
Para dokter memeriksa keadaan Amanda,mereka melihat kesehatan Amanda sudah sangat membaik dan bayinya juga kelihatan sangat sehat melalui USG yang dilakukan oleh dokter itu.
"Nona,hari ini anda sudah bisa keluar dari rumah sakit ini,anda bisa kembali menjalani hukuman anda,kemungkinan anda melahirkan dua bulan ke depan,tolong kesehatannya di jaga " Ucap dokter itu,Amanda hannya diam Tampa memperdulikan ucapan dokter.
Pada saat itu Adam membawa Alex menemui Amanda,Alex sudah keluar dari rumah sakit tiga hari yang lalu.
"Amanda apa kamu masih terus menolak bercerai denganku?" Amanda langsung menoleh ke asal suara yang dia dengar.Wanita itu sangat kaget saat melihat Adam bersama Alex di ruangan itu.
"Hahaha...Setelah kamu puas menghancurkan keluargaku,kamu ingin aku menandatangani surat cerai itu,jangan bermimpi kamu Adam,jaga baik-baik wanita simpanan mu itu sebelum aku membunuhnya." Ucap Amanda,Dia benar-benar membenci Adam,sedikitpun perasaanya tidak tersisa lagi untuk pria itu,karna dia sudah menghancurkan keluarganya.
Amanda lalu meninggalkan kedua pria itu,diikuti dengan kedua polisi wanita itu.
"Jika kamu berani menyentuh Andini,maka kamu akan menerima lebih dari ini balasannya." Adam meninggikan nada suaranya,tetapi Amanda sedikitpun tidak menoleh ke pada pria itu.
Pada saat itu kedua mertuanya juga sudah datang untuk menjenguknya,tetapi dia pura-pura tidak melihatnya dia langsung menyuruh polisi untuk meneruskan mobil tahanan itu.
"Mertua tidak berguna,kamu hannya bisa menggonggong Tampa bisa membantu ku sama sekali." Suara hati Amanda.
****
Nadia begitu frustasi semenjak dia berkelahi dengan istri sah pacarnya,pria itu tidak pernah menemui dia lagi bahkan nomornya juga tidak bisa di hubungi lagi.
__ADS_1
"Aduh...Ada apa sih dengan pria ini,sudah lima hari ini dia tidak menghubungiku,bahkan ponselnya juga mati,apa mungkin dia mengganti nomor ponselnya." Ucap Nadia,dia terus mondar-mandir di dalam kamar itu,dia melihat isi rekeningnya melalui ponsel,hal itu membuat dia semakin frustasi karna ternyata tabungannya sudah benar-benar menipis.
"Sepertinya,aku tidak akan bisa menyaingi Andini kalau jalanku,begini-begini saja,seperti nya aku harus pergi mencari dukun agar aku bisa menggaet pria-pria kaya.tapi dimana,kenapa lah hidupku tidak seberuntung wanita sialan itu." Ucap Nadia,dia terus berusaha menghubungi nomor pacar nya tetapi hasilnya tetap nihil bahkan sudah ratusan pesan wa yang dia kirim tapi satupun tidak ada yang centang dua.
Adam kembali menemui istrinya di rumahnya,karna kesibukannya dia benar-benar melupakan kewajibannya menjadi suami,dia tidak pernah menemani Andini lagi,baik periksa kehamilan atau sekedar membuatkan susu untuk istri tercintanya itu.
"Sayang,aku minta maaf beberapa Minggu ini aku terlalu sibuk hingga aku terus mengabaikannya." Ucap Adam saat mereka sedang istrahat dikamar.
"Tidak papa mas,bukankah ini mas lakukan untuk kami juga,yang terpenting mas tidak selingkuh diluar sana "
Adam lalu memeluk istrinya dan dia mengelus-elus perut buncit istrinya itu."Tidak mungkin aku selingkuh sayang,apa lagi rupanya yang kucari dari wanita diluar sana,sementara aku sudah mendapatkan istri yang begitu cantik dan baik hati." Ucap Adam,wanita itu lalu memeluk tubuh suaminya,dia benar-benar merasa beruntung mendapatkan pria itu.
