
Adam berlutut di pinggiran ranjang,pria tua itu. Dia sudah tidak bisa menutupi semua rahasianya tentang Andini,Adam ingin kakeknya tau tentang semua rahasianya.
"Kakek,aku sangat yakin kepada diriku, kalau bayi yang di kandung amanda bukan lah bayiku kek.Kakek aku mohon maaf,mungkin aku tidak bisa lagi menjadi cucu kebanggaan mu."
Adam menunduk di hadapan pria tua itu,dia takut ingin mengutarakan semuanya tapi dia sudah tidak tahan untuk merahasiakannya.
pria beda generasi itu menyipitkan matanya dia merasa heran dengan tingkah cucu kesayangannya itu,lalu dia dan mengelus rambut Adam
"Apa pun yang kamu lakukan,kamu tetap lah cucuku,kamu pewaris semua harta milikku,aku percaya kepada mu tetapi untuk saat ini kita belum bisa membuktikannya,kita tunggu sampai bayi itu lahir dan kita tes DNA."
Adam menegakkan kepalanya,dan memandang pria yang ada di hadapannya itu
"Kakek,maafkan aku sejujurnya aku sudah berbuat kesalahan besar kepada keluarga ini,tapi aku melakukan itu karna,aku sudah benar-benar tidak bisa hidup bersama Amanda."
"Kesalahan apa yang sudah kamu perbuat?"
"Aku sudah menikah sirih dengan seorang wanita yang sangat aku cintai dan saat ini dia sedang hamil anakku kakek."
Seketika itu perasaan pria tua itu campur aduk, antara marah dan kecewa,tetapi dia tidak bisa menyalahkan cucunya,
"Kakek,tolong maafkan Adam,aku tidak bisa jauh dari Andini,cintaku begitu besar untuknya apalagi sekarang ada calon anakku di dalam rahimnya." Adam terus berlutut di bawah ranjang,pria itu.
"Adam,kakek tidak bisa berbuat apa pun untuk mu saat ini,tetapi kakek tidak melarang hubungan mu dengan wanita itu,jika itu memang kebahagian mu,kakek minta maaf kepada mu karna sudah membuatmu susah selama beberapa tahun ini."
Adam langsung memeluk pria itu dengan sangat erat,dia tidak menyangka kalau kakeknya akan begitu baik kepadanya bahkan tidak memarahinya karna sudah diam-diam menikah dengan wanita lain.
"Terima kasih kakek....Adam benar-benar berterima kasih kepada kakek."
Pria tua itu tampak membalas pelukan cucunya,dia juga merasa hatinya sangat bahagia melihat kebahagiaan cucunya.
"Pergilah temui istrimu,dia mungkin sangat membutuhkan kehadiran mu di sampingnya." Adam menatap kakeknya,dia benar-benar tidak menyangka kalau kakeknya akan benar-benar memberi dukungan untuknya.
__ADS_1
"Kakek Adam pergi dulu mungkin Adam akan jarang kembali ke mansion ini jaga kesehatan mu kakek." Lalu Adam membaringkan pria itu dan dia mencium tangannya dan berlalu dari kamar pria itu.Ada rasa bahagia dia hatinya saat pria itu bisa melihat senyum bahagia di wajah cucunya.
Adam,segera bergegas ingin pergi meninggalkan mansion,tiba-tiba mamanya sudah berada di dekatnya
"Adam,kamu harus lebih peduli kepada Amanda,biar bagaimana pun anak yang dia kandung juga adalah anakmu."
"Aku mau pergi ma,biarkan mama yang menjaganya karna mama yang menginginkan cucu darinya." Lalu Adam bergegas meninggalkan ibunya sebelum terjadi keributan di mansion itu.
Rania benar-benar emosi melihat tingkah laku Adam,dia mengira kalau amanda hamil,maka Adam akan lebih mencintainya kenyataanya Adam malah tidak peduli sama sekali.
"Dasar...wanita itu benar-benar mempengaruhi sipat Adam,bahkan Adam sudah mulai berani membantah kata-kataku." Rania tampak masuk kedalam kamar Amanda dia ingin memastikan kalau Amanda baik-baik saja.
