Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 117 ~ Kebahagian Andini ~


__ADS_3

Nadia dan mamanya terus berebutan untuk menggendong bayi mungil itu,mereka tidak ada yang mau mengalah,Andini benar-benar bahagia melihat perobahan dari kedua orang tua dan adiknya.


"Ning....Ning...Ning Dede sayang...sini ama Tante,cup...cup,mah lihat hidung nya sangat mancung dan wajahnya juga sangat imut,kak kita kasih nama siapa dia,aduh gemesin banget sih Dede bayi " Ucap Nadia,tidak henti-hentinya mereka memangku bayi itu secara bergantian.


"Kak,kita buat nama bayinya siapa dong aku nga sabar nih mau ngajak ponakan ku main-main,semoga dia cepat besar agar aku bisa mengajaknya bermain keliling komplek." Ucap Nadia sambil mencubit wajah sang baby saking gemasnya dia.


"Kita tunggu mas Adam dia yang berhak menentukan nama bayinya dek,kita terima saja siapa pun namanya yang penting bayinya sehat." Ucap Andini,hari ini dia benar-benar sangat bahagia karna akhirnya semua keluarganya bisa memberikan dukungan kepadanya.


"Alex.....Alex ayo siapkan mobil kita harus berangkat ke rumah sakit,istri Adam sudah melahirkan aku sudah tidak sabar ingin melihat cicit ku,ini adalah sesuatu yang kutunggu sejak lama." Ucap pria itu,Rania dan suaminya yang mendengar ucapan pria itu benar-benar emosi,dia tidak menyangka segitu antusiasnya pria itu menyambut kelahiran anak Andini,sementara wanita itu hannya istri siri dari cucunya.


"Papa,apa cara papa nga salah yang menjadi cicit papa itu mikaila kenapa papa begitu antusias menyambut kelahiran anak haram itu,aku tidak terima pak Amanda diperlakukan demikian." Tiba-tiba pria itu sangat emosi mendengar ucapan menantunya,yang semakin hari semakin tidak menghargainya.


"Plak....Dasar menantu tidak tau diri kamu,jika kamu tidak menyukainya silahkan keluar dari keluarga Smith susul wanita itu,jika itu keinginanmu jangan membuatku marah.Dan kamu bawa istrimu itu,aku tau mana yang pantas jadi cicit ku dan mana yang tidak aku punya bukti yang kuat,jika anak itu bukan keturunan keluarga ini." Rania benar-benar kaget dia tidak menyangka sama sekali kalau pria itu akan melayangkan tamparan ke wajahnya,ini yang pertama dia mendapat tamparan dari mertuanya semenjak dia jadi menantu di keluarga itu.


Setelah dia memberikan pelajaran kepada menantunya pria itu langsung pergi meninggalkan ruangan itu,semua para pelayan cukup tercengang melihat aksi pria itu,mereka benar-benar tidak menyangka kalau pria itu bisa se marah itu kepada menantunya.

__ADS_1


"Ini semua salah mama,semakin hari tingkah mama semakin merajalela,coba mama pikirkan papa itu pria yang cukup pintar dia bersikeras menolak mikaila karna mungkin dia punya sesuatu yang membuktikan jika anak itu bukan lah milik Adam,apa kamu lebih mencintai Amanda dari pada adam anak kamu sendiri sikap mama membela Amanda berlebihan,selama ini aku mendukung mama,tetapi kali ini mama sudah kelewatan." Ucap pria itu,hari ini Rania benar-benar terkejut dengan semua yang terjadi kepadanya.


"Mau kemana papa?" Rania berteriak memanggil suaminya yang yang pergi meninggalkannya di ruangan itu tetapi pria itu mengabaikan panggilan istrinya membuatnya semakin frustasi.


"Benar-benar sial aku hari ini,bagaimana mungkin semua keluarga ini lebih membela wanita kampung itu di banding Amanda yang jelas-jelas istri pertama.Kalian ngapain bengong disini apa kalian mau makan gaji buta,makanya kalian menonton di ruangan ini pergi sana kerja,dasar orang-orang miskin isi dari otak kalian itu bisa ku baca,andaikan bisa mungkin kalian juga akan menggoda anakku Adam." Ucap Rania para payan itu meninggalkan Rania dengan wajah Yang benar-benar emosi.


"Dasar nyonya belagu emang enak dapat tamparan dari mertua." ucap salah satu pelayan,lalu mereka kembali bekerja seperti biasa.


Sesampainya di rumah sakit Adam menjemput kakeknya di parkiran rumah sakit.Adam langsung memeluk kakeknya dia begitu bahagia akhirnya permintaan kakeknya bisa dia kabulkan.Hidup Adam benar-benar sempurna apa lagi saat dia mendapat anak laki-laki.


Saat mereka memasuki ruangan Andini,keluarga Andini langsung keluar dari ruangan itu mereka tidak ingin menganggu pembicaraan keluarga kaya itu bersama putri mereka.


"Kakek...." Andini memanggil pria itu suaranya terdengar begitu gemetaran dia benar-benar takut kepada pria itu.Mungkin karna dari dulu Adam belum membiasakan Andini dekat dengan pria itu,Andini sampai hari ini merasa takut jika bertemu dengan keluarga suaminya.


"Bagaimana keadaanmu,berikan cicit ku kepadaku,aku ingin memangkkunya,dia benar-benar begitu mirip kepada Adam sewaktu dia masih bayi." Ucap pria itu,Andini berusaha untuk terlihat tenang walau sebenarnya dia begitu tegang berhadapan dengan pria itu.

__ADS_1


"Kamu jangan takut kepadaku,dan kamu harus membiasakan diri menjadi nyonya dari keluarga Smith,panggil aku mulai hari ini kakek.Jika kamu sudah sehat nanti,kalian akan meresmikan pernikahan kalian,dan aku akan mengumumkan kepada semua orang jika keluarga Smith sudah memiliki keturunan lagi." Ucap pria itu,Andini kali ini benar-benar terharu.Dia benar-benar sangat bersyukur dengan semua kejutan yang dia dapatkan beberapa hari terakhir ini.


"Terima kasih kakek,sudah menerimaku di keluarga kakek." Andini terlihat meneteskan air mata bahagia,pria itu memeluk Andini untuk yang pertama kalinya.Ini pertama kalinya pria itu memberikan pelukan hangat kepadanya semenjak dia menikah dengan suaminya Adam.


"Sama-sama aku juga sangat berterima kasih kepadamu,karna kamu sudah bersabar menghadapi ujian yang kamu dapatkan dari awal menikah dengan cucuku sampai kamu bisa memberikan hadiah terindah ini kepada keluarga kami " Ucap pria itu.


Setelah pria itu keluar dari rumah sakit dia antar oleh Adam,keluarga Andini kembali masuk kedalam ruangan Andini.


"Nak,apa pria itu marah lagi kepadamu,dia bicara apa saja kepadamu?" Tanya Fatimah,dia takut jika pria itu tidak menerima kehadiran Andini dan anaknya di keluarga mereka.


"Tidak ma,Kakek hannya bilang kalau kami akan segera dinikahkan secara resmi,dan kakek juga ingin mengumumkan kelahiran baby kepada semua orang." Ucap Andini.


"Ohh,mama bahagia nak,semoga dari sekarang kamu bisa hidup bahagia ya nak,mama sangat menyesali semua kebodohan mama suku kepadamu,ini semua berkat kesabaranmu,hingga bertemu pria yang benar-benar baik."


"Udah ma,lupakan semuanya mulai hari ini kita akan hidup bahagia " Ucap Andini mereka terlihat berpelukan yang begitu mengharukan.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2