
Akhirnya mereka menemukan rekaman,cctv di tanggal Andini menghilang,Adam memutar rekaman itu, wajahnya yang sangat tegang,dan tangannya gemetaran saat dia menyaksikan seorang wanita menarik rambut Andini dengan kasar lalu menamparnya.
Adam juga menyaksikan betapa kejamnya wanita,menarik rambutnya lalu menyuruh kedua pria itu ******* bibir Andini,dan setelah itu menamparnya kembali.Tidak tahan dengan tontonan yang sangat menyakitkan hatinya Adam langsung membanting leptop nya dengan kasar ke lantai." Brangghhh....dasar wanita sampah." Dan sayangnya dia tidak bisa mengenali wanita yang menganiaya Andini karna dia membelakangi kamera,dan juga memakai masker menutupi wajahnya.
"Riko,apa kamu bisa mengenali wanita itu...katakan padaku siapa dia,aku tidak bisa mengenalinya sama sekali." Tanya Adam penuh amarah rasanya dia tidak sanggup melihat istrinya di aniaya mereka.
"Maafkan aku tuan,aku juga tidak bisa mengenali wanita itu."jawab Riko tetapi dia sedikit curiga kepada Nadia.[Kayaknya aku harus menyelidiki Nadia pelan-pelan] suara hati Riko.
"Bagaimana dengan anakku,Andini.....kembali lah hiks...hiks...bagaimana keadaan mu sayang,bagaimana dengan anak kita juga hiks...hiks.." Adam menagis meraung-raung di rumah itu.Asistennya dan juga Riko merasa kasihan dengan keadaan Adam,mereka tidak bisa melakukan apa-apa kepadanya.
"Andini....maafkan aku...please kembalilah Andini,aku akan menuruti semua keinginanmu jika kamu pulang...aku mohon." Adam terus menangis dia tidak mampu lagi berpura-pura kuat ,lalu dia menyuruh Robi untuk membeli beberapa minuman beralkohol,dia ingin melampiaskan emosinya lewat minuman haram itu.
******
Alex tampak berdiri dengan gemetaran di hadapan tuan Smith,dia tidak bisa memenuhi permintaan tuannya.
"Jadi sampai hari ini kamu tidak bisa menemukan wanita itu? semakin lama aku semakin mencurigai mu,kenapa semakin hari,kamu semakin bodoh rahasia apa yang kamu tutupi dariku,aku tau kamu berbohong kepada ku."
"Tu....Aan maafkan aku dan aku tidak punya rahasia apa pun,sekali lagi maafkan aku..karna tidak bisa membawa wanita itu ke hadapanmu,aku sudah berusaha sekuat tenaga tetapi,wanita itu benar-benar hilang bagai di telan bumi,bahkan wanita yang bekerja untuknya juga hilang tuan." Ucap Alex dia berlutut di hadapan tuan Smith.Dia benar-benar tidak sanggup lagi kalau harus di pecat dari perusahaan Smith.
"Jadi kamu memilih jadi OB,di perusahaan baik lah aku mengabulkan permintaan mu,tenang saja gaji mu akan tetap seperti asisten,karna aku tau kalau kamu membiayai saudaramu " Pria itu membuang napasnya dengan kasar,sesungguhnya dia tidak tega harus menurunkan asistennya karna dia sudah lama menjadikannya asisten,apalagi selama ini dia begitu setia dan bertanggung jawab,dia juga begitu loyal dengan tugas-tugasnya.
__ADS_1
"Tuan,maafkan aku,telah mengecewakan mu,aku akan menjalankan hukuman yang tuan berikan ."Ucap Alex lalu dia pamit,sebelum mencapai pintu Alex kembali di panggil tuan Smith,
"Jadilah kepala pelayan di mansion ini,aku akan mempertimbangkannya nanti jika Andini bisa kembali dengan selamat." Alex lalu menundukkan kepalanya dan pergi dari ruangan itu.Wajahnya benar-benar lesu saat dia diturunkan dari jabatannya.
Sementara itu Amanda langsung pergi dari balik pintu.Saat Alex hendak keluar dari ruangan tuan Smith,dia tidak ingin Alex tau kalau dia menguping pembicaraan pria tua itu dengan kekasih gelapnya.Dia menutup pintu kamarnya,disana dia sangat gelisah dia tidak tega melihat Alex diperlakukan dengan tidak hormat.