"Amanda....kamu masih belum tidur? kamu harus menjaga kesehatan mu,istrahat lah yang penuh.Mama akan mencarikan dokter kandungan pribadi yang bisa datang mengunjungi mu ke mansion ini pada saat kita butuh,kamu tidak perlu ke rumah sakit,karna itu sangat melelahkan."
"Terima kasih ma."
Rania begitu perhatian kepada Amanda,dia sangat yakin kalau Adam akan kembali kepadanya saat dia melahirkan anaknya.
*****
Andini tampak sangat bahagia melihat kedatangan suaminya,tidak biasanya malam-malam suaminya itu berkunjung ke rumahnya tapi malam ini dia datang,Andini langsung memeluk tubuh suaminya secara refleks.
"Sayang,kamu datang?bukan kah keluarga mu ada di mansion bagaimana bisa kamu meninggalkan mereka di mansion itu.?" Andini langsung mengapit lengan suaminya dan membawanya ke dalam rumahnya.
"Sudah makan mas?"
"Sudah aku pengen minum kopi saja, bibi dimana?"
"Biarkan aku yang buat mas,bibi sudah tidur kasihan dia begitu lelah sepanjang hari ini.Kapan pembantu baru itu datang mas,aku tidak tega dengan bibi dia begitu baik kepada ku."
Andini,tampak pergi ke arah dapur meninggalkan Adam,dia ingin membuat kopi sendiri kepada suaminya,tetapi Adam langsung mencegahnya dan menariknya kembali duduk di sopa.
__ADS_1
"Biarkan aku yang membuatnya,kamu tidak bisa kelelahan." Adam langsung bergegas meninggalkan andini di sopa dan pergi ke dapur membuat kopi dan segelas susu hamil untuk istrinya.
"Sayang ini susu mu,cepat habiskan."
"Iya mas terima kasih." Andini langsung menghabiskan susu pemberian suaminya,sudah lama dia tidak menikmati kebersamaan seperti ini bersama suaminya.
"Sayang besok aku akan mengantar mu ke rumah sakit,kita akan melakukan USG."
"Baik mas."
Adam lalu membawa Andini ke kamar dan merebahkannya di ranjang.Adam merasa takut melakukan hubungan badan dengan andini,karna dia takut bayi Yang ada dikandungan istrinya itu terganggu akibat goyangannya.
"Sayang,aku sangat pengen banget,malam ini aku sudah begitu merindukan permainan kita,tapi aku takut menganggu calon anakku yang ada di perut mu." Adam tampak mengelus perut Andini dia menahan hasratnya yang menggebu-gebu,akhirnya dia berusaha untuk secepatnya bisa tidur.
Keesokan harinya Adam membawa Andini ke sebuah rumah sakit mewah di kota ini,dia ingin anaknya merasakan pasilitas mewah dari dia ada di dalam rahim ibunya.
Pada saat mereka masuk ke sebuah ruangan khusus wanita hamil Amanda juga terlihat sedang menunggu panggilan masuk ke dalam.
"Apa yang kalian lakukan di ruangan ini?"
Adam dan Andini sangat kaget mendengar pertanyaan Amanda,mereka tidak menyadari keberadaan Amanda di sekitar mereka.
"Sama seperti mu memeriksa kehamilan,dimana pria yang menghamili mu apa dia tidak menemani mu?"
"Diam...kamu brengsek,dan kamu ternyata ucapan mama tidak ada kamu hiraukan,kamu terlalu berani berurusan dengan keluarga Smith,apa kamu terlalu menginginkan posisi ku,sayangnya aku tidak akan membiarkan mu "
Amanda begitu kesal dengan ucapan Adam,dia merasa sedikit malu karna sudah dipermalukan Adam di depan Andini.
Dia begitu iri kepada Andini karna Adam begitu perhatian kepadanya,bahkan dia diantar ke dokter untuk memeriksa kehamilan,sementara dirinya datang Tampa ada yang menemani,membuat beberapa wanita hamil disekitar itu menatap nya dengan tatapan penuh tanya.
"Alex,kamu harus menemani ku biarkan, mereka pulang dulu baru aku menyuruh Alex ke tempat ini,dan aku akan memberitahunya kalau aku hamil anaknya."Amanda berbicara di dalam hati,dia yakin Alex akan bersifat baik kepadanya karna di dalam rahimnya telah tumbuh calon bayinya.
__ADS_1
**""bersambung**""