Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 92 ~ Kembali ke rumah ~


__ADS_3

Adam membawa Andini dan ketiga keluarga barunya itu kerumahnya.Adam merasa bersyukur karna akhirnya Andini akan ada yang menjaganya di rumah Tampa merasa takut meninggalkannya,saat dia sedang pergi ke luar kota atau terlambat pulang kerja.


"Paman Antoni,apa bapak bersedia menjadi security di rumah ini,dan bibi bisa bekerja juga membantu,bibi Marni."


"Saya dengan senang hati tuan,aku memang sudah lama ingin tinggal di kota, rasanya sangat membosankan hidup di pulau itu." Ucap Antoni mereka semua hannya bisa tersenyum dengan ucapan pria itu.


"Sayang hari ini kita akan pergi memeriksa kehamilan dan melakukan USG karna hari ini aku ingin melihat apa kah baby kita sehat di dalam perut mamanya."


"Mas,aku sangat lelah apa aku tidak bisa istrahat dulu,kaki sudah beberapa hari ini selalu kram,aku tidak tau kenapa." Ucap Andini,dia duduk di sopa dan memijat kakinya.Sementara Antoni dan istrinya langsung memasuki kamar yang sudah di tunjukkan oleh Marni,atas perintah Adam.


"Pa..apa kita akan tinggal disini selamanya?"


"Iya nga papa ma,jika mereka,bersikap baik kepada kita apa salahnya kita tinggal di kota ini,apa lagi Andini sangat menyayangi kita,terkadang sipat Andini mengingatkan aku kepada anak kita yang sudah lama hilang ya ma."


"Udah nga usah di ingat-ingat mari kita mulai bekerja,agar tuan Adam terus berbuat baik kepada kita." Ucap Sarah lalu memulai aktifitasnya di rumah mewah itu.


****


Keesokan harinya Adam membawa Andini ke mansion, dia ingin membuat pesta kecil di mansion itu untuk menyambut kehadiran Andini dan untuk syukuran tujuh bulanan kehamilan Andini.


Para pelayan langsung menyambut kehadiran Adam,dan menyapa Andini


"Selamat siang tuan,nona!!" Andini hannya membalas dengan senyuman,dia merasa sedikit gemetaran,dia takut kalau Amanda dan ibunya Adam akan marah kepadanya.


"Adam..wanita murahan mana lagi kamu bawa ke mansion ini?" Ucap Rania sambil menuruni tangga dan akhirnya Amanda juga ikut turun saat dia melihat dari atas Adam sedang berada di bawah dia belum melihat keberadaan andini.

__ADS_1


"Mama....Jaga ucapan mama,dia istriku,jika mama tidak setuju atau mama tidak suka,silahkan mama kembali ke rumah mama,mansion ini milikku." Ucap Adam penuh amarah.


"Istri apa...hah..yang menjadi istrimu adalah Amanda,tidak ada selain itu,dan kamu wanita murahan..harusnya kamu sadar dari awal,kalau Adam sudah memiliki istri jadi kenapa kamu setuju menikah dengan anakku,apa karna dia memiliki banyak uang,berapa yang kamu ingin kan,katakan..."


"Mama.....aku dan Amanda lagi menjalankan proses cerai jadi mama jangan halangi keinginanku."


"Ada apa ini,apa yang terjadi?"


"Adam membawa wanita ini kerumah,aku tidak mau papa jika terjadi yang namanya perceraian di keluarga ini,ini semua Karna papa terlalu memanjakan Adam."


"Hadew....jantungku...tolong aku.." Tiba-tiba penyakit jantung pria itu kambuh,dia tidak bisa mengatasi pikirannya.Adam langsung memanggil dokter pribadi keluarga itu,pada saat itu Alex sedang pulang ke apertemenya.Adam membawa pria tua itu ke dalam kamar dan saat itu Rania mengambil tangan Andini dan menariknya,beruntung Adam melihat kejadian itu dan segera menyuruh Andini mengikutinya.


"Jangan sembarang menyentuh istri ku mah,jika mama masih menginginkan aku menjadi anakmu Andini silahkan ikut bersamaku." Andini mengikuti Adam mereka meninggalkan Amanda dan mertuanya di ruangan itu.


