Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 23 ~ Pelayan baru~


__ADS_3

Adam keluar dari kamar dan duduk di sopa yang ada di ruang tamu itu,


"Ada yang bisa saya bantu tuan," ucap pelayan itu sambil menghentikan kegiatannya dan datang ke hadapan Adam yang sedang santai sambil menikmati acara televisi hari ini Adam memutuskan untuk tinggal bersama Andini sampai sore karna tidak mungkin Adam menginap bersama Andini sementara sang kakek sedang berada di apertemen nya.


"Berikan aku kopi,gulanya cukup sedikit saja," ucap Adam Tampa menoleh sedikit pun kepada pelayan itu, dia cukup heran kenapa dia bisa menjadi pelayan di umurnya masih sangat muda.Tidak berapa lama pelayan itu datang membawa segelas kopi untuk Adam,


"Tuan,ini kopinya silahkan dinikmati," ucap pelayan itu dan Adam langsung meminum kopinya


"Siapa tadi nama mu?"tanya Adam,


"Namaku Susi tuan,saya baru datang dari desa," ucap Susi dia terlihat sedikit gemetaran mungkin karna dia tidak terbiasa berbicara dengan pria seperti Adam,tubuh Adam yang tinggi,dan bola mata yang tajam serta bulu-bulu halus yang ada di wajahnya membuat Adam kelihatan bengis dan sombong.


"Pekerjaan mu di apertemen ini cukup sedikit kamu, saya pekerjakan disini hannya menemani istriku sejujurnya dia tidak ingin di bantu oleh pelayan tapi aku tidak ingin membiarkan dia berada di ruangan ini sendirian itulah sebabnya saya menerima mu supaya kamu bisa menjaga dia." ucap Adam Susi yang mendengarkan kata-kata tuannya hannya bisa menundukkan kepalanya.


"Satu lagi kamu harus menuruti semua keinginannya dan semua peraturan yang saya buat tidak bisa di bantah dengan alasan apapun," Adam menjelaskan dengan sangat serius karna Adam kurang suka dengan pelayan baru ini selain dia masih sangat muda dia juga kelihatan diam-diam tapi melawan.


"Baik tuan"ucap pelayan itu sambil lalu pergi ke kamar mandi setelah Adam menyuruhnya kembali bekerja.Sementara Adam pergi ke kamar untuk memeriksa keadaan Andini,dia melihat Andini yang masih sangat pulas tidur hingga dia tidak tega untuk membangun Andini untuk makan siang walau pun hari sudah mulai sore.Adam memperhatikan wajah Andini yang masih meninggalkan luka di sudut bibirnya, tiba-tiba saja Adam murka lalu dia keluar dari kamar dan pergi meninggalkan apertemenya.

__ADS_1


Adam pergi ke kantornya untuk menemui Robi sang asisten.sesampainya di kantornya Adam di sambut para kariawan dengan sopan mereka tidak lupa menyapa Adam tetapi Adam tidak terlalu menanggapi para kariawan itu dia buru-buru naik ke ruangannya dan menyuruh Robi menemuinya.


"Sore tuan,ada yang bisa saya bantu?"tanya Robi disaat dia sudah berada di ruangan sang atasan yang super angkuh itu,sudah lama Robi bekerja untuknya tapi sampai hari ini Robi belum bisa menebak sipat dari tuannya itu.Tetapi walaupun sipat nya susah ditebak oleh Robi dia selalu setia di samping Robi karna Adam pernah menyelamatkan ayahnya dari tangan para mafia judi.


Ayah Robi terlibat perjudian ilegal hingga dia tidak sanggup membayar hutang ayahnya yang mencapai miliaran rupiah hingga sang ayah ingin di bunuh oleh pemilik judi itu dan ibunya hampir saja dijadikan budak sek oleh mereka tetapi pada waktu itu Adam datang menyelamatkan mereka dari tangan para preman itu.Hal itulah yang membuat Robi sangat berhutang Budi kepada Adam,dan waktu itu juga Adam memberikan modal kepada orang tuanya untuk memulai sebuah usaha agar mereka bisa melanjutkan hidup tanpa bergantung kepada Robi.


