
Alex sangat tersinggung dengan ucapan Amanda, ingin rasanya dia menampar wanita itu tapi dia masih bisa meredam emosinya karna dia tidak ingin terjadi keributan di mansion itu yang memancing kecurigaan para penghuni mansion itu.
"Aku juga tidak Sudi menerima wanita iblis seperti mu." Lalu Alex langsung meninggalkan Amanda,tiba-tiba saja mood pria itu hancur karna mendengar hinaan dari amanda.
"Dasar pria miskin." Amanda kembali menghina Alex dia sengaja meninggikan suaranya agar Alex mendengar ucapannya.
Alex lalu pergi menuju perpustakaan dia membuang mood buruknya lewat membaca buku-buku Yang ada di ruangan itu.
"Kenapa kamu ada di ruangan ini?"Tiba-tiba saja tuan Smith sudah berada di ruangan itu lalu Alex membalikkan badan dan menunduk hormat kepada pria itu.
"Maaf tuan,aku hannya membaca buku,karna aku merasa bosan berada di ruangan ini terus."
"Apa kamu sudah menemukan siapa pria yang dekat dengan Amanda akhir-akhir ini,apa kamu sudah menyelidikinya,aku ingin dia segera menandatangani berkas perceraiannya dengan Adam.Apa sudah ada kabar dari Andini?" Alex langsung merasa gemetaran dia tidak tau memberi jawabannya kepada pria itu.
"Andini belum ada kabarnya tuan,tapi menurut informasi yang saya dapatkan wanita yang menganiaya Andini sudah di hukum oleh tuan Adam,tapi sampai hari ini wanita itu belum memberitahu siapa dalang dibelakang wanita itu."
"Bagus...jika dia dipaksa kemungkinan besar wanita itu akan segera buka mulut,jadi bagaimana dengan pria yang dekat dengan Amanda,apa kamu sudah mendapatkannya?"
"Maafkan aku tuan kar...."
"Sudah tidak usah lanjutkan,aku sudah tau jawaban mu." pria itu langsung menghentikan ucapan Alex,dia sedikit curiga karna setiap mengenai Amanda asistennya selalu tidak bisa mendapat berita apa pun.
Adam kembali pulang ke apertemen dia merasa begitu lelah sepanjang hari ini karna dia sibuk menyelesaikan semua tugas yang sudah menumpuk karna beberapa hari ini dia menghabiskan waktu untuk mengurusi Nadia.
__ADS_1
"Apa wanita itu sudah mau jujur?"
"Be...belum tuan,dia tetap bertahan,dia tidak mau memberitahu keberadaan nona Andini."
"Dasar...brengsek kalian semua,mengurusi wanita sialan itu saja kalian tidak mampu." Lalu Adam kembali memasuki ruangan Nadia,dia benar-benar jijik berhadapan dengan wanita murahan itu.
"Bangun....bangun kamu cepat.." Adam melihat Nadia tidur dengan sangat pulas,walaupun Adam sudah teriak-teriak dia tetap tidak bergerak atau karna mungkin dia sengaja ingin,membuat Adam semakin kesal,lalu dia pergi ke kamar mandi dan mengambil air dan
"biaaarrrrr...." Nadia langsung kaget lalu dia duduk di atas ranjang."
"Nyaman tidur di ruangan ini,bagaimana apa kamu sudah berubah,apa kamu memiliki jawaban atau kamu akan terus bertahan,aku akan mencabut gigi mu jika kamu tetap tidak memberitahunya." Nadia sedikit ngeri dengan ucapan Adam,dia tidak membayangkan rasa sakitnya jika Adam melakukan itu untuknya.
"Risky....ambilkan tang dari belakang dan bawa keruangan ini." Nadia semakin ngeri,tetapi dia mencoba tetap bertahan,untuk tidak memberitahunya.
Lalu dia mencengkram dagu Nadia dan berusaha membuka mulutnya
"Cepat beritahukan atau gigimu habis sekarang juga." Nadia sangat ketakutan hannya membayangkan saja dia sudah begitu merinding.
