Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 86 ~ Hukuman ~


__ADS_3

Sudah tiga puluh menit Nadia masih juga tidak sadar,dokter sudah memasang infus untuknya,Adam tidak mengijinkan Nadia dia dibawa kerumah sakit.


"Dokter,apa dia mati jangan biarkan dia mati sebelum dia memberitahu dimana dia membuang istriku."


"Baik tuan."


Sementara Fatimah,dan suaminya begitu ketakutan melihat keadaan Nadia,wajahnya yang sudah babak belur rambutnya berserakan kemana-mana dan juga hidungnya yang mengeluarkan darah.


"Tuan,aku mohon ijinkan Nadia dibawa kerumah sakit,kami tidak ingin kehilangannya...hiks...hiks..." Fatimah terus menangisi Nadia yang belum juga sadar.


"Jadi,kamu pikir aku ingin kehilangan istriku,jika terjadi sesuatu kepada istriku,maka aku tidak membiarkan dia hidup." Adam terus memberikan ancaman mengerikan,kepada kedua suami istri itu.


Setelah beberapa jam Nadia terlihat mulai menggerakkan tangannya,dia benar-benar kaget saat Adam menghajarnya habis-habisan.


"Tuan,wanita itu sudah sadar."


"Berikan dia makan,biarkan dia tenang dulu." Adam menghisap rokoknya dalam-dalam lalu membuang asapnya ke udara.Semenjak dia kehilangan Andini,dia hannya membuang rasa suntuknya lewat merokok,padahal dulu dia tidak melakukan itu.


Adam memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang ,dulu dia begitu bersemangat saat akan pulang ke apertemen ini,karna dia akan bertemu dengan istri tercintanya.Sekarang semuanya terasa hampa saat wanita yang dia cintai pergi Tampa dia tau kemana.


*****


Hari ini Amanda benar-benar merasa tubuhnya sangat menderita dia ingin sekali makan mangga muda yang di ambil langsung dari pohonnya,rasanya dia ingin sekali menangis bila tidak diberikan kepadanya.


"Amanda kamu kenapa sayang,kelihatannya wajahmu sangat sedih,apa Adam menyakiti mu lagi?"Amanda sangat bersyukur walaupun Adam sangat membencinya setidaknya kedua mertuanya selalu berada di pihaknya.


"Ma..Amanda pengen sekali makan mangga muda ma,entah kenapa jika tidak diberikan rasanya Amanda pengen nangis."


"Mangga muda,kamu ngidam sayang.mama akan menghubungi Adam,agar dia membelinya sendiri."

__ADS_1


"bukan di beli ma tapi di ambil sendiri dari pokoknya.Ma maafkan Amanda merepotkan."


"Tidak papa sayang,ini sudah menjadi tanggung jawab Adam."


Rania lalu menghubungi Adam,agar pulang secepatnya ke mansion,dia membohongi Adam,agar pria itu pulang secepat mungkin ke mansion itu.


Adam langsung memasuki mansion dia mengabaikan sapaan dari para pelayannya,tetapi kali ini lagi-lagi dia melihat pemandangan yang membuat perasaanya hancur.Dia mengabaikan kedua orang tuanya dan juga Amanda,dia langsung ingin menemui kakeknya,tapi sang mama langsung memanggilnya,hingga dia menghentikan langkahnya.


"Adam...Kamu semakin tidak sopan,kamu melihat papa,mama disini tapi kamu langsung ingin pergi,dimana tata Krama mu."


"Jangan harap pa,ma Adam bisa menghargai kalian di mansion ini,jika kalian terus memaksaku untuk hidup bersama wanita itu."Adam langsung menyindir Amanda.


"Adam...sampai kapan kita terus ribut mama lelah Adam,sekarang Amanda ingin makan mangga muda,kamu harus pergi mencarinya,karna dia tidak mau makan yang dibeli maunya kamu yang mengambilnya sendiri."


"Persetan dengan wanita itu,aku sudah menggugat cerai kepadanya,jangan banyak tingkah kamu Amanda cari pria yang menghamili mu."


"Plak....jangan karna papa diam kamu semakin tidak sopan,jika kamu sudah merasa hebat silahkan pergi dari keluarga ini,kamu bukan bagian dari Smith lagi,papa muak dengan sikap mu selama ini."


