Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 56 ~Hampir mati ~


__ADS_3

Amanda menatap Alex dengan sangat sinis,dia kesal melihat Alex karna dia meninggalkan Amanda dan pergi bermain sendiri di kamar mandi.


"Alex,kamu belum memberikan aku kepuasan!apa kamu tidak bisa peka,dengan godaan ku ini!masak cuma kamu yang yang pengen enak.Ucap Amanda dia terus memandangi Alex dengan wajahnya yang sinis itu.Sementata Alex tidak perduli dengan ocehan Amanda,dia terus melanjutkan pekerjaannya memeriksa berkas yang di selesaikan nya itu.


"Alex...please,aku sudah tidak tahan."Ucap Amanda semakin liar,lalu dia mendekati Alex dan tiba-tiba meraih kepala Alex dan langsung ******* bibir Alex,hingga Alex tersedak,dia tidak menyangka Amanda menyerangnya dengan tiba-tiba.Lalu dengan kasar Amanda menarik Alex dari kursinya dan mendorong tubuh Alex sekuat tenaganya ke ranjang minimalis yang ada di ruangan itu.


Amanda langsung menindih tubuh Alex dan ******* bibirnya dengan kasar hingga bibir Alex mengeluarkan darah sedikit.Belum sempat Alex mengatur napasnya Amanda langsung menggigit leher Alex dan meninggalkan tanda biru di leher itu.Alex tidak terima Amanda melecehkannya dengan sangat buruk ahirnya,dia mendorong tubuh Amanda hingga jatuh ke lantai,Amanda sangat kaget dia begitu marah kepada Alex,ahirnya dia berdiri dan tiba-tiba merobek semua baju yang dia kenakan dan mengacak-acak rambutnya membuat Alex bingung dengan tingkah Amanda.


Amanda merasa sangat emosi kepada Alex karna naf**su nya belum tersalurkan,


"Kamu melayaniku sekarang atau aku berteriak,supaya penghuni mansion ini bangun dan melihat keadaan ku yang seperti ini,mereka pasti mengira kalau kamu sudah melecehkan aku."Amanda mengancam Alex hingga dia tidak bisa berkata-kata lagi.


Melihat Alex tidak ada respon,Amanda langsung kembali memeluk tubuh Alex dan pelan-pelan menarik Alex untuk kembali tidur di ranjang itu.Lalu Amanda berdiri dan mengunci ruangan itu,dia takut ada orang yang masuk kedalam ruangan itu.


Dengan sangat liar amanda menggerayangi tubuh Alex dan meninggalkan beberapa tanda biru di tubuh atletis Alex,Sementara Alex hannya pasrah saat Amanda mulai meraba semua tubuhnya,sebagai lelaki normal dia juga menikmatinya.Amanda yang sudah seperti orang kehausan terus saja mempermainkan tubuh Alex,melihat Alex yang diam tidak membalas permainannya membuat Amanda kesal lalu dia mengigit bibir Alex hingga Alex merintih kesakitan,

__ADS_1


"Jangan cuma menikmatinya saja,cepat puaskan aku,jika kamu tidak karir mu ku hancurkan sekarang "Ancam Amanda hingga membuat Alex sangat gerah dengan setiap ucapan Amanda.


Lalu dia mendorong tubuh Amanda,dan menindihnya dari atas dan mulai membalas setiap permainan Amanda dengan kasar.Dia ingin Amanda jera untuk mempermainkannya,lalu dengan kasar dia merobek ****** ***** Amanda lalu mendorong miliknya ke milik Amanda,Alex terus memainkan tubuh Amanda mengigit lidah Amanda dengan kasar dan meludahi mulut Amanda.


Hingga ahirnya Amanda menjerit dan tubuhnya mulai melemas,lalu Alex menarik miliknya dari Amanda,tetapi Amanda memeluk erat tubuh Alex


"Jangan pergi dulu,aku masih menikmatinya biarkan di dalam,"Ucap Amanda dan dia tersenyum penuh kepuasan.


