Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 8 ~ Nadia kena karma ~


__ADS_3

Dua Minggu sudah Nadia tidak bertemu dengan kekasihnya,tabungannya sudah benar-benar menipis,akhirnya dia keluar dari hotel mewah dan mencari kontarakan kecil,dia tidak berani lagi menemui orang tuanya karna sekarang dia benar-benar takut kepada Adam.


"Apa yang harus kulakukan agar aku bisa mendapat pria kaya,aku tidak rela jika hannya wanita sialan itu yang mendapat pria kaya,aku juga harus bisa melebihi wanita itu,pokoknya harus bisa,sekalipun aku harus membayar mahal dukun." Ucap Nadia,dia lalu mengambil ponselnya dan mencari dukun yang hebat lewat internet.


Nadia selalu iri dengan hidup Andini,sebenarnya dari segi wajah Nadia memang kalah jauh dari Andini.Hal itu yang membuat Nadia selalu membenci Andini dari kecil.


Setelah Nadia mendapat salah satu dukun via internet dia menemui alamat yang diberikan,Tampa merasa takut atau curiga sedikit pun Nadia pergi ke alamat itu.


Nadia merasa sedikit merinding saat dia sampai di alamat yang dia tuju,dia bertemu dengan seorang pria yang wajahnya sedikit menakutkan,pria itu menatap Nadia dengan teliti,dia melihat Nadia yang berpakaian begitu terbuka dengan rok yang sangat mini.


"Permisi kakek,aku datang kesini untuk meminta obat agar,


"Aku sudah tau tujuanmu,banyak kaum muda datang ke tempatku untuk meminta obat seperti yang kamu minta dan ada juga yang membuang janinnya ke tempat ini.


Nadia sangat merinding mendengar ucapan pria itu,dia benar-benar takut apalagi saat itu malam sudah hampir tiba.


"Silahkan buka semua bajumu,agar aku bisa melihat dan mengisi tubuhmu dengan pesugihan milikku agar kamu secepatnya di lamar pria kaya.


Mendengar ucapan pria itu seketika rasa takut yang ada di benak Nadia langsung hilang,dia Tampa merasa malu sedikitpun langsung membuka semua pakaiannya,dan hannya meninggalkan bra dan pakaian dalamnya.

__ADS_1


"Dasar wanita bodoh,mau-maunya dia ku tipu,apa dia pikir aku memang betul-betul dukun aku mengetahui tujuannya karna memang dia sudah cerita lewat chat semalam,tubuhnya benar-benar membuat gairahku langsung meningkat." Suara hati pria itu,pria itu langsung pergi ke belakang tubuh Nadia lalu dia menelusuri tubuh wanita itu,rasanya dia benar-benar ingin menikmati tubuh wanita itu,apalagi dia sudah lama tidak menikmati indahnya tubuh wanita sejak istrinya kena penyakit struk.


Nadia sedikit curiga dengan pria itu,karna cara dia memandangnya begitu mencurigakan.


"Kenapa belum di lakukan kakek aku harus segera pulang malam ini?"


Pria itu langsung memeluk tubuh Nadia,lalu menggerayangi seluruh tubuhnya,dia benar-benar melecehkan Nadia.


"Apa yang kau lakukan kakek,tolong lepaskan aku." Nadia berusaha melawan pria itu lalu dia mengambil bajunya dan ingin memakainya,belum saat Nadia akan mengenakan pakaian itu,pria itu langsung menarik baju Nadia dan merobeknya.


Lalu dia menarik tangan Nadia dan langsung memaksanya untuk menerima penyatuan tubuh mereka berdua.Setelah selesai pria itu meninggalkan Nadia yang sudah dia kurung di kamar yang begitu gelap.


Nadia terus berontak bahkan tangannya sudah luka karna dia terus berusaha mendobrak pintu kamar itu,tetapi semua yang dia lakukan sia-sia pria itu tetap saja tidak mau membuka kamar itu.


