Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 81 ~ Tetap disini ~


__ADS_3

Andini dan keluarga barunya menikmati sarapan pagi mereka dengan sangat hikmat,Andini belum pernah merasakan hidup senyaman ini.


"Nak,makan lah yang kenyang,kamu harus menjaga janin mu agar tetap sehat." Ucap pria itu kepadanya dengan sangat perhatian.


"Andini,apa kamu ingin makan sesuatu bibi Akan buatkan nanti untukmu,kamu jangan merasa sungkan,bibi dan paman sangat bahagia,akhirnya gubuk kami,dipenuhi dengan keramaian,dulu kami sangat merasa bosan." Wanita itu memberikan senyuman tulus kepada Andini,hingga dia tidak merasa terbebani di rumah itu.


"Tidak bibi,apa pun yang bibi berikan kepada kami, rasanya sangat nikmat,mungkin karna bibi mengerjakannya dengan sangat ikhlas." Ucap Amanda.sementara Marni mulai menyesuaikan dirinya,rasa sungkannya hilang secara berlahan-lahan,karna melihat ketulusan dari suami istri itu.


Wanita pemilik rumah itu,memasuki kamarnya saat mereka sudah selesai sarapan,dia membawa bungkusan dan memberikannya kepada Andini.


"Andini,ini ada baju khusus ibu hamil,bibi membelinya untukmu karna bibi tau ini adalah kehamilan pertamamu,jadi bibi belikan sebagai hadiah untukmu,semoga kamu senang ya nak." Andini lalu menerimanya dengan sangat antusias.lalu dia memeluk wanita itu,


"Bibi,terima kasih banyak,Andini tidak tau kebaikan apa yang pernah Andini buat hingga kita bisa dipertemukan dan bibi sangat sayang kepadaku." Ucap Andini,lalu dia gantian memeluk paman itu juga.Setelah selesai akhirnya keluarga itu pergi ke ladang Andini juga mengikutinya,dia selalu rutin mengikutinya ke ladang agar tubuhnya terbiasa olahraga.


****


Amanda memasuki mansion itu dengan tubuh yang terseok-seok dia merasa tulangnya hampir patah karna permainan nya bersama Alex tadi malam.


"Dari mana kamu? apa kamu sedang menikmati malam panjang bersama pria yang telah menghamili mu?" Adam tiba-tiba sudah berdiri di ruangan itu,dia begitu jijik melihat Amanda dengan bebas keluar masuk mansion ya,bahkan dia masih diperlakukan dengan baik di mansion itu.


"Apa urusan mu? apa kamu sedang cemburu kepadaku,atau mungkin karena kamu belum bisa menemukan wanita pelakor itu? jangan-jangan dia sudah pergi dengan pria lain atau mantan pacarnya dahulu."Darah Adam seketika mendidih mendengar ucapan Amanda,


"Plak...jangan samakan dia dengan mu,dia bukan wanita seperti mu dengan gampang memberikan tubuhnya kepada pria lain." Amanda langsung pergi meninggalkan Adam,dia langsung menuju dapur menikmati makanan yang sudah tersaji dimeja itu.

__ADS_1


Adam sangat marah,saat Amanda menyebut mantan Andini,api cemburu dimatanya langsung berkobar lalu dia mengirimkan pesan kepada asistennya Robi.


[Sekarang juga cari pria yang namanya Riko,mantan Andini aku tidak mau tau sore ini kamu harus membawanya untukku.] Adam langsung mengirim pesan kepada Robi.


"Adam....Adam...kamu dimana mama ingin bicara cepat lah."Wajah Rania tampak sangat marah,dia begitu emosi kepada Adam karna sudah mengabaikan pekerjaannya selama beberapa Minggu ini.


"Ada apa ma?"


"Apa..apaan maksud mu,mengabaikan semua pekerjaan mu di kantor,apa kamu ingin perusahaan itu tutup? semua rapat kamu abaikan dan kamu lihat saham perusahaan begitu anjlok apa maksud semua ini."


Adam tampak diam,dia tidak menjawab pertanyaan ibunya,dia mengakui selama beberapa Minggu ini dia memang tidak pernah mengurusi perusahaan,Adam mengakui semua itu.