"Sayang kamu tau tidak Amanda sekarang sudah dipenjara." Ucap Adam,dia belum pernah menceritakan kejadian yang menimpa wanita itu,karna selama ini dia tidak punya waktu luang untuk istrinya itu.
"Loh kok bisa mas,bukan kah nyonya Amanda akan melahirkan juga sama denganku." Tanya Andini,sebenarnya jauh di lubuk hatinya dia merasa bersalah kepada wanita itu,tapi dia tidak mengatakan kepada suaminya karna dia sudah tau jawaban apa yang akan diberikan oleh suaminya itu.
"Iya,dia berusaha membunuh Alex,asisten kakek,dan dia juga sudah membohongi keluargaku,dia telah menjebak Alex memberinya obat perangsang agar dia bisa hamil,lalu mengakui anak itu sebagai anakku " Ucap Adam panjang lebar.Andini hannya diam,dia benar-benar merasa bersalah kepada wanita itu.
"Seandainya aku tidak hadir diantara mereka,mungkin nyonya Amanda tidak akan senekat itu,maafkan aku nyonya bukan maksudku untuk merebut mas Adam,tapi mungkin ini sudah takdirku." Suara hati Andini.
"Kenapa kamu diam saja sayang,apa kamu tidak bahagia akhirnya wanita itu bisa dihukum sesuai perbuatannya?"
__ADS_1
Andini menarik napas dan membuangnya ke udara" Mas aku tidak sejahat itu,bahagia di atas penderitaan orang lain,jika nanti nyonya Amanda melahirkan dan dia tidak menginginkan bayinya,aku siap merawatnya dan membesarkannya mas." Ucap Andini,Adam sangat heran kepada istrinya karna baru kali ini ada orang yang mau merawat anak dari orang yang sudah menganiayanya.
"Untuk apa kamu merawatnya,toh kita akan memiliki anak juga,biarkan dia yang merawat anak itu nanti,aku tidak setuju." ucap Adam.Andini tidak menanggapi ucapan suaminya lalu dia turun dari ranjang,dia tidak ingin menceritakan semua Yang dia pikirkan.
"Kamu mau kemana?"
"Aku mau minum susu sebelum tidur."
"Biarkan aku yang mengambil sayang kamu istrahat di sini saja " Ucap Adam lalu dia meninggalkan Andini,di kamar itu.
Tiba-tiba saja Andini merasa tidak mood dengan keadaannya sekarang ini,dia merasa sudah merusak kebahagiaan orang lain
"Bagaimana bisa aku bahagia,sementara nyonya Amanda di penjara di saat dia sedang hamil,aku tidak masalah walau aku yang kedua,yang terpenting itu,pernikahan kami sah dimata agama dan juga negara." Suara hati Andini,lalu dia mengambil selimut dan pura-pura tidur,dia sedikit membenci suaminya yang begitu gigih menginginkan perceraian dengan istri pertamanya itu.
Adam masuk kedalam kamar,dan membawa segelas susu untuk istrinya,dia hannya tersenyum saat melihat istrinya sudah menutup seluruh badannya dengan selimut.
"Sayang,bangunlah aku sudah membawa susu untukmu,minum dulu sebelum tidur." Ucap Adam sambil menggoyang-goyangkan tubuh istrinya,tetapi Andini tidak menghiraukan panggilan suaminya,Adam lalu menarik selimut itu,dia tidak tega membangunkan Andini lagi karna dia sudah melihat Andini tidur dengan sangat pulas.
"Baiklah nanti jika kamu haus aku akan bangun malam membuat kan susu untukmu." Ucap Adam lalu dia mengecup kening istrinya dan meninggalkan Andini tidur,dia duduk di kursi yang ada di ruangan itu lalu membuka beberapa email dari ponselnya.
****bersambung***
__ADS_1