Nadia akhirnya merasa lelah setelah dia terus berusaha untuk keluar,akhirnya dia duduk di depan pintu itu sambil menagis dia menyesali kebodohannya karna sudah percaya kepada orang yang sama sekali tidak dia kenali.


"Apa mungkin ini hukuman untukku yang begitu jahat,aku selalu menyakiti Andini dari kecil,bahkan aku menggoda kekasihnya,dan aku menjualnya lalu menikmati semua uang hasil menjualnya.Maafkan aku Andini jika aku bisa lepas dari tempat ini aku akan bersujud kepada mu dan meminta maaf kepadamu juga." ucap Nadia.


Nadia berusaha mencari-cari tas yang dia bawa,ternyata tas itu sudah di ambil pria itu,dari jauh sayup-sayup dia mendengar suara pijakan kaki,Nadia benar-benar takut,dia sangat takut jika pria itu kembali melecehkannya.

__ADS_1


Saat akan masuk tiba-tiba Nadia keluar lebih dahulu dan mengambil sebatang kayu yang ada dikamar itu,


"Bughh" Nadia memukul kepala pria itu hingga pria itu terjatuh dan pingsan.Lalu dengan semangat Nadia membuka baju pria itu lalu memakaikan ke tubuhnya,dia tidak peduli lagi dengan aroma baju itu,yang terpenting dia secepatnya bisa keluar dari tempat itu.


Nadia berlari keluar dari kamar penyekapan itu,dan dia melewati banyak kamar,hingga akhirnya dia sampai di halaman belakang dan seketika itu tubuh Nadia serasa mau tumbang karna ternyata rumah itu di pagar besi keliling dan di tempat itu juga anjing semua berjaga.


"Kamu pikir kamu bisa keluar dari tempat ini lagi,kamu harus siap menjadi budak ku di ranjang,aku sudah lama mencari wanita yang bisa ditipu,dan ternyata kamu adalah orang yang sudah mau mengantar tubuhmu kepadaku hahaha." Pria itu tertawa penuh kemenangan,lalu dia menarik rambut Nadia dan membawanya ke dalam sebuah kamar dan memberikan baju yang sangat seksi untuknya.


"Pakaikan ini,karna malam ini kamu harus bisa memuaskan aku,jika tidak kamu akan saya bunuh dan tubuhmu akan kuberikan santapan peliharaan ku yang ada di belakang." Ucap pria itu,Nadia benar-benar takut,dia sangat menyesali semua kebodohannya dan sikap iri yang dimilikinya.


"Tuhan maafkan aku,jika aku diberikan kesempatan hidup bebaskan kan aku dari tempat ini,aku akan meminta maaf kepada Andini,dan mulai hari ini aku akan bertobat."suara hati Nadia,dia sudah benar-benar pasrah,dia tidak tau kabur darimana lagi,karna ternyata rumah itu benar-benar tertutup dari depan sampai belakang.


Sementara itu,Fatimah merasa hatinya tidak tenang dia selalu membayangkan Andini,sudah lama semenjak Andini kabur dari apertemen itu,dia tidak pernah tau dimana kabar anaknya itu.


"Papa,aku benar-benar takut,entah kenapa perasaanku benar- benar tidak enak,semalam aku bermimpi Nadia sedang berdiri di atas jurang,aku takut itu pertanda buruk untuk anak kita,aku ingin sekali meminta bantuan kepada tuan Adam,tapi aku benar-benar takut." Ucap wanita itu,Semenjak Adam tau Nadia sudah kabur,dia tidak mempermasalahkannya lagi,dan dia juga memberikan kedua pasangan itu tinggal di apertemen itu,atas permintaan Andini.


"Sudahlah,dia sudah dewasa,suatu saat dia akan terima Andini juga sama kayak kita,dulu kita begitu membencinya tetapi sekarang apa,kita malah merasa malu kepadanya.


****bersambung***"

__ADS_1


__ADS_2