Tampa peduli Adam langsung meninggalkan mansion,dia mengurungkan niatnya untuk melihat kakeknya,padahal dia dibohongi ibunya,dia pikir kakeknya benar-benar sakit.


Dia memasuki sebuah bar,disana dia minum sepuasnya,dia di goda oleh beberapa wanita malam,tapi dia sama sekali tidak memperdulikan para wanita itu.


"Ayolah mas,aku pasti bisa memberikan kepuasan untukmu yakin deh kamu tidak akan menyesal." Wanita itu tampak memamerkan paha mulusnya kepada Adam,dia terus memeluk tubuh Adam yang sudah mulai mabuk.


"Dasar wanita brengsek,menjauh dariku kamu benar-benar membuatku ingin muntah." Lalu adam me dorong wanita itu,hingga dia terlempar kelantai,dan Adam mendekati wanita itu dan muntah tepat di dada wanita itu.


"Dasar laki-laki sialan,bisa-bisanya malam ini aku kena sial gara-gara pria ini." Lalu wanita itu pergi dari ruangan itu,dia memaki Adam habis-habisan.


Robi langsung memapah Adam memasuki mobilnya,dia segera menjemput Adam dari bar, setelah menejer bar itu menghubunginya dan memberitahu kalau Adam sedang mabuk.

__ADS_1


Robi membawa Adam ke kamar dan membiarkan dia tidur,Robi dan beberapa pria terus berjaga di apertemen itu,mereka takut Nadia melarikan diri,atau membuat keributan di apertemen itu.


*****


Andini hari ini kelihatan sangat bahagia,dia makan berbagai masakan yang sangat nikmat yang diberikan oleh keluarga barunya.


"Bibi,aku sangat menyukai cumi raksasa ini,dan juga lobster ini,bibi terlalu pintar memasak rasanya semua yang bibi masak sangat lezat."


"Sayang kayaknya kamu ada rejeki di kampung ini deh,semenjak kamu tinggal bersama paman dan bibi,kayaknya paman tiap hari dapat ikan yang segar-segar,bibi sangat bahagia,setidaknya jika suatu saat suami mu datang kesini,dia tidak akan marah kepada paman dengan bibi karna kamu makan ikan yang segar-segar tiap hari."


"Bibi,jika nanti suamiku menemukan kami di pulau ini,paman sama bibi ikut kekota dengan kami ya, aku sangat bersyukur bertemu paman sama bibi,yang begitu perhatian kepada ku." Ucap Andini,semenjak dia tinggal di desa itu,rasanya badannya semakin gemuk,wajahnya juga semakin chubby,hal itu di ucapkan Marni kepadanya beberapa hari yang lalu.


Marni juga semakin betah tinggal di desa itu,setidaknya dia melupakan anaknya yang durhaka kepadanya,dia begitu setia kepada Andini,karna dia mengingat kebaikan Adam kepadanya.


*****


Adam bangun saat hari sudah siang,dia dengan terpaksa hari ini juga pasti akan membolos kerja,dia sudah yakin dokumen-dokumen yang harus dia bereskan pasti sudah menggunung di mejanya.


*Bagaiman dengan wanita itu apa dia sudah stabil?"


*Sudah tuan,tapi sepertinya dia akan tetap tutup mulut,tapi silahkan tuan yang bertanya kepadanya." Adam langsung mengusir asistennya dan dia memasuki kamar mandi,setelah itu dia berpakaian rapi,dan pergi menemui Nadia di ruang perawatannya.


"Nadia....apa kamu sudah memiliki jawaban yang bisa membuatku tidak marah hari ini "


"Cuih.....jika kamu mau silahkan bunuh aku,pada kenyataanya aku tidak tau dimana Andini mu,aku menyerahkan dia malam itu kepada pria yang kamu lihat di kamera cctv itu.Aku tidak tau mereka membuang mayat Andini kemana."


"Hahahahaha......mayat....apa kamu bilang mayat.."plak....plak...plak..bug.." Adam kembali menghajar Nadia,hingga wanita itu kembali pingsan,Adam benar-benar kehabisan akal untuk menghadapi Nadia,dia tidak menyangka Nadia seberani itu mempermainkannya.


****bersambung****

__ADS_1


Terima kasih Kaka ku semuanya jangan bosan menunggu up-nya ya kak,aku berusaha up tiap hari dua bab tapi nga sanggup tiga bab kak karna aku punya bocil.🌺😊😊😊🌺🌺


__ADS_2