
Amanda menjalani hari-harinya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat,dia bekerja disebuah toko buku.Hari-hari yang dia jalani semakin damai dan tenang saat dia sudah mulai mengiklankan segalanya.Tetkadang jika hari libur dia pergi ke panti asuhan untuk membagikan makanan kepada anak-anak yang kurang beruntung.
Seperti hari ini,Amanda mengunjungi panti asuhan "Kasih ibu" Perasaanya benar-benar bahagia saat melihat semua anak-anak menikmati makanan yang dia bawa dengan sangat lahap.Terkadang timbul penyesalan yang sangat dalam di hati Amanda saat dia ingat betapa kejamnya dia membuang darah dagingnya dulu,dan beruntung anak itu dirawat oleh orang yang tepat.Yaitu Dea dan Alex ayah biologisnya.Untuk mengunjungi sang anak Amanda benar-benar tidak punya muka lagi.
"Ternyata begini rasanya menjadi orang baik,ada rasa bahagia dan tenang di hati kita." Suara hati Amanda.Perusahaan milik kakeknya Adam adalah donatur yang paling setia,makannya saat Amanda berkunjung ke tempat itu ibu panti sudah kenal dengannya.
Walaupun Amanda masih memiliki tabungan yang lumayan dia hannya tinggal di kontarakan kecil,dan dia juga sudah menjual semua barang branded ya dan yang hasil penjualan dia berikan kepada kepala panti untuk memperbaiki kamar mandi mereka yang sudah rusak parah.
__ADS_1
Nyonya Amanda,kalau boleh tau kenapa akhir-akhir ini hannya nyonya yang berkunjung,nyonya Rania dan tuan Adam kemana?"Tanya kepada panti sebenarnya dia sangat enggan untuk bertanya kepada wanita itu,tapi dari pada penasaran lebih baik dia bertanya langsung.
"Maaf Bu,aku sudah cerai dengan mas Adam,dia sudah memiliki istri lagi." Ucap Amanda dengan mata berkaca-kaca sebenarnya dia begitu sulit untuk menerima kenyataan tetapi takdir sudah menggariskan hidupnya seperti itu.
"Siapa yang salah?" Tanya wanita itu,Amanda hannya menunduk dia begitu malu harus menceritakan semuanya.
"Aku yang salah Bu...tapi aku sudah berulang kali meminta maaf,tapi mereka mengabaikan ku." Ucap Amanda.Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba seorang pria datang mengantar banyak makanan,pria itu cukup tampan,dan penampilannya cukup islami,mungkin dia seorang ustad.
__ADS_1
"Mereka lagi mengaji di belakang nak Zaki,apa kamu ingin bertemu mereka aku akan mengantar."Ucap kepala panti.
Kepala panti mengantar pria itu tidak lama kepala panti kembali ke kursi dan melanjutkan obrolannya dengan Amanda.
Amanda ingin sekali bertanya tentang pria itu,tapi dia merasa enggan karna dia tidak ingin di cap wanita murahan yang tidak menjaga harga diri.
"Dia namanya Zaki,dia baru saja menjadi ustad,dia pria yang sangat sopan dan baik." Ucap kepala panti seakan-akan mengerti isi hati Amanda,dan dia hannya menanggapi nya dengan senyuman.Saat Zaki membaca ayat Alquran,Amanda meneteskan air mata sudah lama dia melupakan Tuhannya,dia terlalu sibuk dengan harta dunia hingga dia tidak sadar bahwa segalanya hannya titipan.
__ADS_1
"Sabar nyonya Amanda,ibu yakin kamu akan mendapat pria yang jauh lebih baik,jika kamu merasa tenang tinggal di panti ini kamu bisa tinggal disini kapan pun kamu mau." Ucap kepala panti membuat Amanda semakin bahagia.
***Bersambung****