Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 78 ~ Di buang ~


__ADS_3

Andini dan Marni sangat kaget saat melihat keadaan sekelilingnya.


"Kenapa kita ada disini bibi?"


"nona,apa kandungan mu baik-baik saja,siapa yang sudah membuang kita ke tempat ini."


Andini lalu pergi menjauh dari Marni,lalu membuka pakaian dalamnya dia tidak melihat adanya bercak atau flek di pakaian dalamnya, berarti kandungannya baik-baik saja.


"Kruyuk...kruyukkk.." Perut Andini berbunyi terus,dia benar-benar lapar,lalu dia mengingat-ingat kejadian yang menimpanya dirinya dengan Marni ART nya.Dia mengingat bagaimana kejam nya Nadia,menghancurkan hidupnya.Dia tidak tau kesalahan apa yang diperbuatnya kepada keluarganya hingga mereka sekejam itu kepadanya.


"Bibi...janinku baik-baik saja tetapi perut ku sudah sangat lapar,aku merasa kasihan dengan bayi yang ada di kandungan ku, mungkin dia juga lapar,aku juga sangat kehausan."


Lalu mereka melihat sebuah gubuk kecil yang terbuat dari bambu,mereka pergi ke arah gubuk itu,mereka berharap pemilik gubuk itu sedang berada di sana.


Beruntungnya Andini dan Marni,di sore hari pemilik gubuk itu menemukan mereka berdua,yang sudah lemas Tampa tenaga.


"Maaf paman kami menumpang disini,kami tidak tau kenapa kami berada di tempat ini,kalau boleh tau paman ini di kota mana? apa kota ini jauh dari Jakarta?"


"Ohhh sangat jauh nak,ini berada di sebuah pulau terpencil. Kenapa kalian berada di tempat ini nak,jika penduduk di desa ini ingin ke Jakarta biasanya akan melewati hutan dulu bisa juga melalui jalur laut,dengan menaiki kapal laut." Andini begitu kaget mendengar ucapan seorang pria yang sudah tua.


"Paman,bisa kah kami menumpang sementara di kampung ini,kami tidak tau kami harus kemana,dan kami juga tidak memiliki uang untuk kembali ke kota,dan saya juga lagi hamil,kami sangat bermohon." Andini tampak memohon dengan wajah yang sangat lemah,dia sudah tidak tahan dengan perutnya yang kelaparan.


"Ayo silahkan ikut kami,kalau tidak kalian makan dulu,ini ada sisa makanan kami tadi,mungkin kalian sudah lapar." Seorang wanita yang sudah tua kemungkinan itu adalah istrinya,menawarkan makanan.Tampa berpikir panjang Andini,langsung meraih tempat makanan,dan mulai menikmati makanan itu,dia tidak memikirkan,tanggapan kedua pasangan itu kepadanya lagi yang terpenting perutnya diisi terlebih dahulu.

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan wajah Andini langsung terlihat berubah,dia begitu bersyukur dengan apa yang dia dapatkan hari ini.


"Terima kasih paman,bibi sudah memberikan makanan kepada kami,sekali lagi terima kasih."Pasangan suami istri itu hannya tersenyum kepada Andini dan Marni,lalu mereka pergi menuju rumah mereka di perkampungan.


Setelah mereka sampai di perkampungan Andini begitu terkesima melihat keindahan desa itu,walaupun desa terlihat sepi tapi,aura keindahannya sungguh membuat Andini bahagia.


"Masuk nak..ini lah rumah gubuk kami,kalian bisa tinggal disini sampai kalian menemukan,jalan untuk kalian pulang,terus wanita ini siapa nak."


"Maaf paman,ini bibi saya,dia adalah orang menjaga ku,kami hannya bingung saja kenapa kami bisa sampai ke desa yang jauh ini."Andini tidak mau membeberkan masalahnya,dia tidak ingin kedua pasangan itu menolak mereka berdua di rumahnya.


****


Dua Minggu sudah,semua orang-orang suruhan Adam, mencari keberadaan Andini,Tetapi sampai hari ini semua hasilnya nihil,Andini hilang bagai ditelan bumi.


"Bagaimana apa orang-orang suruhan mu apa sudah menemukannya?"