Adam adalah seorang pria yang sudah tobat dari dunia hitam,dulu Adam waktu masih ketua mafia dia adalah manusia yang sangat kejam tetapi identitas Adam dia sembunyikan dari keluarga besarnya karna Adam tidak ingin kakek dan kedua orang tuanya kecewa kepadanya.Adam mulai mundur dari dunia hitam saat dia sudah menikah dengan Amanda dia tidak ingin Amanda tau kalau dia seorang mafia,dan yang tersisa dari masa lalu Adam hannya lah markas dan beberapa kariawan serta perjudian ilegal yang ada di markasnya itu dan perjudian itu masih sangat diminati para pengusaha yang ingin menyenangkan hatinya.


"Tuan.."Robi memanggil Adam yang sedang melamun di mejanya hingga Adam sangat kaget saat Robi memukul-mukul mejanya.


"Hahh..kamu cukup berani mengagetkan ku," ucap Adam membuat Robi jadi salah tingkah


"Robi,temani aku sekarang ke markas aku ingin memberi pelajaran kepada pria yang bernama riko yang bekerja di perusahaan, Adara dia menjabat sebagai menejer pemasaran,dia sudah berani menganiaya istriku Andini," ucap Adam sambil memukul meja dia sangat marah saat dia mengingat Andini yang sangat kesakitan apalagi di bagian payudara dan lehernya yang sampai biru-biru.


"Tuan,aku akan menyelidiki dia terlebih dahulu, dan mendapatkan Poto serta informasi yang akurat supaya kita bisa memberikan kepada anak buah tuan dan biarkan mereka yang bekerja.Tuan tidak perlu mengotori tangan hannya untuk menghancurkan orang seperti itu." ucap robi


"Tapi tuan apa yang terjadi hingga nona Andini terlibat dengan pria itu?" tanya Robi karna ya g dia lihat Andini adalah wanita yang sangat sederhana dan baik hati.

__ADS_1


"Riko itu adalah mantan kekasih Andini dia tidak terima saat dia mengetahui sudah menikah dengan ku dia tidak menyelidiki suami Andini terlebih dahulu sebelum menganiayanya aku ingin tanganku sendiri yang menghabisi pria brengsek itu."ucap Adam penuh amarah wajahnya yang dipenuhi guratan menunjukkan kalau Adam benar-benar marah.


Berhubung Adam masih perlu menunggu hasil dari Riko ahirnya, Adam meninggalkan kantornya menuju mansion nya tempat kakek dan istri pertamanya tinggal. Sebenarnya dia sangat malas kembali ke mansion itu apalagi istrinya yang selalu cari perhatian karna kakek sedang bersama mereka tetapi,Adam tidak ingin kakeknya curiga kepadanya.


"Kakek..." Adam memanggil kakeknya lalu dia beranjak ke dapur dan meminta kepada para pelayan minuman yang akan diberikan kepada kakeknya.Tetapi Adam belum melihat keberadaan kakeknya


"Dea,kakek dimana?"tanya Adam karna dia belum melihat kemunculan pria tua yang sangat dia hormati.


"Tuan,kakek berada di ruangan perpustakaan dia sepanjang hari hannya menghabiskan waktu membaca apa lagi nyonya sedang tidak berada di rumah ini.Mendengar ucapan sang pelayan Adam langsung berjalan menuju ruang buku dengan membawa minuman yang sudah diberikan oleh pelayan itu.


"Kakek..."ucap Adam hingga pria tua itu mengangkat kepalanya dan melihat cucunya sudah berada di hadapannya.


"Ada apa kamu kemari anak nakal apa kamu sudah kembali dari kantor?tanya sang kakek dia sangat bahagia kalau Adam sudah datang untuk sekedar menemaninya walau hannya sebentar,


"sudah kakek,ini minuman untuk kakek,jangan terlalu memaksakan diri kek,lebih baik kakek istirahat di kamar saja," ucap Adam,dia cukup tau kebiasaan kakeknya yang sangat rajin membaca.


"Adam,apa pernikahan mu dengan Amanda baik-baik saja?" tanya sang kakek hingga Adam sangat terkejut dia tidak menduga kalau sang kakek akan bertanya tentang pernikahannya.

__ADS_1


👉bersambung👉


__ADS_2