Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 31 ~ Tidak Terima ~


__ADS_3

Andini,ingin rasanya cepat-cepat keluar dari restoran itu,karna dia tidak ingin terlibat keributan dengan istri pertama suaminya itu.


"Begini ni kalau dia dibesarkan di keluarga miskin, nga biasa jadi nyonya kaya,makan pun satu meja dengan babu dan supir," ucap Amanda memancing amarah Andini,tetapi sayangnya Andini tetap diam tidak membalas perkataan Amanda.Setelah selesai menikmati makannya Andini langsung membayar makanannya dengan kartu black card sang suami,dan Amanda yang melihat itu merasa kaget dia yang sudah menjadi istrinya selama tiga tahun tidak diberikan kartu itu sementara Andini baru sebentar sudah mendapat kartu dari Adam dengan cepat Amanda mengambil kartu dari tangan Andini,


"enak,saja kamu menikmati hidup dari suamiku,sekarang kamu bayar pakai uang kamu jangan coba-coba memakai punya suamiku," ucap Amanda langsung merampas kartu itu dari tangan Andini,tentu saja Andini langsung ketakutan karna dia tidak punya uang sama sekali.


"Mbak,tolong di balikin kartunya,mas Adam sudah memberikan itu pada ku, jika mas Adam tidak memberinya kepada mu itu bukan urusan ku mbak,"ucap Andini memelas membuat Amanda semakin besar kepala,


"Hei,kalian lihat ini wanita yang tidak punya malu pelakor,bisa-bisanya dia mau memanfaatkan suamiku dia hannya anak orang miskin,tapi karna dia wanita penggoda ahirnya dia bisa menikmati hidup enak sekarang ini karna menjual tubuhnya yang murahan itu kepada suamiku," ucap Amanda hingga orang-orang yang berada di restoran itu menatapnya dengan sinis.


"Nyonya,tolong berikan kartu itu kepada nona Andini tadi tuan Adam yang menyuruhku untuk memberikan kartu itu kepada nona Andini." ucap supir karna sudah tidak tahan melihat Amanda yang sengaja mempermalukan Andini,hingga beberapa pengunjung di sana memvideokan Amanda yang sedang mempermalukan Andini.


"Hei...tau apa kamu supir bodoh, hannya karna dia memberimu makan di restoran ini sekarang kamu jadi membelanya iya?"Amanda membentak sang supir hingga membuat supir itu langsung menunduk sementara Susi yang berada di antara mereka hannya duduk diam tidak peduli majikannya di hina dia tetap menikmati hidangan yang ada di meja itu.Amanda lumayan tertarik dengan gaya sang pembantu itu.


"Nona,bagaimana dengan pembayarannya kartunya sudah di ambil apa nona bisa membayarnya dengan kas," ucap pelayan restoran itu karna kakinya sudah lumayan kebas karna berdiri dari tadi menunggu kartu yang di ambil oleh Amanda.


Tiba-tiba saja seorang pria memberikan kartu yang lain dan membayar semua tagihan Andini,hingga dia merasa sangat malu di restoran itu setelah mengucapkan banyak terima kasih dia lalu pergi meninggalkan Amanda dan pria itu,sementara Susi dan supir mengikutinya dari belakang Andini menagis di dalam mobil karna dia selalu saja di kelilingi orang jahat.

__ADS_1


Setelah dia sampai di apertemen nya dia langsung menyuruh supir serta pelayannya keluar Andini tidak ingin melihat ada orang lain di apertemenya itu.


"nona,kenapa mengusirku?"ucap Susi karna dia merasa dirinya tidak bersalah padahal Andini sangat tidak menyukai sipat Susi yang mengabaikannya tadi.


"kamu silahkan pergi,aku tidak ingin melihat mu di apertemen ini entah kemana pun kamu pergi terserah," ucap Andini lalu menutup pintu kamarnya dan istrahat sementara supirnya sudah keluar setelah mengantar Andini sampai kedalam apertemen itu.


