Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 114 ~ Iri hati pembawa petaka ~


__ADS_3

Disaat Riko dan para para pria itu keluar dari lokasi mereka berusaha lari secepat mungkin sebelum pria itu datang,saat hendak memasuki mobilnya anjing peliharaan pria itu langsung berlari mengejar mereka,lalu pria yang menggendong Nadia terlebih dahulu memasukkan Nadia ke dalam mobilnya,lalu mengambil pistol yang ada di tasnya,Adam sudah memberikan itu kepadanya sebagai jaga-jaga.


Saat anjing itu semakin dekat ke arah mereka,pria itu langsung melepas timah panas ke semua anjing itu,hingga semua peliharaan pria itu tewas seketika.


"Apa yang kalian lakukan lakukan kepada hewan peliharaan ku? Ucap pria itu dia begitu kaget melihat semua anjingnya sudah tergeletak.


" Aku sudah melepaskan timah panas kepada anjing itu karna dia sudah berusaha mengigit kami,dan kamu pria tua apa yang sudah kamu lakukan kepada saudara kami itu hah.." Riko berteriak kepada pria tua itu hingga dia ketakutan.


"Aku tidak melakukan apa pun kepada wanita itu." Ucap pria itu,karna hari sudah mulai sore dan pria itu tidak memberikan perlawanan Riko dan kelompoknya segera meninggalkan tempat itu,Riko takut sesuatu terjadi kepada mereka,karna hari sudah mulai malam.


Mereka langsung membawa nadia ke rumah sakit karna keadaanya yang cukup memprihatinkan,tangan dan kakinya dipenuhi luka pukulan dan bibirnya juga kena luka gigitan,setelah membawa Nadia ke ruang perawatan Riko langsung menghubungi tuannya yaitu Adam dan memberi tahu kalau Nadia sudah di bawa ke rumah sakit.


"Ada apa mas,kenapa sepertinya mas sibuk dengan ponsel mu siapa yang menghubungimu malam-malam?


"Nadia sayang,dia sedang di rawat dirumah sakit dia mengalami kekerasan pisik dan juga pelecehan seksual,jadi suruhan mas memberitahukan kalau wanita itu sudah di rawat."


"Kok bisa ma,lebih baik beritahu kepada ibuku,aku sebenarnya pengen melihatnya ke rumah sakit tapi aku merasa lelah dengan perutku yang cukup besar ini." Ucap Andini.Adam langsung memeluk istrinya itu dia begitu terharu dengan sikap istrinya walaupun dulu keluarganya sangat jahat kepadanya tetapi rasa pedulinya tetap dia tunjukan kepada keluarga itu.


"Biarkan mas besok aja kesana,mas ingin menemani istriku tidur aku tidak mau pergi jauh lagi sayang karna kan sebentar lagi kamu lahiran,aku akan melihat istri ku melahirkan anak ku sayang." Ucap Adam dia mencium kening istrinya rasanya dia benar-benar tidak sabar menunggu buah hatinya lahir ke dunia ini.


"Sayang saat nanti kita sudah melahirkan dan pernikahan kita sudah resmi aku akan membawa kalian ke luar negri,kamu pengennya kemana sayang?"


"Hmm,aku sih nga pengen kemana-mana mas aku akan menghabiskan waktu di rumah untuk menjaga anak kita,aku tidak mau anak kita dijaga oleh baby sitter."

__ADS_1


"Tapi nga papa sayang kalau ada yang bantuin kamu."


"Tidak perlu." Akhirnya mereka memilih membahas hal yang tidak perlu malam itu.


Sementara itu,Alex menghabiskan waktu untuk menjaga baby mikaila dan lucunya baby itu sangat anteng jika Alex yang menjaganya,bahkan malam ini dia menemani baby itu tidur di kamarnya dan baby sitter di suruh pindah ke kamar pelayan yang lain.


Para pelayan di rumah itu merasa curiga dengan sikap Alex terhadap bayi itu,karna pada kenyataanya mereka semua tidak ada yang tau kalau Alex adalah ayah biologis bayi itu.


Alex benar-benar telaten dalam mengurus bayi itu bahkan tengah malam dia rela bangun untuk menggendong bayi itu jika dia sedang menagis,dan dia juga dengan sabar akan membuatkan susu jika bayi itu rewel.


Dea juga merasa curiga dengan tingkah Alex,dia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Alex kepadanya,mengingat dia yang ditusuk oleh Amanda pada malam itu.


Pada saat malam sudah larut Dea melihat Alex sedang membuatkan susu kepada bayi itu,dia ingin sekali bertanya kepada pria itu tetapi dia sedikit takut,jika ada yang memergokinya.


"Apa kabarmu,kenapa kamu harus meninggalkan mansion,harusnya kamu bertahan walaupun Adam tidak mencintaimu lagi."


"Maafkan aku bang,aku tidak bisa terus- menerus disakiti pria itu,sementara mama Rania juga tidak bisa berbuat apa pun untukku."


"Kelihatannya mertuamu juga sudah tidak peduli dengan keadaan kita bahkan sampai hari ini dia belum pernah menemui papa,dia mungkin lupa jika dia bisa menikah dengan suaminya yang kaya raya itu karna bantuan papa juga."


"Bang,terus apa yang kita lakukan kali ini,aku sudah pastikan pria tua itu sudah tidak menyukaiku sedikitpun makanya aku tidak membawa bayi itu,dia hannya akan menyusahkan ku nantinya.


"Aku juga bingung,terlalu sulit bagiku jika harus berurusan dengan keluarga Smith,apa lagi saat ini kita sudah tidak punya apa pun " Amanda terlihat menghela napas panjang,dia benar-benar tidak memikirkan sedikitpun tentang bayinya.

__ADS_1


"Kamu lebih baik pulang,aku akan memikirkan cara yang bagus agar keluargamu,dan suamimu bisa menerima kamu kembali." Ucap pria itu,setelah melihat malam semakin larut Amanda lalu keluar dari cafe dan dia kembali masuk ke kamarnya.


"Kemana sih Amanda,masak sampai hari ini dia tidak kembali juga,padahal sebentar lagi rapat pemegang saham akan di mulai harusnya pria itu memberikan saham yang sudah dia janjikan.


Rania lalu menaiki kamar mikaila dan dia sangat kaget saat melihat Alex sedang memberikan bayi itu minum susu dan dia juga dengan telaten Menganti celana nya yang basah.


"Kamu pipis...cup...cup jangan menagis ya." Rania merasa ada sesuatu yang aneh dengan asisten itu.


"Jangan sentuh cucuku,bukan kah aku sudah menggaji baby sitter kenapa kamu sebagai asisten yang mengurus bayi ini?" Ucap Rania dia benar-benar curiga kepada pria yang ada di sampingnya.


"Melihat Rania yang datang dia langsung meletakkan baby itu,dan dia menunduk kepada wanita angkuh itu,lalu meninggalkan baby-nya bersama wanita itu.


Rania benar-benar curiga kepada Alex,sebenarnya dia sudah lama tidak suka dengan Alex tetapi dia tidak bisa memecatnya dengan sembarangan karna dia adalah asisten mertuanya yang sombong itu.


*****


Adam berjalan menelusuri lorong rumah sakit bersama kedua orang tua Nadia,pria itu sengaja membawa kedua mertuanya untuk melihat kondisi dari Nadia.Saat memasuki ruangan rumah sakit,dia melihat keadaan putrinya,wanita itu langsung menagis dan dia memeluk Nadia,


"Apa yang terjadi kepadamu,siapa yang melakukan itu padamu?"


"Mama,mungkin ini semua karna dosaku yang begitu banyak.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2