"Tu....an aku benar-be...nar tidak tau Andini dimana, malam itu aku hannya menyuruh dua pria yang tidak kukenal menemaniku untuk mencuri Andini habis itu aku tidak tau kemana mereka membuang Andini dan juga pembantu itu." Mendengar ucapan Nadia Adam langsung melompat mendekati tempat Nadia lalu
"Plak.....jika terjadi sesuatu kepada istriku maka kamu akan ku lempar dari lantai ini sampai kebawah sana." Adam menampar Nadia sekuat tenaga hingga hidung Nadia kembali mengeluarkan darah,tapi Adam sama sekali tidak peduli dengan wanita itu.
"Dari mana kamu dapatkan kedua pria itu."
__ADS_1
"Da....dari ja...lan Garuda tuan,mereka mangkal di tempat itu,pada saat kami menemukannya." Adam langsung menyuruh ketiga anak buahnya untuk mencari kedua pria itu,setelah Nadia memberitahu ciri-ciri mereka.
Adam lalu meninggalkan Nadia di ruangan itu dengan darah yang masih mengalir di hidungnya,dia sebenarnya sangat kesakitan,Tampa dia sadari setetes bening jatuh dari wajahnya,dia menagis karna dia terus menerus mendapat siksaan dari Adam.
"Ini semua gara-gara wanita sialan itu,harusnya kamu mati,dan ku harap kamu memang tidak selamat malam itu,kamu sudah membuat hidupku menderita." Suara hati Nadia,air matanya tidak berhenti mengalir dari matanya.
Tiba-tiba kedua orang tuanya langsung berlari menemui dia dan memeluknya,mereka juga tidak tega menatap wajah Nadia yang begitu babak belur akibat di hajar oleh Adam.
"Keluaaaaarr....keluar kalian dari kamar ini,kalian puas denganku,apa kalian senang ini semua akibat kesalahan kalian,kenapa dulu kalian harus menjadikan Andini sebagai anak,kalian memang tidak pantas menjadi orang tuaku." Nadia memaki kedua orang tuanya,mereka hannya bisa diam mendengar makian dari Nadia.
"Untuk apa kamu menjerit di kamar ini,kamu pikir ini rumah mu,jangan memancing emosiku,kamu pantas mendapatkan itu semua,kamu tidak tau bagaimana Andini melewati hari diluar sana karna ulah mu." Ucap Adam,setelah itu dia meninggalkan keluarga itu,dan pergi menuju kamarnya.
"Apa kalian bahagia,mendengar ucapan pria itu,lihatlah anak mu selalu saja di pujinya,dia memang wanita yang sangat hebat,entah kenapa hidupnya jauh lebih beruntung di banding hidupku." Nadia kembali menyindir kedua orang tuanya,dan mereka sebagai orang tua hannya bisa menyesali kebodohan mereka yang menyiksa Andini terus di masa lalu.
Adam,terus memandangi Poto Andini yang ada di ponselnya,pria itu tampak benar-benar merindukan istrinya.Sudah begitu lama Andini pergi meninggalkan dia Tampa kabar apa pun.
"Sayang,datang lah malam ini ke mimpiku,setidaknya katakan kepada ku jika keadaanmu dan bayi kita baik-baik saja,aku akan sangat bahagia jika semuanya baik-baik saja.Hidupku sangat hancur jika kamu tidak menemaniku sayang,lihatlah tubuhku semakin kurus dan wajahku juga tidak terawat lagi,ini semua karna kamu pergi sayang ku mohon pulang lah."
Adam terus memandangi wajah Andini yang ada di ponselnya itu,selama ini Poto itu sebagai obat untuk membuatnya sedikit bersemangat lagi.
****Bersambung****
Terima kasih Kaka buat yang sudah mampir terus di karya ku ya salam Kaka semuanya.🌺🌺🌺🌺
__ADS_1