Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 87 ~ Tidak mengakuinya ~


__ADS_3

Wajah Adam penuh dengan amarah,dia sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi,bahkan dia tidak peduli kalau Nadia seorang wanita dia tetap menghajarnya.


"Kalian semua pastikan wanita sialan ini secepatnya mengakuinya,jika aku terus yang menghajarnya bisa-bisa dia mati Tampa memberitahu dimana istriku." Adam lalu meninggalkan apertemenya bersama Robi,karna sudah beberapa hari ini dia mengabaikan tugasnya.


Sesampainya di kantornya,dia sudah melihat mamanya duduk di sopa bersama Amanda dan juga keluarga Amanda.


"Apa yang kalian lakukan di kantor ini,jika tidak ada hal yang perlu kuharap kalian cepat keluar dari kantor ini."


"Adam,mereka datang baik-baik harusnya kamu sambut lah,jangan membuat suasana menjadi tidak menyenangkan lah." Ucap ibunya,Adam sangat tidak menyukai keluarga Amanda karna terlalu kuat untuk memanfaatkan perusahaan keluarga Smith,Adam sangat tau bahwa keluarga itu terlalu pintar menjilat keluarganya.


"Ma...aku ingin membangun sebuah pusat perbelanjaan di kota S,saat ini aku tidak punya modal untuk membantu keluarga mereka."


"Sayang,sejak kapan kamu merencanakan ini,lihatlah nak papa mu, adalah pria yang sangat hebat,bahkan dia ingin segera membangun usaha lagi." Ucap Amanda sambil mengusap-usap perutnya seakan menunjukkan bahwa pernikahannya baik-baik saja.Hal itu semakin membuat jijik dengan Amanda.Tetapi dia berusaha menahan emosinya,karna dia tidak ingin keluarga istrinya itu mengetahui masalah rumah tangga mereka,dia ingin memberikan kejutan nantinya saat dia sudah resmi bercerai.


"Kalian bisa pergi dari ruangan ini,kalau tidak mama saja yang membantu mereka,perusahaan ku juga saat ini butuh modal untuk mengembangkannya.


Akhirnya keluarga mertuanya pergi dari ruangan itu,dengan wajah yang merah padam,mereka tidak menyangka Adam akan mengabaikan kedatangan mereka.


"Sialan pria brengsek itu,bahkan dia tidak bertanya apa pun kepada kita tapi dia langsung bisa menebak kedatangan kita." Ucap abang nya Amanda,dia sedikit kesal dengan reaksi Adam hari ini.


"Terus kita bisa apa,kenyataanya perusahan kita bisa berdiri saat ini karna bantuan dana dari keluarga Smith."Ucap ayahnya lalu kedua pria itu meninggalkan perusahaan milik menantunya dengan tangan kosong.


Amanda dan juga mama Rania meninggalkan ruangan Adam,Tampa mengucapkan apapun,Rania sedikit takut melihat wajah Adam hari ini yang begitu penuh amarah dia tidak ingin memancing emosi pria itu lagi.

__ADS_1


Sementara itu,dia apertemenya,Nadia kembali sadar setelah pingsan kurang lebih satu jam.


"Kamu sudah sadar,cepat katakan kemana kamu mengantar nona Andini malam itu?tanya salah satu dari pria Yang ada di kamar itu,Adam sengaja memisahkan Nadia dan keluarganya Karna dia tidak ingin melihat orang tuanya selalu membela anaknya.


Nadia hannya bisa diam,dia tidak mungkin mengatakan kalau dia sudah bekerja sama dengan Amanda,dia takut jika Amanda berbuat lebih kejam kepadanya apalagi dia sudah menghabiskan uang yang diberikan Amanda kepadanya.


"Cepat katakan,apa kamu ingin melihat kami bertiga marah dengan mu,tuan Adam akan melepaskan mu jika kamu bisa memberitahukan keberadaan istrinya itu." ucap pria itu kembali,tetapi Nadia tetap bungkam membuat ketiga pria itu menjadi emosi.


"Bagaiman kalau wanita ini kita cicipi dulu tubuhnya,kayaknya dia menginginkan itu."


"Hahahah mantap...tapi aku akan meminta ijin dulu kepada tuan Adam."


