Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 6 ~ pertengkaran~


__ADS_3

Nadia yang sangat marah kepada Andini langsung menarik rambut Andini sekuat tenaga lalu menampar wajah Andini hingga babak belur


"Berani-beraninya kamu menamparku,terima ini bukh..."Nadia melemparkan tubuh Andini kelantai Riko yang melihat Andini sudah tak berdaya langsung mendekati Andini dan ingin menolongnya tetapi Nadia mencegahnya dan menarik tangan Riko,


"sudah mas biarkan aja dia pantas mendapatkannya,"ucap Nadia tetapi Riko tidak menghiraukan ucapan Nadia lalu Riko mengangkat tubuh Andini dan meletakkannya di tempat tidur.


Tiba-tiba Andini sadar,lalu dia berdiri dan pergi berlari meninggalkan kamar itu dia berlari hingga memasuki lift dia tidak tahan lagi dengan semua derita yang dia terima siksaan dari keluarganya penghianatan kekasihnya.Dia menagis sendiri di dalam lift disaat dia keluar dari lift dan berlari tiba-tiba dia menabrak Adam,


"maaf tuan aku tidak sengaja,"ucap Andini Tampa melihat wajah yang dia tabrak,Adam yang melihat keadaan Andini hannya mengacuhkannya sudah biasa bagi Adam melihat hal seperti ini Adam berpikir kalau Andini sedang putus cinta. Andini berlari menuju perusahaan tempat dia bekerja dia ingin menceritakan semua kejadian yang dia lihat kepada sahabatnya Yuni karna hannya dia yang mengerti keadaan Andini.


Pada saat Andini sampai di depan perusahaan tempat dia bekerja,tiba-tiba ayahnya datang menemuinya,


"Andini..."Panggil ayahnya membuat Andini menoleh ke arah suara yang memanggilnya lalu dia melihat ayahnya sudah berdiri di parkiran mobil


"ada apa ayah, kesini Andini masih bekerja,"


"nanti kamu kembali kesini temani ayah menemui seseorang ayah sudah menemukan pekerjaan untuk membantu meringankan beban mu tetapi dia butuh seseorang untuk menjamin ayah"ucap Rahmat kepada Andini berbohong.Andini yang mendengar itu merasa sedikit lega setidaknya ayahnya sudah mulai berubah.


"baik lah yah,Andini akan menemani mu," ucap Andini dia tidak menceritakan semua yang dilakukan oleh Nadia kepadanya karna bagi Andini belum tentu ayahnya peduli dengannya.


Lalu mereka pergi ke sebuah markas tempat dimana para penjudi ilegal bermain gedung ini nampak mewah tetapi sangat menyeramkan karna berada di tengah hutan Andini mulai merasa ada yang tidak beres karna suasana gedung yang sangat mencekam apalagi disana yang ada hannya beberapa pria yang menyeramkan.


"Ayah...kita ngapain ketempat seperti ini aku ngeri ayah ngapain ayah bekerja ditempat seperti ini,"ucap Andini dengan ketakutan sejujurnya dia curiga kepada ayahnya karna dari tadi ayahnya diam Tampa berbicara.Lalu tiba-tiba seorang pria yang tinggi hitam dan menyeramkan datang menghampiri mereka,


"ternyata kamu sudah datang Rahmat,ini wanita yang kamu maksud?tanya pria itu membuat Andini semakin takut

__ADS_1


"Apa maksudnya ayah..?tanya Andini,


"Andini mulai hari ini kamu tinggal di tempat ini kamu bekerja disini jangan pernah mencari kami lagi,satu lagi sebenarnya kamu bukanlah anak ayah dan ibu mu kami hannya memiliki satu anak yaitu Nadia,jaga dirimu disini ayah pulang."ucap ayahnya kepada Andini,tiba-tiba kepala Andini berputar dan pemandangan Andini semakin kabur dan ahirnya..


"brak...Andini terjatuh lalu pingsan Rahmat yang melihat itu tidak peduli dia tetap pergi meninggalkan Andini lalu pria itu mengangkat tubuh Andini lalu membawanya ke sebuah kamar disana Andini di obati oleh pelayan wanita.


