Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 66 ~ Andini sakit ~


__ADS_3

Hari masih sangat pagi,tetapi Adam sudah terlihat bersiap-siap hendak berangkat dari mansion menuju rumah Andini.para pelayan sudah mulai sibuk untuk menyiapkan sarapan untuk keluarga besar itu.


"apakah tuan butuh sesuatu biar aku siapkan." Ucap Dea sebagai kepala pelayan di mansion.


"Tidak perlu,hari ini aku buru-buru mau ke rumah Andini,jika kakek mencari katakan aku,sudah berangkat." ucap Adam lalu pergi di saat hari masih gelap.Adam menywtir dengan kecepatan tinggi,dia sudah tidak sabar ingin cepat bertemu Andini.Untung dia menyimpan kunci cadangan rumah Andini,setidaknya dia tidak perlu membangunkan Andini untuk membuka pintu untuknya.


Sesampainya di rumah Andini,Adam merasa rumah ini terlalu sepi,dia merasa menyesal karna tidak secepatnya mencari pembantu,supaya Andini ada yang menemaninya.dia langsung naik menuju kamar Andini,dan membuka pintu kamar memakai kunci cadangan juga.Dia melihat Andini yang tidur sambil meringkuk di ranjang.


"Sayang,apa kamu baik-baik saja?" Tanya Adam lalu meraba kening Andini tapi semuanya normal,tetapi wajah Andini begitu pucat dan dingin membuat Adam sangat khwatir.


"Sayang ayo bangun,ini aku sayang bangun....cepat."Ucap Adam,lalu Andini membuka matanya


"Saya...ngg kamu sudah datang "


"Iya.aku sudah disini maafkan aku sayang,ini semua kesalahan ku meninggalkan mu disini sendirian." Ucap Adam lalu dia memeluk tubuh lemah Andini.


"sayang...ayo kita kerumah sakit." Ucap Adam lalu dia Menganti seluruh pakaian Andini,dan merapikan rambut Andini,lalu mengendong tubuh Andini dan membawanya ke mobil,Adam sudah tidak sanggup melihat tubuh Andini yang sangat lemah,dia khwatir kepada Andini.


Sesampainya di rumah sakit Adam langsung membopong tubuh Amanda dan membawanya ke UGD,untuk di periksa lebih lanjut.


setelah para dokter memeriksa keadaan Andini,mereka langsung memberikan vitamin kepada Andini.


"Dokter,bagaimana keadaan istriku?apa dia baik-baik saja,dia sakit apa dokter." Tanya Adam secara bertubi-tubi hingga membuat dokter tersenyum,melihat ke khawatiran Adam.


"Tenang tuan Adam,menurut dari pemeriksaan awal saya, istri bapak kemungkinan besar sedang hamil muda,tapi untuk lebih lanjutnya,supaya di periksa dokter kandungan."Ucap dokter membuat Adam langsung kegirangan,lalu dia meninggalkan sang dokter dan menemui andini yang masih meringkuk lemas di ranjang rumah sakit.

__ADS_1


"Sayang...terima kasih..makasihh banyak, sudah menjadikan ku pria sempurna." Adam menciumi kening Andini Tampa henti,rasanya Adam sangat bahagia mengetahui Andini sedang mengandung anaknya.adam mengelus-elus perut rata Andini,membuatnya merasa malu.


"Sayang,kita harus menunggu dokter kandungan,untuk pemeriksaan lebih lanjut." Adam langsung mengangkat tubuh Andini dari ranjang,dan membuatnya duduk di atas kursi sambil menunggu dokter yang mereka inginkan.


sebenarnya ada beberapa dokter kandungan di rumah sakit itu,tetapi Adam meminta dokter kandungan terbaik,makanya sampai dia rela menunggu.


Sementara itu,di mansion terlihat kakek,Amanda dan kedua mertuanya sedang bersiap-siap untuk menikmati sarapan pagi.


"Amanda,kenapa suamimu belum juga muncul?"


tiba-tiba Dea langsung muncul dari belakang dan memberitahunya.


"Maaf tuan besar,tuan Adam tadi berangkat sangat pagi hingga karna pagi ini katanya tuan sedang ada rapat." Ucap Dea,dia sangat takut melihat kearah nyonya Rania.