"Ma,aku juga sudah kehabisan akal melihat wanita itu,aku tau ma wanita itu sangat berharap mendapatkan saham yang dijanjikan oleh kakek." Ucap Amanda,dia semakin kesal saja saat melihat Adam begitu peduli dengan Andini.


"Biarkan saja untuk saat ini,sepertinya papa mertua kesehatannya semakin menurun akhir-akhir ini.Harusnya memang pria itu secepatnya mati,karna dia terlalu mencampuri yang bukan urusannya." Kedua wanita itu tersenyum penuh arti,mereka hannya sama-sama wanita yang ingin menumpang hidup enak di keluarga Smith.


Dokter lalu memeriksa kesehatan pria itu,wajahnya terlihat sangat pucat dan tubuhnya semakin kurus,Adam merasa sangat bersalah karna dia terlalu sibuk urusan istrinya dan juga perusahaan hingga dia mengabaikan kakeknya itu.


"Tuan Adam,sepertinya kita harus melakukan perawatan intensif kepada tuan besar,kesehatannya benar-benar sangat menurun,lebih baik di bawa kerumah sakit dan dilakukan pemeriksaan lebih baik lagi." Ucap dokter itu.


Akhirnya Adam membawa pria itu ke rumah sakit,sekalian dia akan memeriksa kehamilan istrinya.


Adam menemani Andini untuk menjalani USG,pria itu begitu antusias,untuk memeriksa kehamilan Andini karna sudah lama dia tidak menemani istrinya untuk periksa kehamilan.

__ADS_1


"Bagaimana dokter,apa kandungan istriku baik-baik saja? apa calon anak kami sehat-sehat saja?"Adam terlihat cemas,dia sedikit khawatir karna sudah lama Andini tidak minum vitamin.


"Tenang pak Adam,bayi anda sangat sehat tidak ada yang perlu di perhatikan,yang penting selalu menjaga pola makan dan sedikit olahraga ringan agar persalinannya nanti bisa normal."Ucap dokter,Adam begitu bahagia mendengar ucapan dokter.


Sementara Amanda begitu marah di mansion,saat mertuanya pergi dari mansion dia juga semakin gila dia membuang semua barang-barang yang ada di kamarnya,sambil menjerit-jerit dia tidak terima saat melihat Andini masih hidup.


"Tuan Alex tolong nyonya Amanda marah-marah kami takut terjadi sesuatu dengannya." Ucap salah satu pelayan,saat dia melihat Alex sudah kembali ke mansion.


"Apa yang terjadi dengan wanita itu?"


"Aku tidak tau tuan tapi dia tiba-tiba menjerit-jerit kami takut kepadanya." Ucap pelayan itu,lalu Alex berlari dan melihat keadaan Amanda.


Alex berdiri di depan pintu Amanda sesungguhnya dia merasa khawatir terjadi sesuatu dengan bayinya,biar bagaimana pun,bayi itu adalah miliknya,dia tidak ingin membiarkan Amanda melakukan sesuatu kepada kandungannya.


"Dasar pria bajingan...sampah..aku akan membunuh wanita itu,dia sudah membuat hidupku hancur,rumah tanggaku hancur,jika aku tidak bisa memiliki Adam,maka wanita itu pun tidak akan bisa memilikinya..aahhh bajingan Braaaakkkk...." Amanda melempar gelas ke dinding hingga pecahan gelasnya berserakan di lantai.


Setelah merasa puas Amanda berbaring di ranjangnya,dia memikirkan ide,yang lain untuk menyingkirkan Andini.


"Sampai matipun aku tidak akan membiarkan wanita itu,hidup bahagia dengan suamiku,aku tidak akan membiarkannya,menghancurkan rumah tanggaku."


Sementara Alex mendengar semua ucapan Amanda,wanita itu lupa menutup pintu dengan rapat sehingga suaranya terdengar sampai keluar ruangan.


"Perempuan iblis,aku tidak akan membiarkan mu menyakiti nyonya Andini. Aku akan menebus dosaku kepada keluarga Smith dengan menjaga nona Andini ." Suara hati Alex,Dia terus berdiri di depan pintu karna dia ingin memata-matai wanita itu.


***bersambung****

__ADS_1


__ADS_2