"Dasar kakek tua,tega-teganya kamu menghukum alex ku,hannya karna wanita pelakor itu.Segitunya kamu ingin membuang ku pria tua,apa perlu aku juga menghabisi mu.?" Amanda berbicara dalam hati sambil mondar mandir di dalam kamarnya.
"Aku berharap wanita itu tidak kembali lagi,Nadia dan kedua pria itu segera menghabisinya." Amanda terus saja berbicara dalam hatinya,dia begitu kesal kepada tuan Smith dan dia sangat merasa kasihan dengan pria yang selalu memuaskan dahaganya.
Setelah malam,Adam kembali ke mansion nya dia berjalan sempoyongan karna pengaruh minuman tadi,Alex lalu menangkap badannya saat dia akan jatuh ke lantai.
"Menjauh lah dari anakku,kamu ingin memanfaatkan dia." Ucap Rania,mendengar suara ribut-ribut,dia langsung menuruni tangga begitu juga dengan Amanda,dan juga kakeknya.dia langsung mendorong pelayan yang dipeluk oleh Adam.
"Mama...jangan sentuh istriku...dia Andini,di dalam rahimnya anakku sudah tumbuh,Andini mendekatkan sayang maafkan aku karna tidak bisa menjagamu " Ucap Adam dia hendak meraih pelayan itu kembali,tetapi dia mundur dari Adam dia begitu gemetaran melihat Adam,yang sedang mabuk berat.Semua orang yang ada di mansion itu menonton,tuannya yang sedang mabuk,bahkan mengira pelayannya sebagai istrinya.
"Adam...sadar lah sampai kapan kamu seperti ini,Alex pergi ke minimarket dan beli lah sesuatu yang bisa menghilangkan mabuknya."
"Baik nyonya." Alex langsung berjalan ke depan dan menyuruh security untuk membeli pesanan nyonya Rania.
Adam langsung kelihatan sadar,walau belum seluruhnya kesadarannya pulih setelah dia minum obat pereda rasa mabuk, lalu dia memandang sinis ke arah Alex.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan di mansion ku.?" Adam merasa heran karna semua berkumpul di ruangan itu,dia juga melihat kakek sudah duduk dengan wajah tegas di sopa nya.
"Kakek,apa yang dilakukan asisten mu di mansion ku? aku tidak ingin semua orang berkumpul disini,dan aku juga mau bilang,kebetulan mama,kakek ada disni,aku mau Menceraikan Amanda secepatnya."
"Adam...silahkan masuk ke kamarmu,kamu sedang tidak baik-baik saja " Ucap Rania dia begitu kaget,dengan ucapan Adam,begitu juga dengan Amanda,dia tidak pernah mengira Adam begitu cepat ingin menceraikan nya.
"Pokoknya keputusan Adam sudah bulat,mau tidak mau setuju tidak setuju aku akan tetap menceraikan wanita itu."Lalu Adam pergi meninggalkan mereka semua di ruangan itu,karna dia tidak ingin mendengar ibunya menjerit-jerit di ruangan itu.
*****
Sementara itu,Andini menikmati udara sore di desa yang sangat indah itu.Tidak terasa hampir satu bulan dia tidak bertemu dengan Adam,rasa rindu di hatinya semakin tinggi,tetapi dia benar-benar takut pulang ke kota yang begitu kejam untuknya,bahkan dia lebih nyaman tinggal bersama keluarga barunya.
"Mas...aku sangat merindukan mu,apa kamu juga rindu kepadaku,tenang saja mas aku akan menjaga anak kita dengan baik.Kota itu begitu kejam untuk ku mas,." Ucap Andini sambil melempari batu ke dalam lautan.Sore ini dia menemani pria itu,untuk menangkap ikan.
"Kenapa nak,wajahmu kelihatan sangat sedih." Tanya pria itu.
"Paman,aku sangat merindukan suamiku,tapi aku benar-benar takut pulang ke kota,karna banyak sekali orang yang tidak menginginkan aku disana,apa yang harus kulakukan paman?" Andini tampak menitikkan air matanya,dia juga merasa sangat bingung kenapa orang begitu banyak membencinya sementara dia tidak pernah menyakiti orang lain.
****Bersambung****
Terima kasih Kaka Uda terus hadir mendukung karya recehku ini jangan bosan ya kak,aku juga menerima komentar membangun dari kaka-kaka semua🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1