"Terima kasih karna sudah memuaskan aku malam ini,lalu Amanda mendorong tubuh Alex dan dia beranjak ke kamar mandi dan membersihkan tubuh nya.Setelah itu,dia mengintip keluar melihat suasana yang aman Amanda langsung berlari ke kamarnya yang tidak jauh dari ruangan itu,tidak lupa dia membawa semua bajunya yang sudah menjadi sampah.


Alex,langsung meludah ke kamar mandi rasanya dia sudah seperti pria pemuas tante-tante kesepian.Dia merasa kesal karna selalu saja di permainkan oleh Amanda.


"Ini semua gara-gara kamu,andai aku tau suami dari wanita itu seorang mafia aku tidak Sudi untuk membantumu menyakiti wanita itu."Ucap kekasihnya penuh penyesalan.Sementara Susi hannya bisa terus menagis,dia benar-benar menyesal karna sudah menganiaya Andini.Sampai menjelang pagi hari Susi tidak bisa memejamkan matanya,karna dia terus mengawasi ular yang ada di depannya.


"Kalian cepat keluar dari sini."Ucap Riski dan membuka kandang ular itu, Susi dengan tertatih-tatih langsung keluar dari kandang ular itu,dia merasa lumayan lega karna ahirnya dia di keluarkan dari tempat menyeramkan itu.

__ADS_1


Setelah itu,Riski membawa mereka ke depan ruangan,dan memberikan mereka makan,dan minuman,mereka tidak ingin kedua pasangan itu mati dengan cepat.


Sementara Adam di Rumah sakit,sedang menyuapi istrinya dengan sangat telaten.


"Mas,aku pengen banget makan,cumi yang besar-besar itu,sudah lama aku menginginkan itu." Ucap Andini manja,Adam tersenyum lebar mendengar permintaan istrinya itu,dia sangat tau kalau istrinya sangat menyukai berbagai makanan dari seafood.


"Sayang,nanti aku akan membelinya dari restoran yang sangat terkenal,apa kamu ingin sekarang,biar aku suruh Robi untuk membelinya?"tanya Adam dia tidak ingin istrinya itu merasa kecewa.


"Udah nga usah,aku nga enak sama asisten Robi,dia juga pasti sedang sibuk nanti kalau udah sembuh kita ke restorannya aja ya mas." Ucap Andini,penuh pengertian.Dia selalu merasa sungkan jika merepotkan orang lain.


"Nga papa sayang, itu sudah menjadi tugasnya sebagai asistenku,yang penting kamu cepat sembuh dan kita bisa kembali pulang,aku sudah mencarikan rumah,dan pelayan baru untukmu."Ucap Adam sambil mengusap-usap kening andini penuh kasih sayang.


"Kenapa harus,rumah baru lagi sayang bukan kah apertemen itu sudah nyaman,emang mas masih punya uang untuk beli rumah."Ucap Andini dia selalu merasa heran karna suaminya itu bisa selalu mendapat segala sesuatu dengan gampangnya.


Adam melempar senyuman manis kepada istrinya dia merasa lucu dengan pertanyaan istrinya itu."Aku banyak uang sayang,dan uangku tidak akan habis walau kita punya anak selusin dan semuanya kita buatkan rumah masing-masing."Ucap Adam sambil membusungkan dadanya hingga Andini tersenyum melihat tingkah konyol suaminya itu.

__ADS_1


Andini merasa matanya mulai berat lalu dia memejamkan matanya,dia selalu merasa ngantuk jika sudah meminum obatnya.Melihat Andini sudah mulai ngantuk Adam langsung menutup setengah tubuh Andini dengan selimut.Lalu Dia memeriksa ponsel dan membuka beberapa email dari para klien nya.Melihat sangat banyak berkas yang membutuhkan tanda tangannya,dia langsung mengirim pesan kepada Dea supaya datang ke rumah sakit untuk menjaga Andini.


👉bersambung👉


__ADS_2