"Apa kamu menginginkan itu sayang...ahh bibir mu lumayan manis dan belahan mu cukup menantang." Ucap pria itu lalu mencengkram dagu Nadia dengan kasar lalu ******* bibirnya.Tiba-tiba saja gairah ketiga pria itu memuncak karna salah satu dari mereka meraba area sensitif milik Nadia.


Driiittt


Adam lalu membuka pesan yang dikirim oleh pria yang mengawasi Nadia,dengan kesal dia membalasnya.


[Terserah kalian,lakukan sesuka mu,aku tidak peduli dan pastikan wanita itu secepatnya mengaku.]


"Dasar pria bajingan bisa-bisanya kamu ingin melecehkan wanita,yang sudah sekarat tapi aku tidak peduli karna mereka sudah membuat Andini ku hilang"


Ketiga pria itu langsung tertawa puas membaca balasan pesan yang dikirim oleh Adam,mereka langsung menatap Nadia dengan mata yang penuh nafsu.

__ADS_1


"Hahahah bos kita, memang pria yang sangat pengertian." Ucap ketua mereka.Lalu mereka bertiga mendekati Nadia tidak lupa mereka menutup pintu agar orang tuanya tidak melihat aksi mereka.


Nadia sama sekali tidak merasa takut, baginya hal seperti ini sudah biasa dilakukannya diluar sana, dengan sembarangan pria.ketiga pria itu langsung mengikat tangan Nadia dan kakinya di atas ranjang,lalu dengan sangat liar ketiga pria itu menggagahi tubuh Nadia.Nadia sedikit jijik saat salah satu dari mereka menciumi bibirnya tetapi napasnya sangat bauk,dia sedikit ingin muntah,tetapi karna permainan kedua pria lainnya membuat dia semakin menikmatinya.


"Apa kamu menikmatinya sayang,ayo teruskan berikan kami pelayanan terbaikmu,dengan sangat lihai mereka memainkan satu sama lain,Nadia nampak sangat menikmati permainan itu.


"Kamu harus memberitahu kami,Dimana nona Andini berada.kami tidak ingin tuan Adam menghajar kami karna ulahnya yang sangat susah di ajak kerja sama."


"Apa mulut mu bisa diam brengsek...jika ingin berbicara selesaikan dulu permainan ini,kata-kata mu membuatku tidak konsen menikmati permainan ini." Ucap Nadia,dia sangat marah kepada pria yang terus mengoceh saat mereka sedang menikmati surga duniawi.


"Hahhaha apa kamu juga sangat menikmatinya sayang...Lalu pria itu langsung menindih tubuh Nadia,setelah dia membuka seluruh pakaian Nadia,mereka dengan leluasa memainkan semua tubuh Nadia.


Mereka lalu memasang kembali pakaian Nadia,dan meninggalkan wanita itu di kamar membiarkannya untuk menenangkan pikirannya.


"Lumayan juga tu cewek bos....aku belum pernah melihat wanita se liar itu,pantas saja dia bisa melakukan hal terkutuk kepada saudaranya ternyata dia wanita yang sangat liar."


"Lebih baik kita bujuk saja dia agar bisa memberitahukan dimana nona Andini dia sembunyikan sepertinya kekerasan tidak mempan untuknya." Lalu mereka segera pergi,mencari akal agar Nadia segera buka mulut.


Alex memperhatikan Amanda yang sedang berjalan dari depannya,ada sedikit rasa bahagia saat melihat Amanda hamil anaknya.Sesekali ingin rasanya Alex membawa Amanda untuk periksa kehamilan.Tapi dia takut Amanda akan menolaknya,karna dia sangat tau Amanda hannya mempermainkannya.Dia hannya menginginkan harta keluarga Smith,dia sengaja menjebaknya agar keluarga itu menjadikan anaknya jadi pewaris dari seluruh harta kekayaan milik Smith.


"Ada apa kamu memandangi ku dengan tatapan mu itu Alex,kamu berharap aku mengakui mu,jangan mimpi kamu itu miskin tidak seleraku,yang ku butuhkan hannya tubuhmu " ucap Amanda mengangetkan Alex dari lamunannya.


***Bersambung***"

__ADS_1


Terima kasih Kaka sudah mampir terus di karya ini jangan emosi Kaka tetap setia terima kasih sudah mendukung karya recehku ini 🙏😊😊


__ADS_2