"Sesibuk itukah dia ahir-ahir ini?" lalu mereka menikmati sarapan paginya


"Deg..." tiba-tiba Alex muncul di ruangan itu, membuat wajah amanda langsung pucat pasi,dia merasa khwatir jika Alex membongkar semua kebusukannya.


"Alex,silahkan bergabung untuk sarapan." Ucap sang kakek,Alex langsung duduk di samping amanda,karna kebetulan tempat itu kosong,Alex tidak berani menolak jika yang menawarkan adalah kakek.


Mereka menikmati sarapan dengan sangat teratur,hingga sarapan selesai,dan kedua mertua Amanda meninggalkan mansion menuju perusahaan,hari ini Rania ikut bersama suaminya karna mereka,akan melakukan pertemuan bersama beberapa klien dari jepang.


"Amanda,nanti siang,kita pergi menemui wanita itu,tunggu mama disini." Ucap Rania lalu pergi meninggalkan Amanda dan memasuki mobil suaminya.Amanda tidak menghiraukan ibu mertuanya lagi,dia dengan buru-buru masuk ke dalam untuk mendengar perbicangan Alex dan kakeknya.


"Alex bagaiman, apa kamu sudah mendapat hasil dari penyelidikan mu tentang istri cucuku Adam?" Alex terdiam,dia tidak tau harus menceritakan apa kepada kakek,Alex sangat takut mengatakan kebenarannya,apalagi dia benar-benar tau bagaiman sipat asli dari Amanda.Dia takut Amanda bertidak kejam kepada keluarganya.

__ADS_1


"Maafkan aku tuan besar,saya sudah menyelidiki sendiri,nyonya Amanda tidak memiliki hubungan apa pun terhadap pria itu,yang kakek lihat waktu itu adalah orang lain yang sangat mirip kepada nyonya Amanda."Ucap Alex,


"maafkan aku sudah membohongi mu tuan,tapi aku benar-benar butuh posisi ku ini aku sudah berjuang sampai berada di posisi ku ini." batin Alex,sebenarnya dia benar-benar tidak tega membohongi tuannya itu,dia merasa benar-benar bersalah,karna baru kali ini Alex berani menutupi kesalahan orang lain.


"Apa mungkin mata ku yang salah,apa perlu aku memeriksa mata ku ini,waktu itu aku benar-benar melihat Amanda sedang mengandeng pria itu."Ucap kakek,merasa tidak puas dengan jawaban asisten yang sangat dia percayai.


"Silahkan keluar."


"Baik tuan,aku permisi." lalu Alex keluar dari ruangan sang kakek.Disaat dia melewati kamar Amanda,tiba-tiba ada yang menarik tangannya memasuki sebuah kamar.Lalu Amanda langsung memeluk tubuhnya dengan sangat erat.


"Aku tau,kamu tidak akan menghancurkan ku."Ucap Amanda,lalu dia berjingkrak naik lalu meraih bibir Alex dan **********.


"Aku sangat merindukan mu,kumohon jadi lah pria simpanan ku,selamanya aku akan menjaga mu dari kakek."Ucap Amanda sambil menciumi leher Alex,lalu Alex dengan sangat kasar mendorong tubuh Amanda,lalu dia berjalan menuju pintu kamar lalu mengintip melihat keadaan sekitar ruangan itu.alex langsung keluar dari kamar Amanda,saat dia melihat keadaan yang sepi.


"Terlalu sulit aku menaklukkan Alex,entah kenapa ahir-ahir ini aku selalu bermimpi tentang dia,aku tidak menyangka bisa tergoda kepadanya,tetapi dia terlalu sulit di goda." Ucap Amanda,dia begitu kecewa,karna Alex ,terus menolaknya.


****


Adam,dan Andini langsung duduk di kursi,saat dokter yang mereka tunggu ahirnya datang menemui mereka,


"Bagaiman nyonya,apa kamu sudah siap untuk di periksa.?"tanya dokter sangat ramah,


Andini langsung menganggukkan kepalanya,lalu dua orang mendekati Amanda dan mempersilahkan nya naik ke atas ranjang,melihat ranjang nya yang tinggi Adam langsung mengangkat tubuh istrinya ke atas ranjang, lalu kedua perawat itu mengolesi jelly ke perut Andini.


supaya Andini langsung melakukan USG untuk melihat hasilnya yang lebih jelas.

__ADS_1


👉bersambung👉


__ADS_2