Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 120 ~ Saling mengerti ~


__ADS_3

Adam begitu heran saat melihat nomor mamanya menghubunginya tidak biasanya mamanya yang angkuh itu menghubunginya.Memang dari kecil Adam lebih dekat dengan kakeknya hal itu yang membuat hubungan mereka kurang dekat dari dulu.


📞 [ Ada apa ma!!]


📞[ Kamu melihat papa mu tidak,atau dia datang mengunjungimu?]


📞[ Tidak ma,aku tidak melihat papa disini.] Rania langsung memutuskan sambungan teleponnya dia terlihat marah karna suaminya tidak terlihat beberapa hari ini.


"Kemana sih dia,apa dia juga harus mendukung wanita kampung itu" Rania terus bersungut-sungut sepanjang malam dia tidak bisa memejamkan matanya karna hatinya sangat dongkol melihat semua perobahan sikap orang yang ada di mansion itu.


"Apa yang terjadi kepada mereka hingga papa pergi Tampa ijin tidak biasanya papa mengabaikan mama,udahlah biarin saja toh mereka sudah tua " suara hati Adam.


Adam merasa ada yang aneh dengan pria yang selalu duduk mengintai ruangan Andini,Adam sengaja membuat Andini lebih lama di rumah sakit supaya istrinya benar-benar pulih baru bisa pulang ke rumah dan Adam juga sudah mencari baby sitter yang berpengalaman dan juga dia punya latar belakang pendidikan yang bagus.


"Apa yang kamu lakukan di tempat ini sudah dua hari ini aku perhatikan kamu selalu mengintai ruangan istriku,apa kamu ingin berbuat sesuatu?"Tanya Adam,dia sedikit khawatir jika pria itu orang jahat.


"Maaf tuan Adam,kakek menyuruhku untuk menjaga nyonya Andini selama di rumah sakit ini,kami ada empat orang di lokasi yang berbeda di sekitaran rumah sakit ini." Adam begitu kaget ternyata kakeknya jauh lebih hebat dari pada dia yang jelas-jelas itu istrinya.

__ADS_1


"Oke baiklah aku akan menemui kakekku." Adam lalu pergi memasuki ruangan istrinya lalu pamit kepada Andini dan juga kedua mertuanya yang selalu setia menjaga Andini di ruangan itu.


"Ma titip Andini dan anakku,aku mau bertemu kakek,aku pergi dulu ya sayang jangan lupa minum susu." Ucap Adam walupun bibirnya merasa masih berat memanggil mama kepada mertuanya dia tetap berusaha karna dia tidak ingin Andini marah kepadanya.


"Baik tuan,aku akan menjaga cucuku dan juga anakku dengan senang hati." Adam lalu meninggalkan rumah sakit menuju mansion menemui kakeknya.


*****


Amanda menemui abangnya di kontarakan mereka,semenjak Adam memutuskan hubungan dengan keluarga itu serta mencabut semua investasinya keluarga itu memang benar-benar hancur.Rumah harta mereka satu-satunya juga disita oleh pihak bank sementara ibunya mengalami depresi ringan dan ayahnya kena struk yang sangat parah.


Mereka semua berkumpul di satu rumah kontarakan yang sangat sempit,sementara sang Abang untuk sementara waktu jualan di sebuah pasar tradisional,dia menyewa sebuah kios dan memulai usaha kecil-kecilan untuk melanjutkan hidup mereka satu keluarga.


"Harusnya kamu yang mencari ide,jika dulu kamu bisa bertahan di rumah itu dan kamu bisa mengambil hati suamimu hidup kita tidak akan se hancur ini,lihatlah aku saja sekarang ini sangat malu jika bertemu orang di luar sana aku takut jika ada orang yang kenal denganku." Pria itu tidak bisa menahan emosinya kepada Amanda,dia begitu kecewa melihat sikap adiknya yang menerima perceraiannya dengan suaminya gitu aja.


"Bang aku dan Adam belum bercerai,aku selalu menolak jika pria itu meminta cerai denganku,tapi aku sekarang lagi buronan karna kasus yang terakhir kemarin,aku takut bertemu keluarga itu,tetapi mama Rania selalu menghubungiku,dia tau posisiku sekarang ini,hannya dia satu-satunya orang yang mendukungku di keluarga itu " Ucap Amanda.


"Sekarang ini Abang tidak bisa berbuat apa pun,kamu tau satu-satunya usaha yang bisa membuat keluarga ini hidup cuma kios kecil itu,jadian ku tidak punya waktu mengurusi keluargamu.tapi aku akan berusaha mencari jalan agar balas dendam mu bisa kamu jalankan." Ucap pria itu,Amanda sedikit lega dengan dukungan abangnya.

__ADS_1


Lalu Amanda berjalan menuju kamar sempit tempat ayah dan ibunya dia rawat dia memandangi kedua orang tuanya dari pintu Tampa sadar air mata Amanda menetes saat melihat keadaan ayah dan ibunya.


"Ini semua karna pria brengsek jahanam,aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia setelah apa yang kamu lakukan kepada keluargaku."Ucap Rania sambil menghapus air mata yang jatuh di wajahnya.Lalu di berjalan ke arah dapur lalu membuka tudung saji dia melihat makanan yang tersaji hannya tempe kering dan bayam,hal itu membuat hatinya benar-benar teriris.


Amanda lalu mengambil ponselnya lalu memesan makanan via online,setelah makanan itu datang dia menyuapi kedua orang tuanya sampai makanan itu habis tak tersisa.Amanda berusaha untuk tetap tersenyum di hadapan orang tuanya walau sebenarnya hatinya benar-benar terluka.


*****


Sesampainya Adam di mansion suasana terlihat sangat sepi lalu dia menaiki tangga dan berjalan menuju ke ruang kerjanya,saat Adam hampir sampai di ruangan itu dia mendengar suara yang sedang mengobrol.


"Dea,apa kamu sudah punya pacar?" Alex bertanya kepada Dea kedua manusia berbeda kelamin itu terlihat sedang terlibat perbincangan yang sangat serius.Adam hannya bisa tersenyum melihat mereka dengan langkah yang sangat pelan dia meninggalkan ruangan itu membiarkan Alex dan Dea berusaha saling mendekati.


"Dea jawab dong pertanyaan ku!!!!" Ucap Alex Dea sebenarnya ingin jujur tapi dia masih ragu kepada Alex karna dia sangat curiga atas perhatian Alex kepada bayi mikaila.


"Pak aku bisa bertanya tidak?" Jawab Dea,Alex terlihat menyipitkan matanya dia tidak menyangka akan menadapat pertanyaan balik dari Dea wanita yang dia taksir beberapa Minggu ini.


"Ya tentu bisa lah,memangnya kenapa,apa ada yang mengganjal di hatimu tentang aku,mungkin kamu juga sudah mulai menyadari perobahan sikapku kepadamu sekarang tanyalah aku akan berusaha terbuka kepadamu." Ucap Alex.

__ADS_1


"Kalau tidak keberatan aku ingin bertanya kenapa bapak begitu baik dan peduli kepada bayi nyonya Amanda apa bapak menyukai wanita itu atau bapak punya rahasia lain?" Tanya Dea,dia ingin mengetahui semua tentang pria itu,mengingat Alex adalah pria yang cukup tertutup kepada orang lain.Selama ini mereka sama sekali tidak pernah bertegur sapa.Mereka mulai dekat disaat Dea dipercayakan Adam untuk merawat Alex pada saat pria itu masuk rumah sakit satu bulan yang lalu.


****bersambung***


__ADS_2