
Alex tetap berusaha tenang,di hadapan Adam walau jantungnya benar-benar berdetak hebat.Bagaimana tidak ketakutan karir yang sudah di pertahankan puluhan tahun harus di pertaruhkan disini,tidak akan mungkin Adam menyelematkan dirinya sementara dia sudah beberapa kali bermain-main dengan istrinya walaupun ini bukan seratus persen kesalahannya.
"kenapa tuan tiba-tiba bertanya tentang nyonya Amanda kepada ku,bukan kah tuan harusnya lebih tau tentang istri tuan?"Ucap Alex tetapi dia berusaha keras untuk tetap kelihatan tenang,Dia semakin yakin kepada Adam,kalau tuannya itu mulai curiga kepadanya.
"Hahahaha..." Adam tertawa keras, lalu berdiri dan menepuk bahu Alex
"Silahkan keluar dari ruangan ini,karna aku ingin pokus memeriksa dokumen ini,jika menurut mu Amanda cantik,aku tidak keberatan kamu menggodanya." Ucap Adam lalu beranjak ke kamar mandi meninggalkan Alex.Wajah Adam langsung merah padam dia,sangat ketakutan jika Adam mencurigainya,lalu dia meninggalkan ruangan itu dan masuk ke ruangannya.
"Kayaknya aku tau siapa yang harus ku curigai,aku sama sekali tidak peduli jika kalian memiliki hubungan,malah aku merasa senang karna dengan gampang aku bisa menceraikan Amanda dan menikahi istriku Andini."batin Adam lalu dia keluar sambil bersiul-siul dari kamar mandi,dia merasa bahagia karna dengan gampang bisa mendapat petunjuk untuk kecurigaannya terhadap Amanda.
Sementara Alex,dia sama sekali tidak pokus untuk kerja,dia kelihatan mondar mandir terus di ruangannya hingga sekretaris merasa aneh dengan tingkah sang kaki tangan,pemilik perusahaan ini tapi dia tidak berani bertanya kepada Alex,karna Alex sangat dingin terhadap siapa pun,ahirnya sekretaris itu hannya mengabaikan tingkah aneh dari Alex.
Alex melihat Adam keluar dari ruangan direktur,lalu dia beranjak menemui Adam sebelum dia pergi meninggalkan perusahaan ini
"Tuan,apa semua berkasnya sudah selesai?" Tanya Alex,Adam menatap Alex dengan tatapan aneh membuat Alex semakin salah tingkah,dia tidak bisa menyembunyikan rasa gugup nya di hadapan Adam,
__ADS_1
"Alex,kamu kelihatannya dari tadi gugup melihat ku ada apa? apa kamu punya sesuatu yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Alex,membuat dia semakin gugup,tetapi dia menyembunyikan rasa gugupnya itu dengan sangat pintar,walaupun Adam tipe orang yang sangat jeli melihat perobahan orang yang berada di dekatnya.
"Tidak tuan, aku hannya merasa tiba-tiba kepala ku pusing aku ingin segera pulang tuan aku ingin istrahat di apertemenku." Ucap Alex,berusaha tetap tenang walau hatinya sudah bergetar hebat.
"Ohh kalau begitu,silahkan kamu pulang dan istirahat,jangan terlalu memaksakan diri." Ucap Adam,lalu dia kembali ke perusahannya setelah menyelesaikan semua dokumen yang ada di perusahaan milik kakaknya.
Alex langsung pergi meninggalkan kantornya, menuju mansion milik keluarga Smith, dia yakin kalau ruang kerja sang kakek memiliki rekaman cctv,dia menyetir dengan sangat cepat,karna dia tidak ingin Adam menyelidikinya lebih dalam lagi.
Sesampainya di mansion keluarga Smith, dia di sambut oleh para security dan para pelayan,para pelayan sudah menganggap Alex seperti tuan mereka,karna Alex adalah kaki tangannya di perusahaan milik Smith.Lalu Alex langsung memeriksa komputer dan membuka rekaman demi rekaman mereka di ruang kerja sang kakek,sebelum dia membuka rekaman itu, dia terlebih dulu menyuruh penjaga untuk keluar dari ruangan itu.Setelah Alex mendapat semua rekaman itu dia menyalin ke kartu memori dan menyimpannya,lalu menghapus semua riwayat yang ada di komputer itu.Setelah mendapat rekaman nya bersama Amanda,lalu dia langsung keluar dan masuk ke keruang kerja sang kakek.