Sementara Adam baru sampai di kota B dia langsung mengumpulkan para massa yang sedang berdemo dan melarang para pekerja untuk melanjutkan bangunan itu,Beberapa kali Adam meminta maaf kepada mereka dan Adam juga mengancam para massa itu,


"bapak ibu sekalian jika kalian masih bertindak anarkis saya selaku pemilik proyek ini tidak akan segan-segan melaporkan kalian semua karna semua lahan ini sudah saya bayar lunas dan juga ini dilengkapi surat perjanjian yang sudah di tanda tangani kepala daerah jadi siapa yang masih berani disini?tanya Adam hingga membuat para massa itu mundur dan tidak berani lagi,lalu satu dia antara mendekat ke arah Adam,


"Ya sudah kalian semua bubar dan jangan berani lagi membuat masalah di lokasi proyekku jika kalian tidak ingin tidur di penjara." ucap Adam dengan sangat tegas membuat para massa itu pergi meniggalkan lokasi pembangunan hotel itu.


Setelah Adam selesai menyelesaikan masalah proyeknya dia merasa sangat lelah, walaupun tidak sesulit yang dia bayangkan tapi tetap saja sudah membuatnya merasa kehabisan tenaga.Lalu Adam membuka ponselnya dan melihat ada pesan singkat dari istri kesayangannya,


💬 Tuan,aku mau kita cerai hari ini juga aku sudah tidak tahan menjadi istri mu," isi dari pesan Andini hingga membuat Adam sangat kaget lalu dia langsung bergegas meninggalkan Robi yang masih menikmati makanan nya karna tadi mereka duduk di kantin yang ada di lokasi proyek


"Robi,sekarang kita pulang atau kamu saya tinggalkan disini,"ucap Bagas sementara Robi yang masih makan langsung meninggalkan makanan nya dan membayarnya.

__ADS_1


"Tuan kenapa buru-buru aku masih makan," ucap Robi sementara Adam menoleh kebelakang dan memandang Robi dengan tatapan ingin membunuh.


Setelah Adam berada di mobil dia beberapa kali melakukan panggilan kepada Andini tetapi ponsel Andini sengaja dia nonaktifkan.Adam semakin panik karna dia tidak bisa menghubungi Andini,


"Robi,apa kamu tidak bisa lebih cepat lagi,kamu lagi membawa mobil sambil tidur kah?ucap Adam membuat Robi jadi salah tingkah dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba tuannya berubah."


"Baik tuan aku akan mempercepat larinya," ucap Robi dan mulai mempercepat laju kendaraannya.Robi melihat Adam yang bolak balik melakukan panggilan tapi tetap saja panggilannya di silent membuat Adam semakin frustasi.Ahirnya Adam menghubungi supir yang mengantar Andini ke mall tadi


📞Komang,apa yang terjadi kepada Andini hari ini sewaktu kamu mengantar dia belanja tadi?"tanya Adam kepada supirnya karna Andini tetap saja menonaktifkan ponselnya.


📞Maaf tuan tadi nona Andini, di permalukan oleh nyonya Amanda,di restoran bahkan kartu black card yang tuan titipkan sudah di ambil oleh nyonya Amanda," ucap supir hingga membuat Adam sangat marah lalu dia memutuskan sambungan teleponnya.


"Robi,cepat Carikan aku helikopter karna aku sudah tidak sabar, secepatnya aku harus sampai di kota J"ucap Adam dia amat ketakutan jika Andini pergi meninggalkannya.


"Baik lah tuan,sebaiknya tuan duduk menunggu di cafe itu,sebentar saya akan menghubungi beberapa kolega kita yang berada di kota ini untuk mengantar tuan ke kota J."ucap Robi lalu dia pergi keluar dan mencari helikopter yang bisa di pakai oleh tuannya itu.


👉bersambung👉

__ADS_1


__ADS_2