"Be...belum tuan." Adam membuang napasnya dengan kasar,dia sudah merasa lelah setiap hari turun ke lapangan untuk mencari keberadaan Andini.Setiap malam dia terus menunggu Andini di rumahnya,dengan harapan Andini pulang dengan sendirinya.


"Kemana kamu Andini,pulang lah...aku sangat rindu kepada mu bagaiman kamu diluar sana,bagaimana dengan bayi kita.." tidak terasa Adam meneteskan air matanya,


"Aku memang pria yang sangat bodoh,teledor tidak berguna,sudah tau banyak orang tidak menyukai istriku tapi aku tidak memberikan penjaga di rumah kami.." Adam terus memukul-mukul meja,dia begitu menyesali kebodohannya.


Begitu juga dengan Alex,dia sudah sangat merasa lelah mencari Andini,Dia mulai ketakutan waktu yang diberikan kepadanya tinggal dua Minggu lagi, tetapi sampai hari ini dia belum menemukan titik terangnya,bahkan dia sudah dilepas tugaskan dari perusahaan dia hannya diberikan tugas untuk mencari Andini.

__ADS_1


"Arnggghhh....Kenapa semua ini harus menimpaku,betapa lelahnya aku mengurusi wanita itu kemana dia pergi,apa semua ini ada yang sudah merencanakannya.Aku tidak ingin kehilangan pekerjaan yang sudah ku jaga selama ini." Alex terus mengumpat di apartemennya,dia merasa hidupnya semakin sulit,apa lagi tuan Smith yang semakin tidak mempercayainya.


Adam kembali ke mansion nya,wajahnya yang sangat berantakan bahkan dia terlihat sangat kusam,tidak terurus,bahkan bulu-bulu halus sudah terlihat di wajahnya karna dia tidak merawat dirinya selama dia kehilangan jejak Andini.


"Akhirnya kamu pulang juga ke mansion ini,apa wanita murahan itu sudah meninggalkan mu?" Amanda tiba-tiba muncul dari belakang Adam ketika dia baru menginjakkan kaki di ruangan yang sangat besar itu.Seketika amarah Adam langsung memuncak saat dia mendengar kata-kata Amanda.


"Plak....plak...plakk..." ada hak apa kamu mengatakan dia wanita murahan,harusnya kamu bercermin kepada dirimu,kamu hamil Tampa tau siapa prianya yang menghamili mu atau jangan-jangan Alex yang sudah menghamili mu." Amanda langsung menutup wajahnya yang di tampar Adam,dia tidak menyangka Adam sekasar itu kepadanya.


Tidak puas sampai disitu,Adam kembali menarik rambut Amanda,hingga membuat rambut Amanda rontok beberapa helai ke lantai,"katakan padaku,apa kamu punya hak mengatakan dia wanita murahan....hah...jawab...."Adam menjerit sangat kuat,dia benar-benar murka kepada Amanda.


"Lepasin ....lepasin rambutku,iya....wanita itu adalah wanita murahan dia telah merebut mu dariku,dia sudah menghancurkan rumah tangga kita." Amanda terus berteriak dan berusaha melepaskan rambutnya yang masih ditarik oleh Adam.


"Aku yang tidak Sudi memiliki anak dari wanita sepertimu,bukan dia yang merebut ku dari mu." adam semakin menarik rambut Amanda hingga wanita itu semakin meringis kesakitan.


"Adam....lepaskan tangan mu darinya..." tiba-tiba kakeknya sudah berada di antara mereka.Seketika itu,Adam melepaskan Amanda,ingin sekali Adam mendorong tubuh wanita itu,tapi Adam masih memiliki sedikit sisi baiknya dia masih sadar jika Amanda sedang mengandung juga,walaupun dia belum bisa membuktikan Alex yang dia curigai.


"Kamu harus sabar Adam,kakek sudah menyuruh Alex,untuk mencarinya, kakek memberikan kepadanya waktu dua Minggu lagi,jika dia tidak bisa membawa Andini kembali, maka dia akan bersedia meninggalkan perusahaan,karna kakek sudah mulai kecewa dengan kinerjanya yang semakin buruk.


"Deg...." Tiba-tiba jantung Amanda berdetak mendengar ucapan pria tua itu.


***Bersambung***


Terima kasih Kaka yang sudah setia di karya ini terima kasih untuk dukungan kalian kepada ku..🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2