa ingin bertemu tuan dan kata ibu ini tuan adalah menantu lelakinya," ucap security itu membuat Adam benar-benar sangat frustasi,
"Silahkan keluar dari ruangan ku," ucap Adam lalu berdiri dan keluar dari kursi kebesarannya dan duduk di sopa yang ada di ruangannya itu.
"Ada apa ibu mertua setiap saat ingin bertemu denganku tenang saja Andini anakmu sudah bahagia bersama ku dia sudah menjadi nyonya dari Adam Smith pewaris tunggal dari beberapa perusahaan yang hebat di negara ini," ucap Adam seakan memamerkan kebahagiaan istrinya kepada Nadia dan ibu mertuanya yang sangat jahat itu.Sementara Nadia yang mendengar kata-kata Adam sangat membuatnya kesal.
"Maafkan aku tuan,kami kehabisan uang Sudi kiranya memberikan uang kepada ku karna kami sudah tidak makan lagi dan utang kami juga sudah menumpuk di warung ayahnya Andini sedang masuk rumah sakit," ucap mertuanya berbohong dia memanfaatkan suaminya yang tidak ikut bersamanya.
"Dasar manusia nga punya malu,enak saja kerjaan mu hanya minta uang kepada ku setelah apa yang kamu lakukan dulu dengan istriku sekarang aku akan menunjukkan betapa Andini sangat hidup bahagia dengan ku "batin Adam dia sudah muak melihat keluarga istri itu yang selalu minta-minta uang kepadanya.
"ternyata kamu sangat berguna juga Andini aku sangat beruntung dulu tidak membunuhmu bersama ibumu yang murahan itu,"batin Fatimah
"Baik lah nak Adam besok kami akan bersiap-siap untuk bertemu dengan mu apa besok Andini akan kamu bawa ?tanya Fatimah mendengar pertanyaan mertuanya Adam mencari ide untuk mengerjai mertuanya yang matre itu.
"Tidak ibu mertua karna Andini sedang mengandung anakku jadi dia tidak bisa keluar malam dan juga tidak bisa kelelahan,"ucap Adam berbohong dia ingin melihat reaksi mertuanya besok saat mereka di pertemukan.
"Baiklah kalian silahkan keluar karna aku masih ada jadwal meeting," ucap Adam lalu mereka beranjak hendak keluar dari ruangan itu dan,
"Nadia,jangan lupa besok kamu datang memakai pakaian yang cantik aku tidak suka melihat penampilan gadis yang jelek," ucap Adam mendengar ucapan Adam Nadia langsung kaget dia berpikir Adam telah tertarik kepadanya.
__ADS_1
"Baik tuan aku akan datang sesuai dengan harapan mu," ucap nadia dengan sangat gembira lalu meninggalkan ruangan Adam.
Sementara itu Adam ingin mengerjai keluarga itu,Adam ingin melihat bagaimana reaksi mereka melihat kehidupan Andini yang sangat jauh berbeda.
Adam hari ini begitu kesal karna baru pagi-pagi dia sudah harus menghadapi orang-orang yang sangat dia tidak ingin temui,dia juga sangat frustasi karna harus pergi keluar kota itu artinya dia tidak bisa menemui bidadari nya hari ini,
"apa sih terjadi dengan lahan itu,bukan kah semua sudah final kenapa sekarang harus ada masalah lagi?" ucap Adam,lalu dia menekan nomor telepon lalu menyuruh asisten untuk menemuinya.
Tok...tok
"Tuan,ada apa menyuruh ku kemari apa kita langsung menemui CEO dari PT Adara?tanya Robi
"apa kamu tidak bisa berangkat sendiri ke kota B, untuk meninjau lokasi itu?tanya Adam dia sangat tidak bersemangat kalau harus meninggalkan Andini.
"Tidak tuan,mereka sangat ingin bertemu dengan tuan,jika tuan ingin proyek itu segera selesai maka tuan harus berangkat hari ini juga," ucap Robi membuat Adam semakin frustasi.
"Baik lah,lebih baik sekarang kita hadiri dulu undangan makan siang dari pemilik PT Adara itu,sesudah itu kita langsung berangkat ke kota B semoga kita bisa secepatnya menyelesaikan masalah itu, karna aku tidak ingin Andini kesepian." Ucap Adam tidak sadar membuat Robi ingin tertawa lepas.
"Ternyata dia malas berangkat karna tidak ingin meninggalkan istri mudanya,dasar tuan giliran istri muda pengennya tiap hari bertemu ," batin Robi dengan wajah yang tersenyum.
"Apa ya g membuatmu senyum-senyum sendiri?tanya Adam dengan wajahnya yang cukup menakutkan, membuat Robi langsung diam lalu, mereka keluar dari ruangan menuju parkiran khusus direktur.
👉bersambung👉
__ADS_1