Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 46 ~ Marah ~


__ADS_3

Dea langsung membawa Andini pergi dari tempat itu,Dia tidak ingin Nadia terus memancing keributan di lokasi itu.


"Nona,maafkan aku tidak bisa menjaga mu dengan baik.Aku takut nanti tuan Adam akan marah kepada ku."Ucap Dea dia sangat merasa bersalah karna tidak memperhatikan kedatangan Nadia hingga menganiaya Andini dengan brutal Tapi dia merasa lega setelah mengetahui cerita sebenarnya tentang Andini,setidaknya Andini bukan lah wanita seburuk yang di ungkapkan saudaranya itu.


"Nga papa,ini juga salahku,kenapa harus singgah di sana sementara tadi kamu sudah melarangku.Aku tidak tau kenapa Nadia ada di sana.Dari omongannya orang sudah menilai kalau aku ini benar-benar anak durhaka yang lupa diri,sebenarnya aku kasihan dengan mereka,tapi jika mengingat kejamnya mereka padaku,rasanya aku tidak peduli lagi dengan mereka semua".Ucap andini,dia menarik napasnya lalu melepaskan semuanya,seakan-akan melepaskan beban berat dari hidupnya.


"Sabar nona,Setidaknya tuan Adam sangat memperlakukan nona dengan baik bahkan dia sangat mencintai nona melebihi apa pun."Ucap Dea menenangkan Andini.


"Terima kasih Dea,karna sudah mengerti posisi ku,aku kira kamu akan menilai ku dengan buruk juga."Ucap Andini hingga membuat Dea tersenyum.


"Tidak mungkin nona aku juga bisa melihat kalau nona adalah orang yang sangat baik." Ucap Dea sambil terus mengendarai mobilnya hingga Tampa sadar ahirnya mereka sampai di apertemen nya,Dea langsung mengantar Andini naik ke atas.Dea sangat kaget ternyata Adam sudah menunggu Andini.


"Kenapa,kalian begitu lama terus kenapa dengan wajah mu lebam begini sayang?apa yang terjadi Dea katakan kepadaku?"tanya Adam,Sambil memeriksa semua wajah Andini.


"Maafkan aku tuan,tadi saudara nona menghajar nona di sebuah warung,kami mampir kesana karna nona Andini sangat menginginkan mampir di tempat itu.Tiba-tiba saja saudaranya itu menghajar nona dari belakang."Ucap Dea dia sangat takut kalau Adam marah karna dia tidak ingin Adam kecewa kepadanya, karna Adam sudah menjadikannya kepercayaan.

__ADS_1


"Dasar kamu nga becus,menjaga Andini saja kamu tidak mampu." ucap Adam membuat Dea langsung menunduk lesu.


"Mas,bukan kah tadi Dea sudah minta maaf ini juga salahku karna aku yang minta untuk istrahat disana padahal dia sudah menolaknya.Mas bisanya marah-marah terus aku jadi nga enak sama Dea."Ucap Andini dia marah kepada Adam karna sudah memarahi Dea lalu Andini langsung masuk ke kamar dan menutup pintu kamar dengan kuat hingga Adam merasa terkejut ini pertama kali Adam melihat Andini marah dan ini juga pertama kalinya ada orang yang berani membentaknya bukannya Adam marah balik malah dia merasa takut menghadapi istrinya yang sedang marah itu.


"Dea,aku minta maaf,kamu tunggu disini dulu ya."ucap Adam membuat Dea merasa sangat sungkan karna ini pertama kalinya tuannya meminta maaf kepadanya.Lalu Adam membuka pintu pelan-pelan dan melihat istrinya sudah tidur di atas ranjang.


"Sayang,maafkan aku tadi aku hannya khilaf ,aku hanya kaget melihat wajahmu sudah memar aku pikir tadi kamu jatuh."Ucap Adam berusaha melembutkan suaranya agar Andini tidak marah lagi kepadanya.Lalu Andini menatap Adam Adam dia benar-benar kesal melihat suaminya yang selalu saja gampang marah.