Alex merasa puas ahirnya dia mendapat ide untuk mengambil rekamannya bersama Amanda untuk jaga-jaga mana tau Amanda menghancurkannya,Dia tidak ingin hannya karna seorang Amanda karier yang sudah dia jaga puluhan tahun harus hilang begitu saja.
Setiap hari Robi terus menghadapi sipat Adam yang semakin dingin kepada nya,dia merasa sangat kehilangan simpati Adam,semenjak istri keduanya di aniaya oleh Susi pembantu yang direkomendasikan oleh Robi.
"Tuan,hari ini kita harus menemui Klien yang baru saja mendarat di bandara, mereka mengundang tuan,untuk datang makan malam di hotel ****." Ucap Robi saat dia sedang mengantarkan dokumen keruangan CEO nya itu.
__ADS_1
"Baik."Ucap Adam singkat membuat Robi sangat kecewa,dia tidak menyangka Adam akan terus bersifat dingin kepadanya karna kejadian yang tidak disengaja ya itu.
"Tuan,hari ini aku minta ijin pulang cepat karna aku ada urusan diluar." Ucap Robi kembali,sementara Adam hannya menganggukkan kepalanya membuat Robi semakin kesal dengan tuannya itu.
Setelah pamit kepada Adam,robi langsung pergi ke markasnya besar Adam Robi ingin memberi pelajaran kepada Susi dan kekasihnya karna ulahnya Adam terus mengabaikan Robi di kantornya.
Setelah sampai di markasnya Adam,Robi melihat suasana yang sangat mencekam,lalu dia masuk kedalam markas itu,dia melihat Susi yang digilir beberapa preman yang ada di sana, persis di depan kekasihnya,melihat Robi yang tiba-tiba datang para preman itu langsung membenahi pakaian mereka dan melemparkan pakaian Susi ke wajahnya.
"Tuan,anda datang kemari,kami minta maaf tuan karna kami tidak tahan melihatnya setiap hari disini,sementara kami jarang keluar dari area ini jadi kami bermain-main dengan wanita itu."Ucap salah satu dari mereka.Robi menatap sinis kepada Susi,dia sama sekali tidak merasa kasihan melihat Susi yang sudah sangat menderita.Lalu dia mendekati Susi dan mencengkram dagunya,
"Apa kamu merasa puas menikmatinya,apa kamu ingin yang lebih lagi,aku akan berikan kepada mu." Ucap Robi lalu melemparnya ke lantai hingga tersungkur
"Tuan,maafkan aku,mohon lepas kan kami berdua tuan,kami sudah sangat menyesalinya,aku berjanji akan menebus salah kepada nona Andini." Ucap Susi sambil sujud di kaki Robi,sejujurnya Robi sudah merasa iba melihat nya apalagi dia sudah di gilir rame-rame di markas itu,Robi merasa hukuman untuknya sudah lebih dari cukup,walaupun niat awalnya ingin memberi pelajaran,tetapi melihat keadaan Susi hati kecil Robi merasa iba.
"Baik lah,aku akan meminta tuan Adam melepaskan mu dan kekasih mu itu,tetapi kamu harus bekerja di markas ini, sebagai penjaga meja judi yang ada di bawah tanah,kamu mendapat gaji jauh lebih tinggi disini nantinya,kamu dapat libur 2 kali dalam sebulan apa kamu merasa cocok?" tanya Robi,dia tidak ingin melepaskan Susi dari tangan mereka lagi.Karna bisa saja mereka akan menjadi duri di kemudian hari bagi keluarga Adam.
__ADS_1
"Baik tuan,aku akan bersedia bekerja di markas milik tuan Adam." Ucap Susi dengan cepat dia sudah tidak tahan menerima siksaan, demi siksaan serta pelecehan dari para penghuni markas itu.
👉bersambung👉