"Kamu bukan anak kecil lagi Adam,sekarang kamu pergi kekantor,selesaikan semua pekerjaan mu,mama nga mau tau semuanya harus beres mama tidak peduli,dengan wanita yang kamu cari,bagiku dia bukan siapa-siapa di keluarga Smith."


"Siapa bilang dia bukan siapa-siapa,jika Amanda ternyata membohongi keluarga ini,papa tidak segan-segan menyeretnya kedalam penjara karna sudah berusaha memanipulasi keluarga ini." Adam dan Rania menoleh kebelakang mereka ternyata pria tua itu sudah berdiri disana.


Adam tidak peduli sapaan kariawan nya dia terus berlari menuju ruangannya,dia ingin secepatnya menemui Riko,dia berharap Riko memberikan kabar baik untuk ya.


"Tuan,ini pria yang anda cari." Adam lalu duduk di kursinya dan dia berusaha ingin tenang dia tidak ingin Riko gugup di hadapannya akhirnya menutupi segala sesuatu yang dia ketahui.


"Ada apa tuan Adam mencari ku?"


Riko bertanya dengan gemetaran,sebenarnya dia tidak ingin berurusan dengan pria yang sudah menikahi Andini,tetapi hari ini dia sangat bingung karna tiba-tiba saja beberapa pria menariknya masuk ke mobilnya dan akhirnya membawanya ke perusahaan ini.

__ADS_1


"Riko,kamu Riko mantan istriku Andini,dia sudah beberapa Minggu ini menghilang apa kamu tau dimana dia sekarang.?"


"Ti...tidak tuan,untuk apa tuan mencarinya kepadaku,bukan kah dia istri tuan.semenjak kejadian dulu,aku tidak pernah bertemu dengan dia lagi tuan." Adam melihat wajah Riko yang sudah pucat,disini bisa dipastikan kalau dia tidak ada hubungannya dengan kehilangan Andini.Sejenak Adam merasa lega,ternyata istrinya tidak pergi bersama mantan nya.Dia semata merasa khawatir jika Andini kembali bersama Riko.


"Iya...dia istriku...istri yang paling aku sayangi,tapi aku tidak tau kenapa dia meninggalkan aku."


"Apa tuan yakin dia meninggalkan tuan? atau jangan-jangan ada yang mencurinya,karna sepengetahuanku Andini adalah wanita yang sangat penakut sekejam-kejamnya orang tuanya dulu kepadanya dia tidak pernah pergi meninggalkan mereka." Adam nampak memikirkan ucapan Riko,dia juga yakin apa yang dikatakan pria itu,tidak mungkin Andini pergi dengan sendirinya.


"Apa di rumah tuan tidak ada cctv?"


"Kenapa aku tidak memikirkan itu,di rumahku ada cctv,silahkan ikut denganku." Adam langsung berlari menuju ruangan, Robi dengan sangat terburu-buru,membuat sekretaris perusahan itu kaget dengan tingkah tuan besar mereka,karna tidak biasanya Adam sipat gegabah seperti itu.


"Robi,ikut denganku sekarang."


"Tapi tuan,nyonya dan tuan besar ingin berkunjung ke perusahaan ini."


"Itu tidak perlu sekarang juga kita berangkat."


Dengan berlari kecil mereka meninggalkan perusahaan itu,para kariawan langsung berkumpul dan memulai menggosip,mereka selalu ingin tau apa yang terjadi dengan bos mereka.


Sesampainya di rumahnya Adam langsung berlari dan membuka rumah yang sudah beberapa hari tidak di tempatnya,dia sangat malas pulang ke rumah itu,karna tidak mendapat sambutan dari istrinya.


Dia lalu membuka kamera cctv dan mulai mencari kejadian di tanggal hilangnya Andini.Adam terlihat sangat tegang,dia sedikit ketakutan jika melihat sesuatu terjadi kepada istrinya.

__ADS_1


*****bersambung****


Terima kasih ya kak maaf semalam tidak update dua bab berhubung tidak di ACC pihak NT karna banyak mengandung adengan panas.sekali lagi terima kasih Kaka atas dukungannya


__ADS_2