Dua jam sudah Andini pingsan,tiba-tiba dia terbangun dan melihat dia sudah berada di sebuah kamar yang sangat asing baginya tiba-tiba dia ingat ayahnya telah meninggalkan dia di tempat ini dia teringat semua ucapan ayahnya yang mengatakan kalau dia bukan anak kandungnya.Andini menangisi semua penderitaannya kekasihnya yang berkhianat dengan adiknya dan semua luka yang di berikan kedua orang tuanya.


Lalu Andini bangkit,dia seakan mendapat harapan lagi


"biar lah yang penting aku sudah tau kalau mereka bukan keluargaku suatu saat aku akan membalas dendam semua yang kalian lakukan kepada ku." Ucap Andini lalu Andini melihat makanan yang ada di nakas lalu dia menghabiskan semua makanan yang ada disitu.


"biarlah kalau pun mereka meracuni makanan ini aku sudah ikhlas kalau harus mati hari ini,"ucap Andini.


"nona,sudah bangun silahkan mandi ini pakaian bisa kamu pakai ini pakaian anakku aku lihat penampilan mu sungguh lusuh,"ucap pelayan itu,


"Terima kasih Bu,sudah membantuku ada yang bisa saya kerjakan di gedung ini Bu?"tanya Andini sehingga pelayan itu melihatnya


"bos kita belum tiba dia yang akan memilihkan pekerjaan untuk mu nanti kenapa kamu masih muda sudah bekerja ketempat ini,?


"aku tidak tau Bu ini tempat apa tetapi keluargaku sudah menjual ku ke tempat ini"ucap Andini dan tiba-tiba air matanya mengalir membuat pelayan itu sangat iba kepadanya.


"sabar nona semoga nanti tuan Adam memberikan pekerjaan yang tidak berat kepada mu sekarang silahkan kamu mandi sebentar lagi katanya tuan Adam akan sampai ketempat ini,"ucap pelayan itu lalu pergi meninggalkan Andini lalu Andini masuk kamar mandi dan membersihkan semua badannya.


Setelah selesai mandi Andini mengeringkan rambut panjang nya lalu dia bercermin dan memperhatikan dirinya di dalam cermin,

__ADS_1


"apa sih salah ku hingga aku harus menderita seperti ini semoga nanti aku keluar dari sini bisa mendapat kebahagiaan,"ucap Andini lalu dia tiba-tiba teringat kepada Yuni sahabatnya,


"mungkin Yuni sudah mencari ku,"ucap Andini lalu tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya dan Andini membuka pintu nya


"ada apa tuan?"tanya Andini penjaga yang melihat Andini sudah bangun bahkan sudah mandi bersih sangat terpesona dengan Andini dia tidak menyangka Andini secantik itu padahal tadi Andini sangat berantakan.


"ayo ikut dengan ku tuan menunggu mu di depan,"ucap pria itu lalu mereka pergi menemui Adam yang duduk di ruang tamu.


"ini tuan wanita yang di antar oleh Rahmat tadi siang "ucap pria itu lalu Adam menoleh kearah Andini lalu Adam membuka kaca mata hitamnya memastikan kalau Andini adalah wanita yang dia lihat tadi keluar dari hotel.


"Siapa nama mu?" tanya Adam Andini yang mendengar suara Adam sangat gemetaran sesungguhnya Andini sangat takut kalau harus disuruh bekerja yang tidak beres,


"apa telinga mu tidak berpungsi hingga kamu tidak menjawab apa yang saya tanyakan,"ucap Adam


"namaku Andini tuan "jawab Andini


"kamu tau kenapa kamu bisa sampai di tempat ini?"tanya Adam,


"Tidak tuan"jawab Andini


lalu Adam berdiri dan mendekati Andini dan menyentuh dagu Andini dan menatap wajah Andini ,tiba-tiba Adam terkejut oleh tatapan Andini yang sangat teduh lalu Adam melepaskan tangannya dan dia menjauh dari Andini


"orang tua mu sudah menjual mu kepadaku untuk ku jadikan istri siri aku ingin kamu melahirkan anakku setelah dia lahir kamu bisa pergi dari hidupku Tampa membawa anakku,"ucap Adam kepada Andini,Adam sudah merencanakan ini semua ini dia ingin punya keturunan dari wanita lain yang bukan istrinya.


👉bersambung👉

__ADS_1


__ADS_2