Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 22 ~ Menghancurkan hidup mu~


__ADS_3

Riko terdiam sambil memikirkan ucapan Nadia.Lalu dia duduk di kursi yang ada di teras rumah Nadia,


"Nadia,apa kamu punya ide aku ingin membawa andini keluar dari kota ini tapi aku tidak tau bagaimana caranya bisa menemui Andini lagi," ucap Riko Nadia dan Riko duduk sambil memikirkan sesuatu yang bisa mereka lakukan lalu tiba-tiba sang ibu keluar dari rumahnya,


"loh Riko ada disini? tanya sang ibu sambil mendaratkan bokongnya di kursi yang ada di tengah-tengah mereka,


"iya Tante aku ada urusan dengan Nadia," ucap Riko dia tidak ingin rencananya dengan Nadia sampai diketahui oleh ibunya Nadia.


"Riko,antar aku ke rumah teman dong,kami ada acara hari ini," ucap Nadia sambil mengedipkan mata kepada Riko memberi isyarat supaya ibunya tidak curiga.Setelah nadia permisi kepada ibunya,mereka pergi menuju sebuah cafe untuk membahas kerja sama mereka.


"Jadi gimana Nadia,apa kamu sudah punya ide?" tanya Riko dengan tidak sabar disaat mereka sudah duduk di cafe sambil menunggu pesanan mereka.


Riko sangat sakit hati kepada Andini karna dia telah mengkhianati cinta mereka selama ini riko selalu memenuhi kebutuhan Andini,menjaganya dan tidak membiarkan siapa pun menggodanya karna Riko sangat menyayangi Andini.


Riko berhianat kepada Andini karna dijebak oleh Nadia,dan Riko sangat menyesali perbuatannya tetapi dia tidak menyangka kalau Andini akan membalas sakit hatinya dengan menikah dengan suami orang.


"Riko,sejujurnya aku ingin mendekati Adam suami dari Andini tapi aku bingung memulainya dari mana hal itu yang membuat aku menyuruh mu mendekati Andini."ucap Nadia, Riko yang mendengar ucapan Nadia tidak begitu kaget karna dia sudah tau kalau Nadia bukan wanita baik-baik.

__ADS_1


"Jika kamu ingin mendekati Adam kamu harus memulai dari nol artinya kamu harus pelan-pelan dan kamu harus bisa pura-pura prihatin dengan keadaan Andini supaya Adam dan Andini tidak curiga kepada mu,kamu harus ingat Nadia tidak selama nya pria suka dengan wanita yang gampang memberikan tubuhnya." ucap Riko memberi masukan kepada Nadia mereka menjalin kerja sama untuk mencapai tujuan masing-masing.


Sementara itu Adam yang masih berada di hotel,Adam berniat membawa Andini pulang karna dia melihat Andini sudah mulai membaik,tetapi Adam bingung harus membawa Andini kemana karna dia tidak mungkin membawa Andini ke mansion nya karna sang kakek berada di mansion nya itu.


"Andini,hari ini aku akan membawa mu pulang tapi kita tidak ke mansion ku lagi, mulai hari ini kamu tinggal di salah satu apertemenku,nanti aku akan mencari pelayan untuk melayani dan menemani mu disana," ucap Adam Andini merasa bahagia ahirnya dia tidak akan serumah dengan Amanda istri pertama dari Adam.


"benarkah tuan kalau aku akan di pisah kan dengan nyonya Amanda?"tanya Andini Adam yang mendengar pertanyaan Andini merasa heran dia baru sadar ternyata Andini selama ini tidak suka tinggal seatap dengan istri pertama nya itu.


"Iya,mulai hari ini kamu dan Amanda tidak satu rumah ini aku lakukan karna kakek ku tinggal di mansion aku tidak ingin kakek curiga kepada ku


Andini,kamu yang sabar ya aku akan berusaha menjadikan mu istri satu-satunya di dalam istanaku dan juga di hatiku satu lagi kamu tidak perlu memanggil Amanda dengan sebutan nyonya karna kalian berdua sama-sama istri saya."ucap Adam, Andini mendengar kata-kata Adam karna dia tidak ingin berharap lebih kepada Adam.


"Ayo masuk, kok kamu malah melamun sih? ucap Adam mengagetkan Andini lalu dia langsung menaiki mobil itu lalu Adam langsung melajukan mobilnya menuju apartemennya untungnya saja tadi sebelum berangkat Adam menyuruh Robi asistennya untuk mencari pelayan sekaligus membersihkan apertemen yang sudah mulai kotor karna sudah lama Adam tidak pernah singgah di apartemennya ini.


Sesampainya di apertemen nya, Adam sudah melihat Robi dan seorang wanita yang masih muda sedang beres-beres di dalam apertemenya.


"Robi,kamu sudah lama di sini? dan siapa wanita yang sedang bersama mu ini?tanya Adam sambil membawa Andini masuk dan menyuruhnya duduk dikursi yang sudah tertata rapi,

__ADS_1


"Maaf tuan ini susi,pelayan yang mau tinggal di apertemen ini, temanku merekomendasikannya, dia wanita yang baru lulus sekolah kebetulan baru datang dari kampung mencari kerja di kota ini," ucap Robi,Andini yang melihat wanita itu tidak terlalu memperdulikannya jika Adam mengijinkannya dia juga tidak ingin pakai pelayan karna dia bisa melakukan segala sesuatu ya.


"Tuan,nyonya,perkenalkan nama ku Susi,semoga tuan dan nyonya bisa menerima ku untuk melayani di apertemen ini" ucap Susi sambil menemaninya sementara Adam kurang menyukainya karna dia yang masih sangat muda.


Setelah selesai membereskan semuanya ahirnya Robi keluar dari apertemen dan kembali bekerja sementara itu Adam membawa Andini ke kamar dan merebahkannya di Ranjang yang sangat empuk dan big size Andini sangat menyukai apertemen ini karna jauh dari Amanda dan tidak dikelilingi para pelayan yang membuat Andini merasa tidak nyaman.


"Tuan,bisa tidak kalau aku tidak usah di temani pelayan,aku sudah biasa bekerja sendiri kalau untuk diriku sendiri aku masih mampu tuan mengerjakannya." ucap Andini dengan ragu-ragu karna dia takut kalau Adam akan marah kepadanya.


"Aku menempatkan dia disini,supaya kamu tidak kesepian,karna aku tidak bisa menemani mu setiap saat,dan juga kamu harus ada yang menemani kalau nga kamu mau kamu dijaga oleh pria yang dari markas kemarin?"tanya Adam membuat Andini semakin ngeri,


"Ya udah tuan kalau memang begitu lebih baik aku disini bersamanya saja dari pada tuan menyuruh para pria itu kesini," ucap Andini lalu Adam tersenyum menanggapi ucapan Andini.


Sementara itu pelayan baru yang bekerja merasa sangat bahagia karna yang dia jaga hannya wanita muda dan juga istri simpanan baginya hal seperti ini tidak lah sulit sang pelayan tau tentang Andini karna Robi cerita terlebih dahulu dia sangat mempercayai pelayan baru itu karna wajah nya yang polos dan dia masih sangat muda.


"ternyata wanita itu memanfaatkan wajah cantiknya,untuk menggoda pria beristri ," batin sang pelayan baru itu.


Disaat Adam keluar dari kamar,Susi pelayan baru itu pura-pura bekerja dengan serius karna ini adalah hari pertama dia bekerja dia tidak ingin mengecewakan Robi di hari pertama dia bekerja.

__ADS_1


👉bersambung👉


__ADS_2