"Mulai sekarang sampai,dua Minggu ini mas, tidak dapat jatah malam.Kamu harus menahan hasrat mu kalau lagi pengen,supaya nga kebiasaan main marah-marah sama kariawan atau Sama pelayan rumah.Ucap Andini lalu langsung memeluk guling dan membelakangi Adam yang sedang duduk di pinggiran ranjang.


"Masak sih sayang, nga dapat jatah dua Minggu,jangan gitu lah sayang kan aku sudah minta maaf, tadi juga aku sudah minta maaf kepada Dea, please sayang jangan menghukum aku seperti itu. Kalau aku pengen aku minta sama siapa?"Ucap Adam dia tidak terima dengan hukuman yang dibuat oleh istrinya itu.


"Sayang....please jangan menghukum ku aku janji tidak asal marah lagi."Ucap Adam lalu Andini langsung bangkit dari ranjang dan keluar menuju ke belakang dan mengambil minuman dingin lalu duduk di sopa ruang tamu.Adam terus mengekor kemana pun Andini pergi, membuat Dea ingin tertawa melihat tingkah bosnya itu.


Mas,apa-apaan sih jangan ngikutin terus lah,pokonya hukumannya tidak bisa di rubah,supaya mas bisa lebih menghargai orang lain." ucap Andini saat Adam mengekor kepada Andini ketika Andini pergi ke arah Balkon.Sementara Susi yang berada di ruangan itu merasa Andini sangat keterlaluan.

__ADS_1


"Cih....istri istri simpanan aja belagu kamu bangga banget jadi pemuas nafsu pria."batin Susi dia sangat muak melihat Andini apa pun yang di lakukan oleh Andini bagi Susi itu hannya lah sebuah ke pura-puraan.


Susi menatap Andini dengan sinis hingga Adam merasa ada yang tidak beres dengan sipat Susi karna secara tidak sengaja Adam melihat Susi menatap ke arah istrinya itu.Tetapi Adam mengabaikan nya karna dia pikir mungkin Susi begitu orangnya Tampa ada rasa curiga sedikit pun.


"Dea, sekarang kamu sudah bisa kembali ke mansion,kamu harus lebih memperhatikan mansion itu,apalagi aku sudah jarang berada di sana,apa nyonya Amanda selalu berada di mansion setiap saat? kamu harus selalu lebih peduli padanya dan menuruti semua keinginannya ya." Ucap Adam pura-pura untuk membuat Andini cemburu karna sudah memberinya hukuman selama dua Minggu.Dan Andini langsung terpancing saat mendengar ucapan suaminya itu.


Adam langsung masuk ke kamar saat Dea sudah pergi meninggalkan apertemen itu,dia tersenyum melihat wajah istrinya yang masam dia sudah menduga kalau Andini sedang cemburu kepadanya.


"Sayang,aku lapar,"Ucap Adam


"Makan sana sama nyonya Amanda,kamu lagi kangen dia ya mas.Haruanya tadi mas pulang bersama Dea kalau sudah kangen dengan nyonya Amanda."Ucap Andini dengan wajahnya masih sangat masam,Adam merasa sangat bahagia melihat wajah cemburu istrinya itu.


"Kamu cemburu sayang."Tanya Adam


"Tidak,siapa juga yang cemburu,enak aja nanti aku juga bisa cari pria lain.Lagian kita masih nikah sirih,sebenarnya aku yang di rugikan kalau kita menikah siri.Lebih baik aku cari pria lain lagi yang bisa menghalalkan aku di agama dan di negara."Ucap Andini Adam merasa kaget dengan ucapan Andini dia merasa tersindir dengan kata-kata istri sirinya itu.

__ADS_1


"Sayang,aku minta maaf ya nanti kalau sudah tiba waktunya kita akan meresmikan pernikahan kita "Ucap Adam lalu mencium kening istrinya itu.


👉bersambung👉


__ADS_2