
Keluarga Smith tampak sedang kumpul di ruang tamu hari ini,Adam pulang cepat dari kantor karna hari ini mereka ada janji pertemuan karna ada yang harus di bahas Keluarga itu.
Selama beberapa bulan ini kesehatan Smith semakin membaik, tangan dan kaki nya sudah mulai bisa di gerakkan dan berbicara juga sudah mulai bisa,walaupun masih sulit di mengerti.
Tetapi hal itu sudah membuat keluarga itu sangat bahagia.Andini dengan sabar merawat pria itu bahkan tidak segan-segan dia memarahi dokter dan perawat pribadinya jika mereka lalai kepada pria itu.
Andini mendorong kursi pria itu,dan membawanya keruang tamu karna mereka sudah berkumpul semua disana.Ada pun bayi Adrian karna dia memiliki baby sitter,Andini tidak terlalu kesulitan,dia bisa mengurus bayi dan juga kakek dengan bagus.
"Papa,mama ada apa mengundang Adam hari ini,padahal kerjaan ku di kantor sangat banyak." Ucap Adam dia sedikit kesal karna di paksa pulang ke mansion dimana harusnya ini masih jam kerja.
__ADS_1
"Kamu duduk lah dulu nak,pekerjaan memang penting tapi bukankah pernikahan resmi mu juga penting apa kamu tidak ingin pernikahanmu di rayakan lagi?" Ucap Rania,Adam kaget,dia tidak ingat sama sekali karna dia terlalu sibuk mengurusi perusahaanya,beruntung Alex sangat hebat hingga dia bisa menangani perusahan kakeknya,Tampa harus dia yang turun tangan.Sementara ayahnya lebih sering mengurusi perusahaan yang ada di Jepang.
"Sayang,aku hampir melupakannya." Ucap Adam lalu dia membawa istrinya ke pelukannya.
"Maafkan aku ya sayang,harusnya aku lebih mengutamakan pernikahan kita tapi aku melupakannya,jangan marah." Ucap adam,Andini hannya tersenyum menangapi ucapan suaminya dia dapat memaklumi pria yang ada di pelukannya karna memang dia adalah orang yang sangat sibuk.Tidak lupa meluangkan waktunya untuk mengurus Adrian pada sore hari saja sudah membuatnya bahagia.
"Tidak papa sayang,kamu sibuk juga untuk masa depan kami iya kan sayang." Ucap Andini Adam mengelus-elus rambut istrinya dia benar-benar bersyukur memiliki istri yang begitu perhatian.
"Tuan,nona maafkan aku,sepertinya mikaila sakit sementara mas Alex tidak disini aku takut nyonya." Ucap dea dengan wajah yang sangat pucat.andini langsung berlari ke arah Dea dan menyentuh tubuh dan pipinya benar saja mikaila tubuhnya sangat panas.
__ADS_1
"Ma....mikaila panas,sepertinya dia harus di bawa kerumah sakit " Ucap Andini,saat itu supir juga tidak ada di mansion karna dia cuti hari ini karna menghadiri acara wisuda anaknya.
"Biarkan aku yang mengantar Dea kerumah sakit,nanti sampai di rumah sakit Alex dikabari,karna takutnya nanti dia kepikiran." Ucap Adam lalu segera meninggalkan mansion menuju rumah sakit.
Padahal mereka belum merundingkan kapan di adakan pesta pernikahan Andini dan Adam,apalagi pernikahan dan anak mereka harus di umumkan ke seluruh pemegang saham,agar mereka mengetahuinya.karna itu sangat penting mereka tau.
"Kakek,apa kamu ingin makan atau kamu ingin minum?" Tanya Andini,dialah orang paling dekat dengan pria itu semenjak dia sakit,bahkan sedikit demi sedikit wanita itu mengerti arti dari kata-kata pria itu.
Pria itu hannya menggeleng saat cucunya menawarkan makanan.Dia cukup bersyukur karna mendapat orang yang sangat peduli kepadanya.Dia tidak tau apa yang terjadi jika Amanda tetap menjadi menantu di keluarga itu.
__ADS_1
****bersambung***